
Seluruh dewan direksi, pemegang saham dan juga para audit keuangan dari berbagai perusahaan milik Kenan yang ada di kota besar wilayah Indonesia sudah berkumpul di aula dengan CEO mereka masing-masing.
Wajah ketakutan dari beberapa orang yang sudah mengkhianati kepercayaan Kenan harus bersiap untuk angkat kaki dari perusahaan miliknya itu.
Tubuh tegap nan gagah dengan wajah tampan dilengkapi mata elangnya menatap tajam satu persatu para staffnya yang selama ini bekerja keras untuk memajukan perusahaan namun tidak sedikit yang melakukan korupsi besar-besaran di perusahaannya.
Semua laporan keuangan yang sudah masuk dari anggota rahasianya yang menyusup ke dalam perusahaan untuk menyelidiki gerak gerik para pengkhianat.
"Siapa dia ayah? kenapa kita berkumpul di sini? sepertinya aku pernah melihatnya ayah, tapi aku lupa di mana pernah melihat lelaki itu"
Ucap Pasya mencoba meloading memorinya.
"Kau akan segera mengetahuinya saat dia memperkenalkan dirinya." Ucap Tuan Nadim.
"Apakah dia sangat penting dalam pertemuan ini?"
Tanya Pasya penasaran dengan pertemuan itu.
Kenan yang sedang berbicara serius dengan orang-orang kepercayaannya, seketika berhenti saat asisten pribadinya menyampaikan sesuatu kepada Kenan membuat suami dari Kiran ini mengangguk kecil.
Kenan berdiri sambil mengancingkan lagi dua buah kancing jasnya dan mulai membuka meeting dadakan di pagi itu.
"Selamat pagi dan selamat datang atas kehadiran kalian semua dalam meeting pagi ini. Mungkin sebagian besar dari kalian belum mengenal saya, tapi tidak usah kuatir karena aku akan memperkenalkan lagi siapa aku di sini di hadapan kalian.
Saya adalah Kenan Alexa Ghifari pemilik PERUSAHAAN TEXAS GROUP. Maaf selama ini saya tidak bisa hadir di tengah kalian karena ada urusan pribadi, namun laporan dari setiap perusahaan yang kalian kembangkan selalu dalam pengawasan saya.
Dari yang saya pantau sejauh ini banyak sekali ketimpangan yang kalian lakukan khususnya beberapa orang yang namanya sudah saya kantongi.
Mulai besok jangan pernah muncul lagi dan nama-nama ini akan sudah saya laporkan ke pihak berwajib karena sudah merugikan perusahaan untuk kepentingan pribadi."
Ucap Kenan lantang dengan penuh penekanan pada setiap kalimatnya
Deggggg....
Wajah-wajah gelisah lagi pucat mulai berkeringat dingin mendengar penuturan pemilik Texas grup tersebut.
Mereka tidak bisa lagi membela diri karena banyaknya bukti yang di miliki oleh Kenan yang akan menjerat mereka dengan pasal berlapis.
Pasya nampak bingung karena tidak begitu mengerti mengapa perusahaan yang dipimpinnya termasuk dalam daftar sebagai korupsi nomor tiga dari sepuluh CEO dari beberapa perusahaan milik Kenan.
__ADS_1
"Ayah! Tolong jelaskan semuanya ini padaku, mengapa perusahaanmu kita di klaim juga menjadi miliknya. Apakah ayah menjual perusahaan kita kepada-nya?"
"Tidak Pasya! Semua perusahaan yang dipimpin beberapa CEO dari PT Texas group adalah milik tuan Kenan. Ayah adalah salah satu assisten pribadi mendiang tuan Ghifari."
Jelas ayahnya Pasya.
"Ini tidak mungkin ayah! Kenapa ayah tega membohongi aku kalau perusahaan yang selama ini ayah kelola adalah milik lelaki itu?"
"Jika tidak di iming-iming menjadikan kamu seorang CEO, apakah kamu akan serius belajar di luar negeri, hah?" Sergah ayahnya Pasya.
"Tapi tidak dengan cara menipuku seperti ini ayah. Perusahaan milik orang lain, ayah akui sebagai milik ayah, apakah itu masuk akal?"
Pasya segera keluar dari ruangan meeting itu namun di cegah oleh sekuriti agar tidak meninggalkan ruang meeting sampai data pemeriksaan yang saat ini sedang di selidiki oleh polisi akan ditindak lanjuti alias penangkapan besar-besaran pagi itu.
"Ada apa ini? kenapa kalian tiba-tiba menghalangi jalanku, Hah?"
Bentak Pasya tidak suka.
"Maaf tuan Pasya! Tolong kembali lagi ke tempat duduk anda karena tidak ada yang boleh keluar sampai meeting ini selesai." Titah dua orang sekuriti itu.
"Sial...! Kenapa aku harus menerima hukuman atas perbuatannya ayahku."
Umpat Pasya kesal lalu kembali lagi ke tempat duduknya.
Ia segera meninggalkan ruang meeting itu setelah memberikan perintah pada anggotanya untuk membereskan kekacauan di tubuh perusahaannya.
"Urus mereka semua! Aku mau pulang melihat keluargaku."
Titah Kenan kepada asisten pribadinya Raffi.
"Baik Tuan!"
Pasya mengikuti langkah kaki Kenan dengan matanya dan di saat Kenan sudah mencapai pintu keluar ruang meeting, ia baru ingat kalau pemilik group perusahaan Texas itu adalah mantan kekasihnya Kiran.
"Sial...! Dia...? Bukankah dia seorang anak petani yang ditolak oleh mantan mertuaku untuk menikahi Kiran...? Bagaimana mungkin dia pemilik dari perusahaan Texas grup.
Ini sangat memalukan, seorang pria dari masa lalu mantan istriku adalah seorang Milioner. " Keluh Pasya penuh dendam pada Kenan.
Dari beberapa nama CEO yang di panggil oleh para anggota Kenan untuk duduk di ruang terpisah sementara yang tidak terlibat dalam pengkhianatan terhadap perusahaan itu segera meninggalkan ruang meeting tersebut.
__ADS_1
Polisi berdatangan menjemput para eksekutif muda yang melakukan penipuan dan korupsi segera di bawa ke kantor polisi setempat untuk di periksa lebih lanjut atas kasus keterlibatan mereka dengan perusahaan lainnya yang menyebabkan perusahaan milik Kenan tersebut hampir terancam bangkrut.
Kiran yang sedang menunggu suaminya pulang bermain bersama si kecil Dilan yang sedang menatap wajah ibunya sambil melihat gerak mulut ibunya membuatnya tertawa geli.
"Ade kenapa tertawain mama sayang? Apakah wajah mama terlihat lucu...hmm?"
Kiran mencium pipi gembul Dilan bergantian membuat
Dilan terus saja terkekeh.
Tawa keduanya terdengar hingga keluar yang membuat Kenan meletakkan tas kerjanya di sofa dan langsung masuk menemui keluarga kecilnya itu.
Kenan melihat tubuh istrinya yang tidur telungkup di samping baby Dilan memperlihatkan bokongnya yang makin sekang membuat Kenan meneguk salivanya gugup. Ia ikut naik ke atas tempat tidur dan berbaring sebelah sang istri.
"Ramai banget hanya main berdua saja. Suara kalian terdengar hingga sampai keluar, sayang."
Ucap Kenan lalu mengecup istrinya dan pipi gembul Dilan yang makin senang melihat ayah sambungnya.
"Sayang! Kamu sudah pulang..? Padahal ini baru jam sebelas siang."
Ucap Kiran lalu mengecup bibir sang suami.
"Aku sangat merindukan kalian jadi tidak begitu betah di tinggal lama di perusahaan."
Ucap Kenan sambil meremas bokong sang istri.
"Sayang...!" Apakah kamu menginginkan aku?"
"Hmm!"
"Kalau begitu aku tidurkan dulu baby Dilan supaya kita bisa leluasa bercinta."
"Baiklah. Kalau begitu aku mau ganti baju dulu dan menghubungi asisten pribadiku sebentar."
"Baiklah."
Kiran menyusui bayinya sambil menepuk lembut bokong montok baby Dilan hingga si kecil ini tertidur lalu melepaskan pu**ng Ibunya dengan lidah yang masih terlihat menghisap sisa makanan di mulutnya.
Kiran segera membersihkan tubuhnya dan mengenakan lengerie kesukaan Kenan yang terlihat sangat menantang.
__ADS_1
Kenan yang sudah berada di balik punggung sang istri tidak sabar ingin memberikan setiap kecupan pada tubuh jenjang itu.
Kiran mend**ah lembut sambil menekan kuat wajah suaminya di lehernya untuk lebih dalam mencumbunya.