
Willa terus saja berbicara kepada Steven.
"Tapi sejujurnya, dalam perkelahian tadi aku tidak menggunakan gerakan taekwondo. Karena aku sudah berhenti berlatih sejak beberapa tahun yang lalu sejak saat kau meninggalkan aku dan akhirnya aku kehilangan kesehatan ku dan juga kelenturan tubuh ku. Bukan hanya itu saja, pria besar tadi ukurannya tubuhnya dua kali lebih besar dari ukuran tubuh ku. Jadi aku tidak bisa melakukan semuanya secara langsung. Semua yang bisa aku lakukan hanyalah menghindar dari pukulan nya dan menunggu waktu yang tepat untuk memukul titik terlemahnya."
Tiba-tiba Willa tersenyum dan kemudian kembali berkata, "aku mengingat bagaimana kisah cinta kita di mulai. Untuk beberapa tahun, aku selalu melihatmu di depan mataku. Tapi aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan jatuh cinta dengan mu. Sampai suatu hari, kau mengikuti aku ke suatu tempat yang gelap, saat aku berada di jalan untuk pulang ke rumah ku setelah aku selesai berlatih. Saat itu, aku tidak bisa melihat wajahmu karena suasana gelap. Aku pikir bahwa kau itu adalah pencuri atau orang jahat yang hendak melakukan sesuatu padaku. Jadi, aku tidak memberikanmu waktu untuk berbicara padaku dan aku malah langsung memukulmu dengan sangat keras."
"Dan karena hal itu, kau harus berada di rumah sakit selama 3 bulan untuk dirawat..."
Steven tampak terkejut dan melihat kearah Willa kemudian dia berkata, "tiga bulan??"
"Iya, tiga bulan dan kau butuh terapi fisik selama satu tahun agar kau bisa kembali normal. Jangan khawatir, karena hal itu terjadi sebelum aku jatuh cinta kepadamu." Ucap Willa tersenyum membayangkan masa lalunya.
'Kasihan sekali kau Dion.' Ucap Steven dalam hati.
"Setelah itu, saat aku bertanya kepadamu kenapa kau mengikuti aku waktu itu, kau mengatakan kepada ku bahwa kau benar-benar jatuh cinta kepadaku. Dan sebenarnya malam itu kau ingin melamar ku saat itu juga dan kau bahkan ingin meminta izin pada orang tuaku untuk menikah denganku. Dan kau ingin tahu apakah aku akan menerima mu sebagai suamiku? Tapi apa yang aku lakukan saat itu, aku malah memukuli mu." Ucap Willa menahan tawanya.
"Di tahun itu, saat kau mendapat perawatan, aku mulai sering mengunjungi mu di rumah sakit untuk meyakinkan diri ku bahwa kau akan baik-baik saja. Sejujurnya aku sendiri tidak tahu sejak kapan aku mulai jatuh cinta kepadamu. Tapi awalnya aku hanya merasa bersalah dan minta maaf kepadamu. Kemudian semua itu berakhir dengan aku mengetahui bagaimana sikapmu yang sebenarnya dan sangat sulit untuk menemukan sikap seperti itu dari pria manapun. Kebaikanmu, kejujuran mu, dan perhatianmu padaku membuat ku luluh. Jadi, aku memulai tergila-gila padamu. Kemudian aku meminta kepada orang tuaku untuk memberikan restu mereka agar aku bisa menikah denganmu dan di sinilah kita sekarang." Lanjut Willa.
(5 menit kemudian)
Hidung Willa sudah berhenti berdarah dia pun berkata, "Tuan aku sudah siap. Ayo kita pergi ke perusahaan..."
"Baiklah, kita memang sudah terlambat. Apakah kau tahu jalan pergi ke kantor ku." Tanya Steven.
"Iya aku tahu, peta jalan menuju perusahaan mu ada di layar di depanku ini." Balas Willa.
"Bagus, kalau begitu ayo kita harus cepat." Ucap Steven.
Tanpa membuang waktu, Willa langsung mengendarai mobil itu dan sembari mengobrol dengan Steven saat mereka berada di jalan menuju perusahaan.
"Tuan apa jenis pekerjaan anda?" Tanya Willa mulai bicara dengan formal.
"Aku bekerja di industri film. Aku seorang produser dan aku juga menjalankan perusahaan ku sendiri di bidang itu." Jawab Steven.
"Wow, anda membuat saya sangat kagum." Ucap Willa.
"Kau belum lihat semuanya untuk bisa takjub seperti itu. Biarkan aku menunjukkan padamu semuanya. Sekarang kita akan pergi ke kantor, tapi siang nanti kita akan pergi ke lokasi shooting. Saat ini aku tengah shooting sebuah film romantis. Saat kita tiba di sana nanti, kau akan jauh lebih kagum saat melihat semuanya." Ucap Steven.
__ADS_1
(10 menit kemudian....)
Willa dan Steven akhirnya tiba di perusahaan. Willa menghentikan mobil dan keluar dari dalam mobil lebih dulu lalu membuka pintu untuk Steven.
"Kau tidak perlu melakukan hal itu, aku hanya membiarkan mu bekerja untuk ku karena kau yang meminta. Tapi saat kau memperlakukan aku seperti bos, itu membuatku merasa sedih." Ucap Steven.
"Baiklah Tuan seperti permintaan anda. Aku akan menunggu anda di dalam mobil sampai anda selesai dengan pekerjaan anda." Ucap Willa.
"Tidak, kau tidak boleh berada di dalam mobil. Ikutlah bersamaku masuk ke dalam. Kau akan ada bersamaku di dalam ruangan ku sampai aku selesai bekerja. Ayo cepat, kunci mobilnya dan ikutlah bersamaku." Ucap Steven.
Dengan jantungnya yang berdegup kencang, Willa mengunci mobil. Setelah itu mereka masuk ke pintu utama perusahaan Steven.
Tiba-tiba saat mereka naik ke atas tangga pintu utama perusahaan, Steven melihat sekretaris nya yang tengah dibawa dengan menggunakan sebuah tempat tidur dorong untuk membawanya ke rumah sakit, karena dia harus ditangani di rumah sakit.
Steven dengan cepat langsung berlari mendekati ke arahnya saat wanita itu berbaring dan berkata, "apa yang terjadi Olivia? Kenapa ambulan membawamu dengan tempat tidur seperti ini?"
Sementara Willa masih berdiri menjauh.
"Ini karena ada anjing dari seorang artis. Seperti yang anda tahu, bahwa saya sangat takut terhadap anjing. Namun anjing itu tiba-tiba mengejar saya, dan saya berlari dengan cepat. Kemudian saya terjatuh di tangga dan seperti yang anda lihat saat ini, tangan dan kaki kanan saya patah." Ucap Olivia, yang merupakan sekretaris Steven itu.
"Aku turut prihatin akan hal yang menimpa mu. Tapi seperti yang kau tahu, aku benar-benar membutuhkan bantuan mu untuk bekerja hari ini. Aku tahu ini bukan waktu yang tepat untuk memintamu hal ini. Tapi bisakah kau merekomendasikan seseorang untuk menggantikan tempatmu sampai kau sembuh?" Ucap Steven.
Steven menghela napas dan berkata, "Olivia, aku harap kau cepat sembuh. Aku akan mengunjungi mu nanti di rumah sakit."
"Terima kasih atas perhatian anda Tuan." Ucap Olivia.
Kemudian petugas ambulan itu membawa Olivia masuk ke dalam ambulan dan setelah mereka membawa Olivia masuk kedalam ambulan mereka pun pergi ke rumah sakit.
Setelah Olivia pergi, Steven menaruh tangannya di wajahnya dan berbicara kepada dirinya sendiri dengan keras.
"Sekarang, apa yang harus aku lakukan? Menyewa lokasi shooting itu memerlukan banyak uang setiap harinya. Aku tidak bisa menghapus agenda shooting hari ini."
Tiba-tiba Willa langsung mendekat kearah Steven dan bertanya dengan raut wajah sedih.
"Kenapa kau terlihat begitu sangat sedih untuk wanita itu? Siapa dia?" Tanya Willa.
"Tunggu sebentar, aku benar-benar pria yang sangat beruntung." Ucap Steven dengan mata yang berbinar.
__ADS_1
"Apa maksudmu dengan mengatakan bahwa kau pria paling beruntung?" Tanya Willa yang tampak kebingungan.
"Jadilah sekretaris ku!" Ucap Steven.
"Apa? Tapi aku sudah menjadi sopir mu." Balas Willa.
"Aku sudah mengatakan kepadamu sebelumnya, bahwa aku akan membiarkan mu menjadi sopir ku sampai aku menemukan pekerjaan yang cocok untuk mu. Wanita yang dibawa oleh petugas ambulan tadi adalah sekretaris ku. Kaki dan tangannya patah, jadi dia tidak bisa bekerja untuk waktu yang lama sampai dia bisa sembuh. Jadi, mulai sekarang kau akan menjadi sekretaris ku. Itupun jika kau mau. Bagaimana menurutmu?" Tanya Steven.
Willa tampak bersemangat, dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada Steven sebagai tanda setuju.
Steven berkata sambil berdiri di depan pintu masuk perusahaannya dan menunjuk ke arah ruangan ganti pakaian.
"Ada ruangan untuk mengganti pakaian di ujung lorong itu. Pergilah dan ganti pakaian mu disana. Setelah itu pergilah ke ruangan ku yang berada di lantai 5 nomor 45."
Kemudian Steven kembali berkata, "bawalah ponsel ini, dengan tujuan jika kau membutuhkan sesuatu, kau bisa menelpon ku." Steven lalu memberikan ponsel itu kepada Willa.
"Tapi ini adalah ponsel mu, kau akan membutuhkannya." Ucap Willa.
"Ini adalah ponsel pribadi ku. Aku hanya memberikan nomor ponsel ini kepada Papa ku, dia bahkan tidak menelpon ku sepanjang waktu. Aku sudah punya ponsel lain, seperti yang kau lihat." Ucap Steven seraya mengeluarkan ponsel lainnya dari dalam saku celananya untuk menunjukkannya kepada Willa.
Willa tersenyum saat dia mengambil ponsel itu dari tangan Steven dan berkata, "terima kasih banyak Steven, untuk segalanya."
"Aku lah orang yang seharusnya berterima kasih kepadamu karena kau mengatasi masalah terbesar ku hari ini dengan menjadi sekretaris ku. Terimakasih banyak Willa." Ucap Steven seraya tersenyum.
Willa juga tersenyum dan berkata, "terima kasih kembali Tuan."
Kemudian Willa ikut masuk ke dalam perusahaan dan kemudian menuju ruangan ganti baju. Disaat yang bersamaan, Steven naik ke atas elevator untuk pergi ke ruangannya.
Saat Steven masuk ke dalam ruangan nya, ada gambar Willa di layar CCTV. CCTV itu menangkap gambar Willa yang tengah mengangkat sebuah panggilan telpon dari ponsel milik Steven di pintu masuk ruangan ganti pakaian.
Steven mendekat kearah layar dan mulai untuk menyentuh gambar Willa dengan tangannya seraya dia terus menatap Willa kemudian dia memindahkan tangannya ke wajah Willa yang muncul di layar itu dan berkata,
"Apa yang sudah kau lakukan kepadaku? Matamu menjadi seperti lautan bagiku yang memaksa aku untuk tenggelam di dalamnya. Bibirmu menjadi air bagiku, di mana air itu membuatku sangat kehausan. Napas mu menjadi udara bagiku, dimana aku tidak bisa hidup tanpa udara itu."
Kemudian Steven terus saja berbicara kepada dirinya sendiri sampai dia tampak melamun karena memandang wajah Willa yang muncul di layar dan terus menyentuhnya dengan tangannya.
"Aku tidak bisa menjauh darimu hanya sesaat saja. Dan sekarang, aku sudah merindukanmu. Aku ingin menyentuh mu lagi dan lagi. Aku sudah menjalani kehidupanku selama ini tanpa dirimu disisi ku. Tapi setelah aku bertemu denganmu, aku tidak bisa menjauh darimu hanya sesaat saja. Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan kepadaku? Kenapa hanya dirimu yang bisa melakukan hal ini kepadaku. Aku mempunyai rasa sakit di dalam hatiku, tapi sejauh ini aku tidak tahu kenapa aku bisa merasakan sakit di dalam diriku itu."
__ADS_1
Bersambung....