Cinta Membuat Aku Gila

Cinta Membuat Aku Gila
6. Tak Sakit


__ADS_3

Tiba-tiba Willa langsung menyatu dengan tubuh Steven. Willa melingkar kan lengannya di leher Steven dan mencium kedua mata Steven, kemudian berkata,


"Kau tidak bisa membayangkan betapa aku sangat merindukan kedua mata ini. Lihatlah, aku sangat ingin sekali untuk melihat kedua matamu, melihat bagaimana mata itu melihat ke arahku."


Kemudian Willa mendekatkan wajahnya kearah leher Steven. Dia mengambil napas dalam-dalam dan kembali berkata, "aku mohon, aku hanya memohon kepadamu untuk membiarkan aku mencium aroma tubuhmu ini."


"Kau tidak tahu bagaimana aku sangat ingin untuk mencium aroma tubuhmu, untuk menyentuh dirimu, untuk melihatmu. Kau tidak bisa membayangkan seberapa banyak semua ini mempengaruhi diriku."


"Ada rasa sakit yang begitu dalam yang bersarang di dalam diriku. Aku sangat berharap bahwa rasa sakit itu akan pergi jauh. Jadi aku mencoba begitu keras untuk menangis dan terus menangis. Tapi rasa itu tetap tidak pernah bisa pergi, karena hatiku yang terus menangis. Jadi aku tetap tidak bisa melepaskan rasa sakit itu."


"Aku merasa bahwa dunia menjadi begitu kosong setelah kepergian mu. Jadi aku harus mencoba untuk merasa lebih baik lagi. Namun aku merasa semuanya menjadi semakin sulit dan jauh lebih sulit bagiku untuk sekedar bernapas. Aku bahkan merasa seperti aku tengah tercekik."


Steven hanya mematung, kemudian berkata kepada dirinya sendiri, 'Tuhan tolong aku. Tidak ada yang tercekik disini, kecuali aku. Aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi dengan semua ini. Kata-kata yang diucapkannya membuat gunung es menjadi cair. Tolong, hentikan.'


Willa berkata, "bagaimanapun, aku ini hanya seorang wanita yang berdiri di hadapan seorang pria untuk meminta cinta dari dirinya. Meminta kepadanya untuk mengisi hati si wanita menyedihkan ini. Aku tidak menginginkan jawaban apapun dari dirimu sekarang. Aku bisa menunggu dirimu selamanya. Tapi aku mohon kepadamu untuk membiarkan aku tinggal di dekatmu."


"Jika kau tidak membiarkan aku melakukannya, aku bisa pastikan kepadamu bahwa aku akan segera mati. Tahun lalu, semuanya berlalu dengan begitu sakit yang bagiku seperti selamanya. Aku tidak bisa menahan rasa sakit ini lebih lama lagi, setiap menit berlalu seperti satu tahun bagiku."


Steven tampak sangat bingung, dia tidak tahu apa yang harus dia katakan atau lakukan. Dia hanya terus berbicara kepada dirinya sendiri dan berkata, 'tolong berikan aku waktu rehat sejenak. Jika semuanya terus berlanjut seperti ini, aku akan merasa pusing.'


Tiba-tiba Steven melihat kearah lantai yang sudah dipenuhi dengan darah. Dia benar-benar tampak begitu terkejut.


Dia langsung memegang kedua tangan Willa dan berkata, "apakah kau tidak merasakan sakit? Apakah kau mau mati?"

__ADS_1


Willa berkata, "saat kau merasakan sakit yang amat sangat di dalam dirimu, suatu hal seperti ini tidak akan ada apa-apanya bagi dirimu. Apakah kau berpikir bahwa ini terasa sakit? Rasa sakit di dalam diriku, jauh lebih sakit dari ini."


"Kau tidak tahu seberapa banyak aku ingin mati di dalam pelukanmu, dan aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi kepadaku, selama aku berada di dekat mu. Aku tidak peduli apa yang akan aku lalui selanjutnya, asalkan pada akhirnya aku akan mati di antara kedua lengan mu. Di dalam pelukan mu."


Tiba-tiba Steven melepaskan tangan Willa, lalu menaruh tangannya di mulut nya sendiri, dan kembali berkata kepada dirinya sendiri.


'Oh ya Tuhan, apakah mataku mulai basah? Ini adalah pertama kalinya seseorang membuat air mataku keluar. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?'


Tiba-tiba Willa melihat kearah kanan dan kiri dirinya dan berkata, "kenapa semua petugas dan orang-orang disini melihat ke arahku seperti itu. Dan mereka tampak menangis. Aku yakin bahwa mereka pasti tengah merencanakan sesuatu untuk membawa dirimu pergi menjauh dariku. Itulah alasan mereka merasa kasihan padaku dan menangis ketika mereka tahu seberapa banyak aku mencintai dirimu."


Secepat kilat Willa bersembunyi di belakang tubuh Steven, melingkar kan lengannya di dada Steven dari belakang. Menaruh wajahnya di punggung Steven dan mengaitkan kedua jemari nya dengan erat.


"Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya lagi dan membiarkan mereka mengambil mu menjauh dariku lagi. Jika mereka mau untuk membawamu pergi, maka mereka harus memotong jemariku satu persatu."


Steven mencoba berbicara dengan penuh usaha, "apakah kau percaya padaku?"


Willa berkata, "iya, tentu saja aku percaya kepadamu."


Steven berkata, "dengarkan aku. Aku berjanji kepadamu bahwa aku tidak akan membiarkan seseorang untuk membawa diriku menjauh darimu. Jadi, bisakah kau melepaskan aku, kumohon."


Willa tampak bingung, dia takut dan ragu antara melepaskan Steven atau tidak. Pada akhirnya dia memutuskan untuk melepaskan Steven kemudian dengan mulai melepaskan jemarinya satu persatu dengan perlahan dan kemudian melepaskan pelukannya dari tubuh Steven.


Kemudian setelah itu Steven berkata, "biarkan aku membawamu ke rumah sakit untuk mengobati luka mu."

__ADS_1


Willa berkata, "tidak, aku tidak butuh untuk pergi ke rumah sakit dan aku tidak akan pergi ke manapun kecuali ke rumah mu bersama dengan dirimu."


"Setidaknya biarkan para petugas untuk mengobati lukamu di sini, di kantor polisi." Balas Steven terus mencoba membujuk Willa agar mau diobati lukanya.


Willa lantas mengangguk dan berkata kepada Steven.


"Aku tidak akan membiarkan orang lain dari mereka untuk mendekat kepadaku, untuk memaksa aku dan membawa diriku menjauh darimu. Ngomong-ngomong, mereka tidak akan bisa mengobati lukaku. Aku sudah memberitahukan kepadamu sebelumnya bahwa tidak ada orang lain yang bisa mengobati lukaku kecuali dirimu."


"Baiklah, aku menyerah. Aku akan mengobati luka mu sendiri." Ucap Steven seraya menghela napas.


Willa merasa begitu kegirangan hingga membuatnya menjadi tersenyum.


Kemudian salah seorang petugas polisi itu membawa kotak p3k dan memberikan kepada Steven. Lalu Steven pun mulai untuk mengobati luka di tangan Willa.


Sementara Willa sendiri tersenyum kepada Steven dan berkata padanya,


"Kau memang selalu punya keajaiban di tanganmu. Aku sudah tidak lagi merasakan sakit di tanganku, setelah kau memegang tanganku."


Steven sangat lelah dan tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Dia sudah melewati hal yang begitu berat dan membuatnya banyak pikiran hari ini. Dia mengalami begitu banyak hal yang terjadi kepadanya hari ini, yang mana dia tidak pernah mengalami semua ini sebelumnya dan dia tidak tahu bagaimana cara menghadapinya. Semua ini terjadi kepadanya hanya dalam waktu 1 hari saja.


Jadi dia berkata kepada Willa, "terima kasih, aku harap tanganmu sembuh dengan cepat. Sekarang, ayo kita kembali ke rumah."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2