CINTA ITU APA

CINTA ITU APA
Akhirnya Gak Perlu Lagi Gue Basa Basi


__ADS_3

Sampai di depan gang sekolah gue, Via, dan Ratu turun dari angkot. Kenapa tiba-tiba ada Ratu? Ya karena rumah kita searah walaupun gak daerah yang sama, jadi ada kemungkinan kalo di jalan kita bisa tiba-tiba ketemu.


"Kok tumben bodyguard lo gak berdiri tegak disini Ry?" kata Ratu meledek.


"Siapa?" kata gue.


"Siapa lagi kalo bukan Musa-musa itu," Ratu semakin meledek.


"Udah gue blacklist, bukan cowok gue banget," kata gue.


"Kenapa? gara-gara dia item?" kata Ratu.


"Eh, Tu. Gue gak pernah ya mandang fisik orang, kalo emang ada yang gue gak suka berarti ada sifat dia yang bukan kriteria gue," kata gue yang sewot.


"Ya udah sih gak usah sewot, kan cuma nanya," kata Ratu. Gue pun melihat sosok cowok yang paling bikin Ratu klepek-kelepek, dia jalan sendirian di depan gue. Tumben-tumbenan tuh orang gak pakaii nongkrong-nongkrong dulu. Gue pun langsung berlari ke arah tuh cowok, dan langsung memegang lengannya.


"Berarti lo gak boleh sewot dong Tu, kalo gue pegangan sama cowok idaman lo," gue pun meledek Ratu yang langsung melongo melihat gue memegang tangan Rizky. Dari wajahnya, Rizky pun terlihat bingung mungkin dalam pikirannya tumben-tumbenan nih anak gelendotan sama gue. Tapi yang di gelendotin cuma melirik ke arah Ratu sebentar terus buang muka lagi, dan ngelanjutin jalan. Gue pun harus ngikutin cara Rizky jalan, karena nih cowok termasuk tinggi, gue aja cuma sebahunya dia bahkan dibawahnya lagi. Pasti kan karena kakinya panjang, langkah kakinya pun lebar. Gue sampai ngos-ngosan ngikutin dia. Niat hati mau ngeledek si Ratu malah gue yang kena batunya.


"Ryanti... berani-beraninya lo ya pegang-pegang Rizky. Rizky tuh cuma boleh gue yang pegang. Ryanti... gue pengen kaya lo pegangan sama Rizky," kata Ratu yang berteriak dari belakang dan berlari kecil mengejar kita. Tapi sampai di depan gerbang sekolah gue langsung ngelepas tangan gue, sumpah gue gak seberani itu cuy buat masuk sekolah sambil ngegandeng cowok idaman semua cewek-cewek disini.


"Kok dilepas? Udahan nih pegangan sama gue, lagi enak juga," kata Rizky meledek.


"Sorry udah masuk kawasan Awas Anjing Galak. Gue gak berani pegang-pegang majikannya," kata gue sambil jalan masuk sekolah.


"Emang lo bukan termasuk anjingnya?" kata Rizky yang ngebuat gue langsung berhenti dan melirik ke arahnya.

__ADS_1


"Sorry gue gak suka sama cowok oon," kata gue yang jujur.


"Dih kok ngegas," Rizky pun terus meledek sambil senyum-senyum.


"Lagian ini baru jam berapa? Tumben-tumbenan lo gak pakai acara nongkrong-nongkrong dulu di warung," kata gue.


"Dih, merhatiin banget gue sering nongkrong," kata Rizky.


"Dih... bodo amat," gue pun melanjutkan jalan.


"Gue belum ngerjain PR makannya gue masuk duluan, kan jam pertama. Gue nyontek ya can?" kata Rizky yang merayu buat dikasih contekan.


"Gak," kata gue.


"Macan, ayolah," kata Rizky yang ngikutin jalan gue. Dan seketika gue berhenti karena melihat Musa berdiri di dekat tangga, aduh gimana caranya gue kabur dari dia ya? Tapi kalo dia berdiri disitu terus gue kapan naik ke kelasnya. Dan gue langsung minta pertolongan sama cowok oon yang lagi ngerengek minta contekan ke gue.


"Cuma gitu doang? Gampang itu mah, ya udah ayo kita jalan aja terus. Jangan jalan duluan, tetap sejajar sama gue," kata Rizky. Gue pun mengikuti arahan dari Rizky dengan menyejajarkan langkah kakinya. Setelah mulai mendekati tangga, Rizky langsung memegang tangan gue. Sepintas gue kaget, tapi Rizky pegang tangan gue kenceng banget dan dia langsung melirik ke arah gue memberi isyarat kalo gue jangan tegang. Musa pun melihat gue dan Rizky bergandengan tangan, kita berdua lewat tepat di depannya. Musa hanya bisa melihat tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, bahkan memanggil gue pun gak. Sampai di pertengahan tangga, dan gue rasa Musa udah gak ngeliat kita, gue langsung ngelepas tangan gue dari tangannya Rizky.


"Tuh kan lagi enak juga dilepas lagi," kata Rizky yang meledek.


"Udah selesai aktingnya. Nanti yang ada disangka orang-orang beneran," kata gue.


"Lah emang kenapa?" kata Rizky yang meledek.


"Bodo amat," kata gue yang langsung lanjut naik dan jalan ke kelas.

__ADS_1


"Eh, Can. Jadi kasih gue contekan kan?" kata Rizky yang langsung lari kecil.


"Ya udah, gue mah gak pernah janji-janji doang," kata gue. Dan pas gue masuk kelas tiba- tiba anak-anak yang lain pada tumben-tumbenan udah pada anteng di kelas.


"Nah ini dia, yang kita tunggu-tunggu. Penyelamat hidup kita," kata Eka. Gue yang bingung langsung melirik ke Rizky.


"Lo Ry maksudnya. Kita dari tadi nungguin lo buat minta contekan. Ha-ha-ha," kata Eka sambil tertawa.


"Dih... nanti dulu. Gue duluan, tadi gue udah minta duluan dari mulai masuk gerbang. Ya kan Can?" kata Rizky yang niatnya nyontek langsung diselak.


"Apa-apaan lo, jangan mentang-mentang lo datengnya bareng terus lo bisa minta duluan," kata Eka dengan gayanya yang sok ngajak ribut.


"Lah emang iya. Sumpah, gue udah minta dari ketemu di gerbang tadi," kata Rizky.


"Udah ah, gak usah ribut. Nih bukunya, contek tuh bareng-bareng," kata gue yang langsung kasih buku gue ke Rizky. Dan dalam sekejap hampir setengah anak di kelas langsung nyerbu buku tulis gue. Gue pun langsung duduk dimeja gue. Dinda yang melihat cuma bisa geleng-geleng.


Gue yang dari tadi belum memperhatikan Rere sama sekali, tiba-tiba dia ke meja gue. Dan langsung menarik tangan gue dengan lembut, gue diajak keluar kelas. Hanya gue dan dia yang ada di luar kelas.


"Ry, gue minta maaf ya sama sikap gue ke lo kemarin-kemarin," kata Rere memulai obrolan.


"Minta maaf buat apa?" kata gue.


"Ya minta maaf sikap gue yang nganggep kalo lo tuh ngerebut Bang Sur dari gue. Gue yakin pasti Fifi sama Ria udah cerita semuanya ke lo sama anak-anak lain tentang gue bersikap kaya gini. Jujur, gue gak marah sama lo Ry. Gue cuma kesal aja, kenapa harus lo yang dia suka. Kan kalo orang lain gue masih bisa nerima, tapi lo kan teman gue. Ya boong aja kalo susah awalnya buat nerima. Tapi, sekarang gue sadar kok. Disini bukan kesalahan lo tapi kesalahan dari Bang Sur. Lagian lo kan gak suka sama Bang Sur, kenapa gue harus takut kalo lo bakalan rebut dia dari gue. Ya kan? Siapa tahu aja kalo gue gigih buat kasih dia perhatian, atau setidaknya lebih feminim kaya lo. Dia bisa suka sama gue, ya kan Ry?" kata Rere yang menjelaskan.


"Ya alhamdulilah kalo sekarang lo udah tahu mana yang baik mana yang salah, mana yang bener mana yang gak. Gue gak bisa jelasin atau ngomong apa-apa. Disini gue cuma mau mastiin ke lo, jangan pernah berpikiran yang gak-gak ke gue tentang Bang Sur. Karena sampai kapan pun gue gak akan ngerebut dia dari lo. Paham?" kata gue.

__ADS_1


"Iya paham. Maafin gue ya Ry," Rere pun langsung memeluk gue.


"Iya gak apa-apa," gue pun membalas pelukan Rere. Gue berharap dengan ini udah gak ada masalah yang timbul gara-gara cowok lagi.


__ADS_2