Cinta Membuat Aku Gila

Cinta Membuat Aku Gila
10. Memohon


__ADS_3

"Bagaimanapun, aku tahu bahwa kau selalu menjadi pria pemalu. Aku malah mengatakan hal itu dan semakin membuat mu malu. Aku benar-benar minta maaf." Ucap Willa dengan ekspresi yang begitu sedih di wajahnya.


Steven mendekat kearah hilang dan menepuk pundaknya kemudian berkata, "aku tidak marah padamu, jadi kau jangan sedih. Aku paling tidak bisa melihat ekspresi yang sedih di wajahnya itu. Tersenyumlah dan pergilah mandi."


Willa tersenyum dan berkata, "kau selalu memiliki hati yang sangat baik selama ini."


Steven tersenyum kemudian menarik pundak Willa membuatnya berbalik dan berkata, "kamar mandinya di sana. Kau harus cepat untuk mandi dan jangan buang waktumu. Ini sudah waktunya untuk tidur."


Willa berjalan menuju kamar mandi sampai dia tiba di depan pintu, kemudian dia berbalik dan berkata, "tunggulah aku sampai aku selesai mandi."


Steven berharap jika dia bisa menangis, karena dia tahu bahwa Willa tidak akan pernah meninggalkannya sendirian dan ini akan menjadi malam yang panjang bagi Willa dan dirinya.


Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala Steven dan dia berkata pada dirinya sendiri, 'orang-orang lain biasanya berkata bahwa jika melihat orang lain menguap, kau tidak bisa menahan diri untuk menguap juga. Aku harap itu akan berhasil padanya dan membuat dia mengantuk.'


Setelah itu Steven mulai menguap dan berkata, "aku minta maaf aku terlalu mengantuk jadi aku akan pergi tidur di kamarku."


"Aku tidak akan lama. Berikan aku waktu hanya 10 menit saja, sampai aku selesai mandi dan kembali kepadamu. Kumohon tunggulah aku. Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu dan setelah itu kau bisa melakukan apapun yang ingin kau lakukan." Ucap Willa.


Steven hendak berkata, "tapi...."

__ADS_1


Willa langsung menghentikannya dan berkata dengan sedih, "bagaimanapun aku sudah mengunci pintu ruangan ini. Tapi aku tahu bahwa kau bisa membukanya jika kau mau. Jadi kumohon, bisakah kau berjanji kepadaku bahwa kau tidak akan pergi ke manapun hanya 10 menit saja."


Steven merasa bahwa dia tidak bisa melakukan apapun lagi dan dia tahu bahwa dia akan menunggu Willa. Jadi dia pun duduk di sebuah kursi dengan melonggar kan dasinya, mengambil sebuah gelas air yang ada di atas meja dan meminumnya kemudian berkata, "aku berjanji kepada Tuhan, bahwa aku tidak akan pergi ke manapun sampai waktu 10 menit saja. Tapi jika kau terlambat aku akan pergi tidur di kamarku."


"Baiklah, itu waktu yang cukup bagiku untuk selesai mandi." Ucap Willa kepada Steven dengan riang.


10 menit kemudian...


Steven tengah duduk di atas kursi, menyandarkan kepala di tangannya yang bertumpu di meja, melihat ke arah bawah dan berpikir tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya. Tiba-tiba dia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Kemudian dia mengangkat kepalanya dan melihat Willa yang keluar dari dalam kamar mandi.


Steven tampak terkejut dan melihat kearah Willa dengan matanya yang membelalak. Tidak, dia tidak hanya terkejut, tapi dia merasa bahwa jantungnya akan berhenti berdetak karena kecantikan Willa dan lidahnya terasa kaku juga. Karena dia tidak tahu harus mengatakan apa kepada Willa atau bertindak bagaimana. Jadi dia pun berbicara kepada dirinya sendiri.


'Aku bisa mencium aroma tubuhnya yang menakjubkan di seluruh kamar ini. Parfum yang dia gunakan itu sangat cocok untuknya. Aroma parfum yang dikenakannya menyebar di seluruh kamar ini. Sekarang aku percaya dengan apa yang dikatakan oleh Mamanya kepadaku tadi, bahwa Willa adalah salah satu wanita tercantik di kota mereka.'


'Dan jika dia menginginkan pria mana pun, dia hanya tinggal menunjuk pria itu dan pria itu akan berlutut di bawah kakinya.'


'Aku sudah sering melihat kecantikan wanita lain, tapi ini pertama kalinya aku merasakan perasaan itu. Aku tidak tahu kenapa, aku merasa bahwa jantungku hampir berhenti berdetak. Oh ya Tuhan, dia sekarang melihat kepada ku, tersenyum dan mendekat ke arahku.'


'Kenapa jantungku berdegup seperti ini, sangat menggila? Ini membuatku merasakan bahwa jantungku akan keluar dari dadaku. Oh ya Tuhan, tolong aku.'

__ADS_1


Tiba-tiba Willa duduk di pangkuan Steven, menaruh kedua tangannya di dada Steven, dan mendekatkan bibirnya di telinga Steven kemudian berbisik dengan lembut.


"Steven, aku ingin mengatakan kepadamu bahwa sepanjang tahun yang lalu, aku selalu memiliki mimpi buruk dan semua mimpi itu adalah aku melihatmu mu berdiri menjauh dariku. Dan kapanpun aku mendekat kepadamu untuk menyentuh mu, tiba-tiba aku melihat bahwa kau langsung menghilang. Setelah itu aku bangun dari tidur ku dan aku berteriak. Aku selalu merasa sakit di dalam diriku karena aku selalu merasa bahwa kau marah kepadaku dengan beberapa alasan dan kau tidak lagi ingin aku untuk mendekat padamu. Hal itu membuatku merasa sangat buruk karena aku tidak tahu apa alasan dari semua itu dan aku tidak ingin mempunyai jarak dengan dirimu. Jadi kau tidak bisa memikirkan betapa aku sangat ingin merasakan kehangatan dari napas mu atau betapa aku sangat ingin menyentuh bibirmu dengan bibirku. Aku tahu bahwa aku berjanji kepadamu, aku tidak akan mengganggu mu dan aku terus memegang ucapan ku itu sejauh ini. Tapi hanya untuk sekali saja, maukah kau membuat pengecualian dan membiarkan aku mencium mu?"


Steven hendak mengatakan sesuatu, "..........."


Saat Willa menaruh jemarinya di bibir Steven untuk membuat Steven tidak menolak dan berkata,


"Aku tahu bahwa kau melupakan aku dan kau tidak merasakan hal yang sama denganku saat ini. Tapi bisakah kau untuk memaksa dirimu sendiri melakukan hal ini untuk kegilaan ku dan membiarkan aku untuk mencium mu, satu kali saja."


Steven menatap mata Willa dengan terkejut.


"Jangan khawatir, aku berjanji padamu bahwa aku tidak akan melakukan hal yang lainnya selain mencium mu saja."


Willa hendak menyingkirkan jemarinya menjauh dari bibir Steven, saat dia tiba-tiba menaruh pipinya di pipi Steven, kemudian berbisik dengan lembut memohon kepadanya.


"Tolong aku, aku memohon kepadamu hanya sekali saja. Dan aku berjanji kepadamu jika kau membiarkan aku mencium mu kali ini, hanya kali ini saja. Aku tidak akan pernah membicarakan tentang perasaanku lagi ataupun aku tidak akan pernah melakukan hal seperti ini lagi. Aku akan menyimpan semua memori di dalam diriku dan melanjutkan hidup kita sebagai Willa dan Steven dan itu akan dimulai sekarang juga."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2