CINTA ITU APA

CINTA ITU APA
Ternyata Dia Sama Saja


__ADS_3

Setelah kejadian waktu itu, Musa sama sekali gak pernah ngehubungin gue lagi. Bahkan walaupun gue satu sekolah sama dia sekalipun gue gak ketemu sama sekali sama dia. Dalam hati mulai ngerasa bersalah karena untuk kesekian kalinya lagi dan lagi gue nyakitin hati orang lain.


"Ry, udah dua hari gue gak lihat Musa nemplok ke lo lagi? Dari semenjak kejadian yang lo ceritain ke gue itu, lo beneran udah gak ngeladenin Musa lagi?" Via pun mulai menanyakan hal yang baru saja gue lagi pikirin.


"Sorry Vi gue belum cerita lagi ke lo," kata gue yang sebenarnya lagi malas buat cerita.


"Cerita apa Ry?" Via pun mulai penasaran.


"Sebenernya Musa Minggu kemarin kerumah gue," kata gue memulai cerita.


"Hah, kerumah lo? Kok dia tahu rumah lo Ry? Mau ngapain dia kerumah lo? Gila nekat banget juga si Musa," Via pun langsung melemparkan banyak pertanyaan.


"Satu-satu Vi pertanyaan lo. Gue cerita dulu, baru lo nanya," kata gue yang mulai kesal.


"Oh ya sorry Ry," Via pun senyum-senyum sambil menutup mulut dengan telapak tangannya.


"Jadi gue kan Minggu kemarin sore-sore abis mandi niatnya gue cuma mau duduk didepan rumah gue, tapi belum sempet gue duduk gue lihat di rumahnya Teh Laras ada Musa. Gue kaget dong, gue langsung lari masuk kedalam rumah. Gue bingung waktu itu mau nemuin dia apa harus menghindar dengan bilang gue gak ada dirumah. Terus niatnya gue mau nelvon lo buat minta pendapat, eh belum sempet lo angkat ternyata Musa udah ada didepan rumah gue sama Teh Laras," kata gue.


"Terus? Dia ngapain kerumah lo?" kata Via semakin penasaran.


"Ya dia minta penjelasan ke gue, kenapa waktu itu gue gak ngabarin dia kalo gue udah sampai rumah. Terus kan pas gue ngeledek si Ratu, gue gandeng si Rizky. Waktu itu ada si Musa dan gue minta tolong sama Rizky buat bantuin gue lolos dari Musa, ternyata sama Rizky gue gantian digandeng sama dia sampai akhirnya Musa lihat. Dia minta penjelasan kenapa gue bisa gandengan sama si Rizky, karena menurut dia yang boleh gandeng gue cuma dia," kata gue mulai bete menceritakan kejadian itu lagi.


"Maksudnya gimana Ry? Cuma dia yang boleh gandeng lo? Kan lo belum pacaran sama dia? Kok dia bisa beranggapan kaya gitu?" kata Via yang juga heran.


"Nah justru itu Vi. Itu yang bikin gue langsung emosi kemarin. Gara-gara omongan dia itu gue langsung blak-blakan sama dia kalo gue sama dia ya cuma teman aja. Gue gak ada perasaan apa-apa sama dia sama sekali," kata gue.


"Hah, lo langsung jujur Ry?" kata Via yang sepertinya kaget.


"Iya, abis omongan dia itu seakan-akan gue udah punya dia. Tuh kan Vi, gue belum pacaran sama dia aja dia udah berpikiran kalo gue cuma buat dia. Ya, bukannya gue juga mau nemplok sana sini sama semua cowok. Tapi lo paham kan maksud gue? Gue gak suka digituin," kata gue.


"Iya gue paham Ry. Terus abis lo ngomong gitu tanggapan Musa gimana lagi?" Via semakin penasaran.

__ADS_1


"Gak komen apa-apa, dia langsung pamit pulang," kata gue.


"Sama sekali gak komen apa-apa?" Via heran.


"Gak sama sekali. Beneran langsung pamit pulang, dan semenjak itu gue gak pernah sama sekali ngeliat dia lagi," kata gue.


"Gue sih kemarin masih lihat dia pas istirahat, tapi dia sama sekali gak negor gue," kata Via.


"Ya udah syukur kalo masih lihat dia. Gue kira dia gak masuk sekolah, soalnya gue gak beneran gak lihat dia," kata gue.


"Apa dia menghindar dari lo ya Ry?" kata Via.


"Iya biarin aja deh Vi. Dia gak kenapa-napa aja gue udah bersyukur banget. Soalnya gue cuma takut udah nyakitin hati orang mulu," kata gue pasrah.


"Jangan berpikir kaya gitu lah beb, gak bagus. Ya mudah-mudahan aja si Musa bisa nerima keputusan lo," kata Via yang langsung mengusap bahu gue. Dan gak kerasa gue akhirnya sampai didepan gang sekolah, gue dan Via pun turun dari angkot.


"Woy, macan," terdengar suara cowok yang gak bukan adalah Rizky. Gue dan Via pun langsung nengok kearah cowok itu.


"Kenapa lo manggil-manggil gue?" kata gue dengan masang muka jutek.


"Kenapa emangnya? Pengen tahu banget lo," kata gue.


"Noh, gue lihat di prapatan dia lagi berduaan sama cewek," kata Rizky yang menunjuk kearah tempat yang dia lihat.


"Salah lihat kali lo," kata Via.


"Gak, gue gak salah lihat. Orang dia didepan mata gue banget, terus dia ngeliat gue tapi cara dia ngeliat gue jutek banget. Apa dia dendam gara-gara waktu itu gue gandengan sama lo kali can," kata Rizky.


"Bodo amat lah," kata gue yang langsung melengos pergi ninggalin Via dan Rizky yang masih berdiri ditempat yang sama. Via pun langsung berlari mengejar gue dan Rizky jalan menuju warung tempat tongkrongan dia ngerokok sama cowok-cowok lain.


"Ry, yang diliat sama Rizky salah orang kali ya. Si Musa kan cowok baik-baik, gak mungkin dia ngelupain lo secepat itu Ry," kata Via.

__ADS_1


"Vi, kan kita ngeliatnya dari luarnya aja. Kita liatnya Musa tuh baik karena selama proses ngedeketin gue emang berperilaku baik, tapi mana tahu itu cuma kedok doang. Cowok kan bisa pura-pura baik karena dia belum dapet apa yang dia mau," kata gue.


"Iya juga sih Ry," kata Via.


"Ya udah. Dengan gue tahu lebih dulu kalo dia se-posesif itu berarti kan gue udah tertolong dari cowok yang cuma pura-pura baik atau beneran baik. Apalagi dengan ditambah omongan orang dia udah sama cewek lain padahal baru dua hari gue nolak dia. Berarti kan udah selesai dia beneran bukan cowok baik," kata gue.


"Iya sih Ry. Lo sabar ya Ry," kata Via yang coba menghibur gue.


"Dih, kenapa gue harus bersabar. Orang gue gak kenapa-napa. Sumpah gue biasa aja," kata gue.


"Iya," kata Via singkat. Setelah masuk gerbang gue lihat teman-teman gue udah mulai pada nongkrong ditangga lagi. Gue dan Via pun langsung naik. Pas sampai tangga gue cek apa ada Dinda ikut nongkrong ditangga.


"Lo nyari siapa Ry?" kata Fifi.


"Dinda, gue ngeri kalo dia ikut nongkrong ditangga. Takut gak bisa direm lagi mulutnya," kata gue.


"Gak ikut nongkrong dia. Dia kayanya tahu deh kalo kita nongkrong bareng sama Andi dan Yani berarti dia gak boleh ikut nongkrong bareng kita. Udah sadar diri duluan dia," kata Rere.


"Oh ya udah bagus deh. Kalo ada dia jangan pada nongkrong ditangga, takut kejadian kaya kemarin," kata gue.


"Eh Ry, emang lo udah gak pedekate lagi sama Musa?" kata Ria yang langsung menanyakan hal yang sama seperti Rizky. Gue dan Via pun langsung lirik-lirikan.


"Iya Ry, tadi si Ria cerita ngeliat si Musa di prapatan lagi berdua sama cewek. Kata gue salah lihat kali, langsung tanya aja sama lo dulu," kata Rere.


"Yang lo lihat tadi bener kali Ri, soalnya yang lihat bukan cuma lo. Si Rizky tadi juga ngomong sama gue," kata gue.


"Gila ya tuh cowok baru ditolak sama Ryanti dua hari yang lalu padahal, sekarang udah sama cewek lain aja," kata Via.


"Lo tolak Ry si Musa kenapa? Katanya dia baik?" kata Fifi.


"Baik depannya doang buat apa Fi? Kita kan juga butuh dalem hatinya juga," kata gue.

__ADS_1


"Iya juga sih," kata Fifi.


"Eh, itu dia yang baru diomongin dateng. Nah iya tuh tadi gue lihat dia sama cewek itu," kata Ria. Gue pun langsung melihat ke arah yang dimaksud. Dan benar saja, cowok itu udah seperti biasa. Tidak ada muka syok seperti yang gue lihat kemarin, bahkan wajahnya sekarang lebih berseri-seri seperti baru menemukan mangsa baru. Memang dasar cowok yang kelihatannya baik diluar belum tentu dia beneran baik. Kita sebagai cewek harus lebih berhati-hati.


__ADS_2