CINTA Kandas Di Tengah Perjodohan

CINTA Kandas Di Tengah Perjodohan
8. Akhirnya Terjadi


__ADS_3

Kenan mengajak Kiran memetik jamur jenis apa saja yang ada di dalam rumah kaca miliknya. Wajah Kiran langsung berbinar melihat berbagai jenis jamur terdapat di dalam kaca ini.


Ia menikmati dulu pemandangan indah tumbuhan tersebut baru memetiknya. Kenan membantu sang kekasih mengambil sayur apa saja yang di butuh Kiran untuk memasak makan malam mereka.


Setelah beberapa sayur di kumpulkan di dalam keranjangnya, Kiran meminta untuk dicarikan rebung.


"Sayang..!"


"Hmm..!"


"Apakah di luar rumah kaca ini tidak ada rebung?"


"Ada, tapi kamu tidak usah ke sana biar anak buahku yang mengambilnya untukmu."


"Tapi aku harusnya mengambil sendiri bahan masakan apa yang aku butuhkan karena kegiatanku harus direkam selain memasak." Pinta Kiran.


"Oh begitu, baiklah. Ayo aku temani kamu untuk mengambilnya!"


Dengan di bantu Izzat yang membawa kamera milik Kiran, gadis ini melakukan tugasnya seperti seorang petani profesional. Ia mencari tunas bambu untuk dijadikan bahan pelengkap masakannya.


Setelah mendapat apa yang di butuhkan, Kiran dan Kenan serta Izzat kembali ke rumah kaca untuk memasak.


Kenan yang menegang kamera untuk mengambil gambar selama proses memasak hingga menghidangkannya di atas meja makan.


Tepat pukul tujuh malam mereka sudah siap untuk makan malam bersama. Antara Kiran, Kenan dan ketiga anak buahnya Kenan yang menikmati hasil masakan yang dimasak oleh Kiran.


Tanpa sadar, Kiran menyuap masakannya pada Kenan sementara Chanel YouTube itu dibuat secara live. Berarti semua orang langsung menonton aksi mereka.


Walaupun hanya saling suap menyuap, tapi netizen sudah mengidolakan pasangan serasi ini untuk segera menikah. Ada yang masih bertanya-tanya, apakah keduanya suami istri atau baru sepasang kekasih.


Kiran dan Kenan sedang menggali kuburan mereka sendiri karena sebentar lagi konten yang dibuat Kiran secara live akan di lihat oleh ayahnya tuan Herland.


Usai makan malam seperti biasa Kiran menyampaikan salam perpisahan pada para penggemarnya dan menutup acara itu dengan meminta saran dan komentar di videonya.


Gadis ini baru menyadari bahwa mereka sedang melakukan acara live.


"Kenapa video ini di upload secara langsung?" Tanya Kiran memperhatikan wajah ketiga anak buahnya Kenan.


"Saya nona!" Seru Izzat.


Kiran menautkan kedua alisnya memperlihatkan perasaan tidak sukanya pada Izzat. Tapi gadis ini begitu takut jika Kenan akan menghukum Izzat.


"Apakah kamu tidak menyukainya, sayang?"


Tanya Kenan sambil memberi isyarat dengan tangannya pada ketiga anak buahnya untuk meninggalkan mereka berdua saja.


"Tidak ada! Maaf Kenan, aku hanya kaget saja. Biasanya aku harus mengedit dulu video dengan gambar yang tidak perlu supaya hemat durasi untuk membuat para penggemar ku tidak bosan dengan kontennya."


Kiran memberi alasan untuk menenangkan Kenan.


"Baiklah. Sekarang kamu istirahat. Ayo aku temani."


Kenan mengantar Kiran ke kamarnya dan keduanya menonton film tanpa banyak bicara.

__ADS_1


Kiran yang kelelahan tertidur dalam pelukan Kenan. Begitu pula Kenan yang tidak bisa lagi mengusai rasa ngantuknya.


Ditengah malam Kiran mulai meracau dengan keringat dingin disertai demam tinggi. Kenan yang berada di sebelahnya, tersadar mendengar gumaman Kiran yang tidak jelas.


Kenan menempelkan punggung tangannya ke dahi gadis itu.


"Astaga Kiran!"


Sentak Kenan lalu bangkit mencari obat penurun panas di kotak obat yang ada di kamarnya. Ia juga menyiapkan air hangat untuk mengompres tubuh Kiran yang begitu panas.


"Astaga Kiran! Kenapa kamu bisa demam seperti ini, sayang?"


Kiran mengerjapkan matanya melihat Kenan sibuk mengompres dahinya dengan handuk yang sudah dibasahi dengan air hangat.


"Kenan!"


"Hmm!"


"Perutku rasanya mual. Aku ingin muntah Kenan."


"Aku akan mengambil ember. Kamu muntah saja di ember dan tidak usah ke kamar mandi."


Kiran mengangguk sambil membekap mulutnya yang sudah tidak tahan rasa mual yang luar biasa.


Tanpa rasa jijik, Kenan memijit punggung kekasihnya saat Kiran memuntahkan cairan kuning hingga tuntas.


"Masih ingin muntah lagi Kiran?"


"Sudah Kenan. Perutku rasanya sakit." Ujar Kiran makin lemah.


Saat melihat perut mulus Kiran, pria tampan ini tertegun sambil menelan salivanya dengan gugup.


Perut ramping putih dan mulus membuat tangan Kenan begitu gemetar mengusap obat oles untuk meringankan sakit perutnya Kiran.


Ia pun kembali menutup baju tidur pada perut sang kekasih.


"Aku sudah menyiapkan obat untukmu. Minumlah dulu sebelum tidur lagi." Ucap Kenan.


"Aku sudah baikan Kenan. Yang penting aku sudah muntah." Ucap Kiran.


"Sebaiknya minum teh manis hangat agar perutmu tidak sakit lagi."


Kenan mengambil gelas yang berisi teh yang masih hangat dan membantu Kiran meminumnya.


"Apakah sudah lebih baik sayang?"


Kenan mengusap lagi perut Kiran.


"Sudah sayang!"


Ucap Kiran tanpa sengaja menyentuh miliknya Kenan yang sudah membengkak di bawah sana.


Kenan menahan nafasnya saat Kiran makin berani mengusap bagian itu.

__ADS_1


Kenan mengeluarkan suara mendesis menikmati tangan Kiran yang sudah mengelusnya dengan lembut.


"Apakah aku boleh melihatnya Kenan?"


Tanya Kiran dengan suara bergetar.


Deggggg...


"Apakah aku sedang mimpi?" Batin Kenan sama gugupnya dengan Kiran.


"Mungkin kamu akan kaget jika melihatnya sayang karena itu terlalu besar untukmu."


"Tapi mungkin muat di mulutku, Kenan. Aku ingin menjilatinya seperti es krim."


Glekkkk....


Jantung Kenan makin menggebu-gebu mendengar permintaan Kiran. Tanpa pikir panjang, Kenan yang sudah terbawa suasana melepaskan celana tidurnya dan memperlihatkan pusakanya kepada Kiran.


Apa yang dikatakan oleh Kenan benar adanya. Kiran terbelalak melihat benda sebesar itu yang tidak mungkin muat di mulutnya.


"Kamu boleh melakukan apa saja kepadanya. Aku ingin merasakan nikmatnya seperti kamu menjilati es krim."


Pinta Kenan yang sudah tidak tahan saat Kiran mulai membelainya dengan lembut.


Kiran melakukan permintaan Kenan tapi, itu tidak membuat Kenan puas. Ia ingin merasakannya yang lebih dari sekedar jilatan dan ciuman.


"Lahap sayang!" Perintah Kenan.


"Tapi mulutku tidak cukup memasukkannya."


"Lahap dengan perlahan dan kamu akan terbiasa." Bujuk Kenan setengah memaksa Kiran.


Kiran memasukan benda padat itu dengan ukuran yang cukup mencengangkan dirinya.


Dalam sekejap semuanya masuk sempurna dan Kiran mulai memaju mundurkan kepalanya untuk memberikan sensasi hebat pada sang kekasih.


Kenan menikmatinya hingga mencapai puncak kenikmatan hanya dengan melalui permainan mulut Kiran.


Seketika Kenan menyemburkan cairan hangat itu menjauhi wajah Kiran.


"Ini sangat nikmat sayang! Kamu sangat hebat melakukannya."


Kenan memagut bibir Kiran sambil tangannya merayap ke tubuh Kiran untuk mencari bagian aset yang saat ini ingin ia menikmatinya juga.


Dada sekang Kiran tidak lepas dari hujaman mulutnya yang ikut melahap benda kenyal itu dengan sangat rakus. Hingga Kiran memberikan area terlarang miliknya pada sang kekasih.


Kenan menatapnya lebih lama sebelum ikut menikmati kuntum mawar yang belum merekah itu.


Puas menatapnya. Kenan menjelajahi area sempit itu dengan lidah dan mulutnya membuat Kiran men*"ah hebat.


"Lakukan yang lebih dari ini sayang! Aku tidak kuat lagi." pinta Kiran lirih.


"Tidak sayang! Kamu masih sakit. Aku tidak mau melakukannya saat ini."

__ADS_1


Tolak Kenan yang tidak tega pada Kiran yang masih lemah.


__ADS_2