CINTA ITU APA

CINTA ITU APA
SEPERTINYA DIAM-DIAM AKU SUKA


__ADS_3

"Ry, gimana kabarnya Rizky waktu lo jenguk kemarin?" kata Via yang langsung bertanya saat gue sedang diam mendengarkan lagu diangkot.


"Alhamdulilah gak kenapa-napa dia cuma emang sedikit diperban aja biar lukanya gak kena apa-apa katanya," kata gue.


"Lo mulai suka ya Ry sama Rizky?" kata Via yang langsung menatap gue penuh kecurigaan.


"Hah, apaan sih Vi. Ya gak lah, mana mungkin sih gue suka sama cowok itu. Kan lo tahu sendiri gue sama dia udah kaya kucing dan anjing, berantem mulu kalo ketemu," kata gue yang langsung mengalihkan pandangan gue kearah lain.


"Tapi justru kucing dan anjing ini yang paling dominan bakalan saling suka suatu saat nanti," kata Via yang masih menatap gue.


"Gak Vi, seriusan. Gue gak bakalan suka sama dia," kata gue yang langsung memegang tangan Via. Walaupun entah kenapa gue merasa tangan gue sedikit gemetar saat memegang tangan Via.


"Gue tuh cuma khawatir aja Ry sama lo kalo lo ada perasaan sama dia. Gue lihat dari kejadian-kejadian kemarin-kemarin, cowok yang deketin lo yang tampangnya menurut gue biasa aja mereka bisa nusuk lo dari belakang. Gimana cowok yang satu ini, yang lo tahu sendiri satu sekolah hampir semua cewek-ceweknya suka sama dia. Percaya sama gue lo bakalan sakit hati terus kalo lo ada rasa sama dia. Lagian lo kan tahu si Ratu gimana sama Rizky, dia naksir berat sama Rizky. Lo mau kejadian lo sama Rere ke ulang ke lo sama Ratu?" kata Via yang panjang lebar mengingatkan gue.


" Dan percaya sama gue, gak akan gue suka ataupun ada rasa sedikitpun ke dia Vi," kata gue yang berusaha membalas tatapan Via, walaupun dalam hati gue dag dig dug banget.


"Oke, gue pegang janji lo," kata Via.


Kita berdua pun turun dari angkot setelah angkot berhenti didepan gang sekolah. Kita pun jalan melewati warung keramat, tapi entah kenapa tumben-tumbenan gue yang biasa gak pernah berani melihat situasi warung keramat itu, tapi hari ini tanpa gue sadari gue berani melihat sekeliling warung. Hanya untuk melihat cowok nyebelin, apakah dia udah masuk hari ini.


"Tumbenan lo gak nunduk lewat nih warung?" kata Via yang mulai curiga lagi ke gue.


"Hah, gak," kata gue yang langsung menunduk biar Via percaya kalo gak ada apa-apa.


Via pun hanya melirik gue dengan tajam. Dan kita pun lanjut masuk kedalam sekolah, ditangga sekolah terlihat Rere, Ria, Fifi, dan Andi sedang duduk ditangga.

__ADS_1


"Si Yani kemana? Tumben gak ikutan?" kata gue yang langsung bertanya saat sudah berada diatas.


" Lagi ngobrol sama Maya dikelas," kata Andi.


"Ry, Beruang Kutub lo udah masuk tuh. Udah sembuh dia," kata Ria. Seketika gue langsung melirik kearah Via yang menatap tajam kearah gue.


"Kenapa lo Vi melotot-melotot gitu?" kata Rere yang sadar dengan tatapan Via ke gue.


"Gak kenapa-napa," kata Via yang langsung senyum-senyum ke Rere.


"Beruang Kutub siapa deh? Cowoknya Ryanti? Udah punya gebetan baru lo Ry?" kata Andi dengan polosnya.


"Iya pacarnya Ryanti suatu saat nanti, tapi gak tahu kapan. Kita doakan saja mereka jadian," kata Rere yang membuat gue makin ketar ketir.


" Kenapa gak setuju? Gak ada larangannya tahu kalo mereka berdua saling suka," Fifi pun dengan polosnya bertanya.


"Pokoknya gue gak setuju kalo Ryanti sama dia, TITIK," Via pun langsung berjalan kekelasnya.


"Si Via kenapa sih Ry?" kata Rere yang heran.


"Gak tahu gue," jawab gue dengan singkat.


"Beruang Kutub tuh siapa? Gak ada yang mau jawab ke kepoan gue apa?" kata Andi yang masih penasaran.


"Beruang Kutub tuh si Rizky Bule," kata Ria.

__ADS_1


"Rizky pujaan hatinya para cewek-cewek sekolahan ini," kata Andi kaget.


"Iya kenapa? Lo mau bilang gak setuju juga?" kata Rere yang langsung menampakkan muka songongnya didepan Andi.


"Gue kan belum ngomong, lah udah sewot aja," kata Andi.


"Ya lagian muka lo kaya muka kaget banget. Terus mengisyaratkan kalo lo juga gak setuju, Emang apa salahnya sih sama mereka berdua? Menurut gue mereka berdua cocok-cocok aja," kata Rere.


"Bukannya masalah cocok atau gak-nya, semua orang berhak jadi pasangan siapa pun. Tapi Ryanti udah siap mental belum kalo nantinya bakalan jadi pusat kejulitan orang-orang? Kan kita juga tahu sendiri Rizky Bule itu siapa?" kata Andi yang kata-katanya hampir mirip sama omongan Via.


"Halah, peduli amat sama omongan orang. Ya gak Ry?" kata Rere yang langsung melihat kearah gue. Gue gak jawab apa-apa, hanya senyuman yang bisa gue lemparkan kearah Rere.


Dan setelah berdebatan yang lumayan lama, akhirnya bel masuk pun berbunyi. Walaupun kita belum sepenuhnya belajar karena kita pun hanya tinggal menunggu raport hasil penilaian kita, tapi kita tetap harus berada diruang kelas.


Setelah masuk ruang kelas, gue langsung melihat cowok super nyebelin itu sudah duduk ditempat duduknya sambil bercanda dengan yang lain. Saat gue melihat keadaan tuh cowok, seketika cowok itu langsung melihat kearah gue dan tersenyum.


"Udah sembuh tuh Beruang Kutub lo," kata Dinda yang langsung melihat kearah gue.


"Hah, Beruang Kutub gue? Emang dia punya gue sampai lo pada bilang Beruang Kutub Lo," kata gue yang berusaha protes.


"Halah, gak usah sok jaim kalo didepan gue mah. Lo bisa bohong sama yang lain, tapi gak bisa bohong sama gue," kata Dinda.


"Emang hal apaan yang bikin gue bohong?" kata gue pura-pura gak paham.


Dinda pun tak menjawab, hanya melirik dengan senyuman. Gue yang langsung diam seketika berfikir dan meyakinkan hati, apa emang bener gue gue ada rasa? Apa benar gue nelen ludah gue sendiri? Apa benar gue berkhianat sama teman gue lagi? Tapi apa si Rizky juga suka ya sama gue? Apa gue udah siap sama apa yang dibilang Via dan Andi?

__ADS_1


__ADS_2