CINTA Kandas Di Tengah Perjodohan

CINTA Kandas Di Tengah Perjodohan
20. Terkejut!


__ADS_3

Pria yang bernama Rio rupanya relasi perusahaan dari Pasya. Keduanya baru bertemu setelah sekian lama terpisah karena Rio sedang mengurus bisnis ayahnya yang ada di Amerika dan sekarang baru kembali lagi ke Indonesia setelah adiknya sudah bisa mengelola perusahaan milik keluarga itu yang ada di Amerika.


"Hallo Tuan Pasya anda masih tetap tampan seperti biasanya."


Ujar Rio dengan basa-basi nya berpelukan sesaat lalu duduk di sofa empuk itu dengan memangku kaki mereka sebagai eksekutif muda.


"Aku dengar kamu sudah menikah Pasya. Apakah istrimu adalah hasil perjodohan kedua orangtuamu?"


"Itu benar. Tapi jodohku adalah gadis impianku yang pernah hilang setelah sekian lama aku cari dan ternyata gadis itu adalah jodohku."


Ucap Pasya bangga.


"Wah! Kisah cinta kalian sangat hebat dan unik. Akhirnya impianmu menjadi kenyataan. Selamat tuan Pasya. Semoga kalian bahagia." Ucap Rio.


"Bagaimana denganmu? Apakah kamu sudah menemukan gadismu?" Pasya balik bertanya tentang kekasih tuan Rio.


"Selama ini aku hanya berpindah dari satu wanita ke wanita lainnya. Entah mengapa aku belum menetapkan hatiku kepada salah satu diantara mereka. Tapi, sepertinya hari ini adalah hari keberuntunganku Pasya."


Ujar Rio sambil senyum-senyum sendiri membayangkan wajah gadis yang ia bertemu tadi pagi.


"Wah! Hebat bisa bertemu dengan wanita yang langsung membuatmu jatuh cinta. Bagaimana kalian bisa bertemu?" Tanya Pasya penasaran.


Rio menceritakan kronologi peristiwa yang membuat ia telat datang ke perusahaan milik Pasya untuk membahas bisnis mereka karena ada accident kecil.


"Wajah gadis itu tidak bisa lepas dari benak ku sampai saat ini dan aku berniat untuk mengajaknya kencan dan syukur-syukur langsung melamarnya walaupun kami baru bertemu sekali.


Sepertinya dia sudah mengikat hatiku untuk tidak memikirkan wanita manapun. Aku tidak sabar ingin bertemu dengannya setelah kita bicarakan bisnis kita tuan Pasya."


Ucap tuan Rio penuh kebahagiaan saat ini.


"Aku harap gadis itu berjodoh denganmu tuan Rio dengan begitu kamu tidak perlu berpetualangan lagi."


Balas Pasya ikut senang dengan kebahagiaan Rio saat ini.


"Nanti aku kenalkan kepadamu tuan Pasya, jika hubungan kami berlanjut ke arah yang lebih serius."


Ujar Rio penuh percaya diri.


"Aku akan nantikan undangan pernikahan kalian." Timpal Pasya.


Tok...tok..


Sekertaris Lita masuk membawa berkas untuk Pasya.


"Permisi tuan! Ini berkas yang anda butuhkan." Ucap sekertaris Lita.


Tun Rio melirik wajah Lita sesaat dan kembali ke layar ponselnya. Tangannya rasanya sudah gatal ingin menghubungi Kiran, namun urusannya dengan tuan Pasya belum selesai membuat ia harus menahan diri untuk beberapa menit ke depan.


Sekertaris Lita pamit ke tempatnya namun di cegah oleh Pasya.

__ADS_1


"Lita!"


"Iya Tuan!"


"Apakah istriku sudah balik lagi ke perusahaan?"


"Istri anda baru saja datang tuan."


"Tolong minta istriku untuk ke ruang kerjaku!" Titah tuan Pasya.


"Baik Tuan!"


"Apakah istrimu juga bekerja di perusahaanmu?"


"Iya Tuan Rio. Dia ingin bergabung dengan staff lain untuk lebih mengenal dekat mereka dari pada bekerja satu ruangan denganku." Ucap Pasya apa adanya.


"Aku jadi penasaran ingin melihat istrimu setelah kamu menceritakan kisah pertemuan kalian yang unik tadi."


Ujar Rio sambil tersenyum.


Cek...lek..


Pintu itu di buka dan Kiran melangkah masuk dengan anggun sambil tersenyum manis pada suaminya yang sudah berdiri menyambutnya.


Sementara itu, tuan Rio yang masih duduk membelakangi arah Kiran, masih belum mau membalikkan tubuhnya karena tidak ingin melihat kemesraan Pasya yang sedang mengecup bibir istrinya.


"Bagaimana dengan putri Rena?"


"Oh iya sayang! Kenalkan temanku Rio. Dia adalah salah satu relasi perusahaan kita.


Tuan Rio! Kenalkan ini istriku, Kiran!"


Deggggg...


Baik Tuan Rio maupun Kiran sama-sama terkejut saat bertemu lagi di perusahaan Pasya.


"Kau...!"


Ujar tuan Rio syok


"Tuan Rio...?"


Kiran terlihat biasa saja lalu tersenyum pada suaminya. Sementara tuan Rio begitu malu hingga menutup kedua wajahnya frustasi.


Pasya memperhatikan wajah keduanya yang berbeda reaksi.


"Apakah kalian berdua sudah saling mengenal?" Tanya Pasya bingung.


"Iya sayang! Tadi pagi aku tidak sengaja menabrak mobil tuan Rio dan aku belum mengganti kerugian kerusakan mobilnya karena masih di bengkel."

__ADS_1


Ucap Kiran apa adanya.


Tuan Rio masih saja menutup wajahnya karena malu pada Pasya atas cerita bodohnya tadi yang sudah gembar gembor ingin mengajak Kiran berkencan dan tidak tahunya istrinya dari relasinya sendiri.


Pasya tersenyum geli dan juga ada rasa cemburu dalam hatinya karena Rio sangat mengagumi Kiran.


Sementara itu, Kiran yang tidak mengerti apapun hanya menatap bingung Rio yang masih saja menutup wajahnya.


"Ada apa sayang dengan tuan Rio?" Tanya Kiran dengan wajah polosnya.


Tuan Rio bangkit berdiri sambil mengumpulkan keberaniannya untuk pamit pada Pasya.


"Maaf tuan Pasya! Aku sama sekali tidak bermaksud buruk tentang ceritaku tadi. Ini di luar dari sepengetahuanku yang tidak pernah tahu tentangmu. Anggap saja aku sedang menceritakan dongeng padamu tadi."


Ucap tuan Rio dengan wajah memerah.


"Tidak ada yang harus dipersalahkan tuan Rio. Aku mengerti perasaanmu. Dan aku minta maaf sudah mengubur impianmu sebelum terwujud." Ucap Pasya sambil tersenyum.


"Semoga pernikahan kalian bahagia. Nona Kiran! Tidak usah memikirkan ganti rugi kerusakan mobilku. Aku sangat senang bisa berkenalan denganmu."


Tuan Rio menyalami pasutri ini lalu meninggalkan ruang kerja tuan Pasya setelah menandatangani urusan bisnis mereka.


"Hati-hati Tuan Rio semoga anda menemukan jodoh yang lebih baik lagi dari impian anda!"


Tuan Rio membuka pintu itu dengan tidak melihat lagi wajah Kiran yang sempat membuat jantungnya berdetak tak menentu seharian ini.


Kiran segera menanyakan apa yang terjadi kepada tuan Rio pada suaminya. Pasya tidak langsung menjelaskan perihal tuan Rio dengan segala impian bodohnya.


"Sayang! Berhentilah berpergian sendiri tanpa diriku. Orang akan mengira kamu masih gadis dan membuat hati laki-laki berharap penuh padamu untuk menjadi kekasih mereka dan mungkin sebagai istri mereka karena pesona mu." Ucap Pasya penuh harap.


"Emang apa yang terjadi sayang? Kenapa tiba-tiba kamu bicara seperti itu? Apakah kamu sedang meragukan lagi kesetiaan ku padamu?"


"Bukan itu masalahnya Kiran!"


"Lalu apa? Kenapa melarangku berpergian sendiri dengan dalih orang naksir aku?"


"Karena kau adalah salah satu orang yang paling berharga dalam hidupku dan aku tidak ingin kehilangan mu."


Ujar Pasya masih membuat Kiran belum memahami apa maksud suaminya.


"Tolong lebih diperjelas kata-katamu agar aku lebih mengerti, sayang!"


Pinta Kiran sambil duduk menghadap ke arah suaminya.


"Tahukah kamu, kalau Rio tadi mengatakan kepadaku kalau dia jatuh cinta padamu saat melihat kamu tadi pagi. Dan hebatnya lagi dia ingin melamar dan menikahimu setelah mengajakmu berkencan.


Dan ironisnya yang ia bahas gadis itu adalah Istriku sendiri, Kiran ku. Kesayangan. Itulah sebabnya mengapa ia sangat malu saat bertemu lagi denganmu."


Duaaarrr...

__ADS_1


"Apa..? Dia mau melamar ku dan menjadikan aku istrinya?"


__ADS_2