CINTA ITU APA

CINTA ITU APA
Please Vi...Semoga Ini Gak Benar


__ADS_3

"Ry, yuk," terdengar suara Andre dari dalam angkot.


Gue yang sekarang sudah terbiasa dengan Andre yang sering banget datang disaat yang pas.


"Ndre, lo kok bisa ngepas mulu sih lewat sini setiap gue berangkat? Lo gak sengaja nungguin gue berangkat baru berangkat narik kan?" kata gue yang penasaran.


"Gak lah, kan emang gue kalo jam segini pas ganti shift," kata Andre.


"Oh, gue kirain," kata gue yang langsung mengangguk.


"Ry, lo bisa gak duduk dibelakang gue sini. Gue mau ngomong sama lo tentang Via tapi gak enak kalo mendadak banyak penumpang," kata Andre.


"Mau ngomong tentang Via? Emang kenapa sama Via?" gue yang langsung khawatir tanpa fikir panjang langsung mendekat kebelakang Andre.


"Iya gue mau cerita tapi lo jangan bilang-bilang kalo lo tahu dari gue ya? Kalo perlu lo pura-pura aja gak tahu. Gue mau cerita ke lo siapa tahu aja lo bisa bilangin ke Via, kan lo teman dekatnya banget," kata Andre.


"Kenapa emangnya sama Via?" kata gue.


"Lo tahu gak kalo lo pada lagi libur sekolah si Via kemana?" kata Andre.


"Gak tahu, emang kemana?" kata gue.


"Iya kalo lo pada libur si Via tuh selalu nemenin Dindin narik, terus kalo abis narik angkot si Via tuh selalu dibawa ke rumahnya Dindin," kata Andre.


"Emang rumahnya Dindin dimana?" kata gue.


"Itu tuh dia ngontrak didepan Indomaret lama, lo tahu kan?" kata Andre.


"Oh, yang ada rumah kecil didepan indomaret itu? Itu rumahnya Dindin?" kata gue.

__ADS_1


"Iya, terus lo tahu gak kalo hari libur gitu kan rumahnya Dindin gak ada siapa-siapa. Lo pasti tahu kan kalo dirumah gak ada siapa-siapa mereka bisa jadi ngapain?" kata Andre.


"Emangnya bokap nyokapnya si Dindin kemana kalo libur?" kata gue yang penasaran.


"Bokapnya Dindin tuh lagi dipenjara Ry, gara-gara nyabulin anak sd. Terus kalo nyokapnya kan emang sendiri ya mungkin dia pergi cari hiburan kali keluar," kata Andre.


"ASTAGFIRULLAH... Bokapnya Dindin nyabulin anak sd? Seriusan gak sih Ndre?" kata gue yang kaget.


"Seriusan, nih kalo lo gak percaya tanya aja sama teman gue disebelah gue nih," kata Andre yang melirik ketamn yang disebelahnya.


"Iya, bokapnya Dindin udah ada 2 tahunan dipenjara gara-gara itu, gue mah cuma takut aja kalo kelakuan bapaknya nular ke anaknya," kata teman Andre.


Gue yang kaget pun hanya menganga dan diam.


"Dan satu lagi Ry, kemarin teman gue nih kan emang mau kerumahnya Dindin karena mau minta tolong Dindin buat gantiin dia narik dulu. Tapi dia ngegepin si Via baru abis pakai baju, gue takutnya Via sama Dindin udah kelewatan," kata Andre.


"Seriusan gak sih Ndre? Gue sampai gemeteran loh ini ngedenger cerita lo," kata gue yang masih gak percaya.


Gue yang langsung melihat kearah temannya Andre pun dibalasnya dengan anggukan.


"Sebentar ya Ndre, gue balik kepojokan. Gue masih gemeteran mau nenangin diri dulu," kata gue yang langsung balik kebangku pojokan.


Selama dijalan gue cuma bisa bengong memikirkan apa benar yang di ceritain Andre barusan. Gue bingung, apa gue harus tanya langsung ke Via apa gue harus pura-pura gak tahu dan hanya merhatikan saja. Tapi, kan dia teman gue kalo dia kenapa-napa nantinya gimana?


"Ry, udah sampai lo gak mau turun?" kata Andre yang sudah menghentikan angkotnya didepan gang sekolah.


Gue pun langsung tersadar kalo memang gue sudah sampai depan gang sekolah. Gue pun langsung merogoh uang dikantong seragam gue, dan langsung turun.


"Gak usah terlalu dipikirin Ry, sekarang lo pantau aja dulu teman lo. Sambil lo pastiin kalo omongan gue tuh gak bohong," kata Andre dari dalam angkot.

__ADS_1


"Iya, makasih Ndre," gue pun menjawab dengan lemas.


Gue pun berjalan kedalam sekolah. Sampai didalam sekolah sudah banyak teman gue yang datang. Baru sampai ditengah lapangan terdengar suara Via dari belakang.


"Beb," Via pun berteriak.


Gue yang mendengar suara Via langsung menengok. Via pun berjalan setengah berlari kearah gue. Gue mulai memperhatikan Via dari jauh, dan sampai Via sudah dekat pun gue masih memperhatikan.


"Beb, lo kenapa kok bengong aja?" Via pun menanyakan gue yang masih diam saja memperhatikan Via dengan tajam.


Via pun melambai-lambaikan tangannya, sampai pada akhirnya gue sadar.


"Ngapain sih lo Vi?" kata gue yang merasa terganggu.


"Lo yang ngapain? Dari tadi bengong aja," kata Via.


"Lo baru sampai? Abis darimana dulu lo?" kata gue yang menanyakan dengan sedikit jutek.


"Ya abis dari rumah lah, abis dari mana lagi," kata Via.


Gue yang entah sekarang seperti mulai gak percaya dengan apa yang diomongin sama Via langsung menatap tajam kearahnya.


"Woy, lo berdua lagi ngapain sih ditengah lapangan? Mau jadi model vidio klip lo emangnya?" terdengar suara Rizky yang tiba-tiba datang dengan 2 kunyuk dibelakangnya.


Gue gak menjawab apa-apa, hanya melirik sebentar lalu berjalan menuju kelas.


"Teman lo kenapa?" kata Rizky.


"Gak tahu, gue juga bingung. Gue ajak nomong malah ngelamun aja dia," kata Via.

__ADS_1


"Ya udah sana temenin, ngeri kesambet setan sekolah dia," kata Rizky.


Via pun berlari mengejar gue yang sudah ada di atas. Selama disekolah gue gak bisa konsen apa-apa. Diajak ngobrol sama teman-teman gue pun gue menjawab dengan gak nyambung. Banyak yang memperhatikan gue hari ini terlalu banyak melamun. Tapi gue justru hanya memperhatikan Via saja, gue benar-benar bingung apa gue harus percaya sama Andre atau sama Via? Sampai detik ini pun sebenarnya gue masih berharap kalo Via masih memegang janjinya kalo dia gak akan berbuat apa-apa yang sampai bikin orang-orang merendahkan atau berfikir yang tidak-tidak tentang dia.


__ADS_2