Cinta Membuat Aku Gila

Cinta Membuat Aku Gila
25. Akting


__ADS_3

Steven terus menjelaskan tentang skrip film yang akan coba diperankan oleh Willa.


"Tiba-tiba salah seorang temanmu yang merupakan sepupuku mengatakan kepadamu bahwa aku kembali hari ini dan aku sudah sembuh. Kau tidak tahu harus melakukan apa. Setelah kau mengetahui hal itu, kau pun pergi dengan menggunakan taksi menuju airport. Tapi sayangnya taksi itu berhenti di tengah jalan karena macet."


"Kau tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Jadi kau memutuskan untuk memilih keluar dari dalam taksi dan menyelesaikan perjalanan mu pergi ke airport dengan berjalan kaki. Tapi saat kau keluar dari dalam taksi, kau benar-benar tidak bisa menahan dirimu sendiri untuk berlari, karena kau ingin bertemu denganku secepat mungkin."


"Dan saat kau hampir tiba di airport, kau melihatku dari jauh dan......"


Tiba-tiba Willa berkata, "aku sudah mengerti situasinya Tuan."


"Apa kau ingin membaca skrip nya lebih dulu sebelum kita mulai?" Ucap Steven.


"Tidak perlu Tuan, aku sudah mengerti semuanya karena shooting adegan ini yang terus menerus dilakukan berulang-ulang sejak tadi. Jadi aku sudah mengerti alur nya." Ucap Willa.


Steven membuka pintu taksi untuk Willa dan berkata kepadanya, "Willa, masuklah ke dalam taksi. Aku akan menunggumu di ujung jalan ini, di pintu gerbang masuk airport."


"Baik Tuan, sampai bertemu di sana." Ucap Willa.


"Sampai bertemu di sana Willa." Balas Steven.


Setelah itu Willa masuk kedalam taksi dan Steven beranjak pergi ke ujung jalan itu.


Saat Steven sampai di pintu gerbang airport, asisten Steven memberikan tanda kepada Willa untuk mulai berakting.


Willa langsung memberikan uang kepada sopir taksi dan berkata, "aku akan melanjutkan perjalanan ke airport dengan jalan kaki saja. Terimakasih Pak, tapi aku sangat terburu-buru. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi."


Setelah itu Willa keluar dari dalam taksi. Dia mulai untuk berlari lurus ke arah dimana Steven berada. Dia berbicara pada dirinya sendiri dengan air matanya yang mulai jatuh di pipinya.


'Ini akan menjadi perjalanan yang sangat panjang untukku. Aku tidak bisa menunggu untuk melepaskan semua perasaan yang selama ini aku tahan di dalam diriku.'


Willa berlari dengan cepat dan sangat cepat sembari dia terus berbicara kepada dirinya sendiri dengan air matanya yang terus terjatuh di pipinya seperti air sungai.


'Akhirnya aku akan membiarkan perasaanku terlepas dari semua rasa sakit ini, dimana selalu mengikat diriku dari dalam dengan sangat erat. Hari ini, apapun konsekuensi yang akan terjadi, aku tidak akan bisa menahan diriku lagi, tidak akan lagi.'


Di sisi lain, Steven tengah menunggu kedatangan Willa dengan tidak sabar untuk melihatnya dan dia juga tengah berbicara pada dirinya sendiri.


'Ada apa dengan diriku? Kenapa aku ingin melepaskan semua perasaan yang aku tahan selama ini untuk mengakui pada diriku sendiri dan juga untuk menunjukkan pada mereka semua bahwa aku sudah melupakan Lucy. Lucy adalah gadis yang baik dan aku tidak mau menyakiti perasaan nya. Tapi maafkan aku Lucy, ini semua terlalu sulit untuk bisa aku tahan lagi.'


Steven terus berbicara pada dirinya sendiri.


'Willa, kau masuk ke dalam hidupku hanya dalam waktu dua hari saja. Tapi dua hari itu sangat berarti dalam hidupku. Aku merasa bahwa aku terlahir hanya untuk di hari pertama saat aku melihatmu. Aku tidak tahu bagaimana perasaanku sebenarnya saat pertama kali aku melihatmu berlari mendekat ke arahku. Kau melihat kearah mataku dengan penuh cinta dan juga kerinduan. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat kau memeluk diriku. Tapi satu hal yang aku yakini adalah, aku akan melawan seluruh dunia ini untukmu. Karena aku menjadi tidak perduli dengan apapun dalam dunia ini, tidak pada siapapun kecuali dirimu Willa.'


Sementara Willa sendiri terus berlari dan dia juga tetap bicara pada dirinya sendiri dengan air matanya yang terus mengalir seperti air sungai di pipinya.


'Aku bisa berlari ratusan kilometer hanya untuk bisa melihat cinta di matamu untukku. Aku bisa berlari sampai matahari mati atau dengan kata lain dunia ini berakhir, hanya untuk mendengarkan kau yang mengatakan bahwa kau mencintai aku dan kau merindukan aku.'


Tiba-tiba Steven melihat Willa saat dia sudah setengah jarak untuk mencapai dirinya, saat Willa berlari dengan cepat berlari lurus ke arah dirinya.


Saat Steven melihat Willa yang berlari kearah nya dan semakin mendekat, Steven mulai bergerak. Dia hanya membuat satu langkah untuk mendekat ke arah Willa. Tapi kemudian dia berhenti saat dia berbicara pada dirinya sendiri.


'Setiap kali kau berjalan mendekat ke arahku, kau membuat aku merasa gila.'


Willa sendiri terus berlari mendekat kearah Steven. Begitu juga dengan Steven yang terus melangkah mendekat kearah Willa. Kemudian Steven kembali berhenti melangkah dan bicara dengan dirinya sendiri lagi.


'Aku tahu seharusnya aku menunggu dirimu di sini untuk mendekat kearah ku tanpa membuat langkah mendekat kearah mu. Tapi aku tidak bisa menahan diri ku untuk berlari mendekat kearah mu, Willa.'

__ADS_1


Willa terus berlari mendekat kearah Steven. Kemudian Steven lagi-lagi berhenti melangkah pelan dan kembali lagi bicara pada dirinya sendiri.


'Caramu berlari mendekat kearah ku, itu membuatku merasa begitu gila karena itu semua menunjukkan kepadaku seberapa besar ketidak sabaran mu dan rasa putus asa mu untuk bisa mendekat kearah ku, begitu juga dengan ku Willa.'


Secara tiba-tiba Steven mulai berlari mendekati ke arah Willa dengan sangat cepat dan disaat yang bersamaan dia bicara lagi pada di dirinya sendiri.


'Willa, aku tidak bisa menahan diriku sendiri lagi. Willa kau tidak tahu apa yang sudah kau lakukan kepadaku. Kau membuat aku kehilangan akal ku kapanpun kau berada di dekatku.'


Willa yang melihat Steven berlari ke arahnya mematung sesaat.


Setelah itu Willa pun menyadari bahwa Steven terus berlari ke arahnya dan hal itu membuat Willa menjadi semakin menggila. Dia berlari lebih cepat dari sebelumnya untuk bisa mencapai Steven dengan dia bicara pada dirinya sendiri dan air matanya mulai jatuh lagi di pipinya. Tapi di saat yang bersamaan dia merasa begitu bahagia.


'Oh ya Tuhan, melihat dia berlari dengan cepat ke arahku dengan cara seperti hal yang sama dengan yang aku lakukan. Padahal sebenarnya dia itu seharusnya tetap berdiri di pintu gerbang airport. Hal itu membuat napas ku terasa berhenti.'


'Jantungku berdegup begitu kencang. Bahkan aku merasakan bahwa kakiku mulai terasa lunglai. Tapi aku tidak bisa menahan diriku untuk berlari mendekat kearah nya dengan lebih cepat. Dia merubah apa yang seharusnya dilakukan dari skenario sebenarnya. Apakah dia berlari kearah ku tanpa sadar? Apakah aktingnya benar-benar merespon kepadaku? Aku harap jika pikirannya juga melakukan hal yang sama.'


Kemudian suara napas Willa terdengar begitu keras karena dia kelelahan dan terus berlari kearah Steven.


'Oh ya Tuhan, dia semakin dekat denganku. Hah, ini hanya tinggal beberapa meter lagi jarak yang memisahkan aku untuk mendekat ke arahnya.'


Secara tiba-tiba Steven membuka tangannya dengan lebar dengan tujuan untuk membuat Willa memeluk dirinya dengan dia yang tersenyum dan terus berlari mendekat kearah Willa dengan sangat cepat.


Di sisi lain Willa terus berlari dan bicara pada dirinya sendiri dengan napasnya yang terasa berat.


'Oh ya Tuhan, dia membuka tangannya dengan lebar untuk membuat aku berada dalam pelukannya. Hah, adegan ini benar-benar berubah. Apakah dia melakukan semua ini karena perasaan dirinya yang sebenarnya dan didasari oleh rasa cintanya padaku?'


Kemudian Willa mulai menangis dengan keras.


'Inilah apa yang aku inginkan selama ini, dengan melihat dia tersenyum begitu tampan dan senyumnya yang sangat menawan itu yang berasal dari dalam hatinya kepada ku. Melihat dia membuka tangannya dengan lebar untukku, seolah dia berkata kepadaku, 'biarkan aku membawamu ke dalam hatiku untuk membuatmu mendengarkan detak jantungku dan biarkan aku membawamu ke dalam jiwaku untuk menyelami nya karena aku tahu dengan benar bahwa kau hanya hidup dan bernapas untukku.'


Willa kembali berkata pada dirinya sendiri seraya melihat dan tersenyum kearah Steven.


'Steven, aku sudah tenggelam dalam dirimu dan aku tidak akan pernah bisa mendorong diriku untuk menjauh dari sisimu. Aku akan memberikan semuanya hanya untuk bisa bersamamu satu malam saja. Aku akan mengambil resiko apapun dari hidupku untuk bisa merasakan tubuhmu disisi ku. Karena cintamu sudah membuat aku gila dan sudah menjadi bagian dari setiap sudut di dalam diriku. Kau adalah cintaku selamanya.'


Disisi lain Steven membalas senyuman Willa saat dia berlari mendekat kearah Willa dengan. Dia terus membuka lengannya dengan lebar untuk Willa dan bicara pada dirinya sendiri.


'Akhirnya Willa, aku bisa melihat kebahagiaan yang sebenarnya dari dalam matamu yang sudah lama terisi dengan air mata dan keputusasaan dan juga kesedihan.'


Saat keduanya sudah berhadapan, Willa langsung menjatuhkan dirinya dalam pelukan Steven. Steven pun langsung mendekatkan Willa ke tubuhnya dengan memeluk Willa dengan sangat erat. Steven membuat wajah Willa tenggelam di dadanya yang bidang. Sementara wajah Steven sendiri tenggelam di leher Willa karena Willa memang lebih pendek dari dirinya.


Willa tenggelam dalam hangatnya pelukan Steven. Tidak hanya itu, Willa juga merasakan bahwa tubuhnya ditekan dengan lembut dan lebih hangat, hingga membuat Willa merasakan seolah kupu-kupu berterbangan dari dalam tubuhnya karena rasa yang begitu bahagia.


Di sisi lain, Steven merasakan lembutnya kulit Willa yang menyentuh dirinya dan merasakan hangatnya tubuh Willa juga napasnya yang berhembus hingga membuatnya terlena. Mereka berdua seolah melebur dengan rasa rindu yang selama ini mereka rasakan. Napas mereka dan dunia di sekeliling mereka seolah melebur pergi dengan semua orang-orang yang ada di sekeliling mereka. Semua itu seolah menghilang begitu saja dan dunia terasa begitu kosong bagi mereka berdua dan hanya ada mereka berdua di dunia ini.


Mereka berdua bahkan tidak mau momen ini berakhir dengan cepat. Jadi mereka tetap berdiri seperti itu saling berpelukan beberapa saat.


Di saat itu, saat mereka memeluk satu sama lain sejuta harapan muncul dari dalam diri mereka masing-masing. Ada sejuta kata yang selama ini terhalang dalam pikiran mereka dan ingin mereka katakan, tapi lidah mereka seolah membeku.


Saat Steven semakin mengeratkan pelukannya dan membuat wajahnya tenggelam di leher Willa, dia merasakan bahwa pelukan Willa merupakan tempat ternyaman bagi dirinya dan dia berharap jika dia bisa seperti itu selamanya.


Di sisi lain, Willa juga membalas pelukan Steven dan mengarahkan jemari nya ke arah rambut Steven. Menyugar rambut Steven seraya terus membayangkan saat Steven membuka lengan untuknya. Willa benar-benar merasa tidak bisa sabar untuk bisa mencapai pelukan Steven. Tapi ini adalah pertama kalinya dimana Willa berharap jika Steven terus bisa memeluk dirinya seperti itu, mendekap seluruh tubuhnya dengan pelukan itu. Seolah Steven merupakan sweater yang begitu hangat bagi dirinya.


Willa tetap idak mau melepaskan dirinya dari pelukan Steven. Karena dia merasa jika dia terus berada dalam pelukan Steven, semua rasa sakit yang dia rasakan selama ini langsung pergi begitu saja. Dan Willa juga berharap bahwa dia bisa berada dalam pelukan Steven selamanya. Karena pelukan Steven, membuatnya merasa aman dan hangat di dalam dunia ini.


Secara tiba-tiba terdengar suara Willa menangis.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Steven langsung melepaskan pelukannya. Willa yang tampak menangis hanya bisa tertunduk dan sesenggukan. Hal itu membuat Steven lantas memegang kedua tangan Willa lalu melihat ke wajah Willa dengan dekat dan kemudian memegang dagu Willa agar bisa menatapnya. Steven lantas memandang mata Willa yang merah dan berair itu.


Steven lalu bertanya, "kenapa kau menangis seperti itu?"


Willa lalu balik memegang wajah Steven dengan kedua tangannya. Dia melihat ke arah mata Steven dengan tatapan yang begitu dalam dan penuh cinta juga kerinduan dan memohon kepada Steven. Namun, dia tidak bisa berbicara dengan benar karena tangis nya yang begitu membuatnya napasnya naik turun. Kemudian perlahan, Willa mulai berbicara.


"Aku tidak mau pergi dari dalam pelukanmu. Bisakah kau membiarkan aku terus berada di dalam pelukanmu? Aku benar-benar butuh untuk mendengar suara detak jantung mu. Karena mendengar suara detak jantung mu, itulah yang membuatku terus hidup."


Dengan begitu cepat Steven langsung kembali memeluk Willa dengan sangat erat. Dia juga memegang leher belakang Willa dan juga rambutnya dari belakang dengan tangannya yang lainnya dan mengusapnya dengan begitu lembut.


Kemudian Willa menangis dan berkata "Oh ya Tuhan aku pikir..."


Steven pun berkata saat dia masih memeluk Willa dengan sangat erat.


"Tidak apa-apa, aku ada disini bersamamu."


"Aku sangat ketakutan." Ucap Willa dengan suaranya yang gemetar kemudian dia mulai menangis dan dia lalu memegang wajah Steven dengan kedua tangannya melihat ke arah mata Steven dengan begitu dalam dan berkata, "aku mencintaimu. Aku pikir aku akan kehilanganmu selamanya."


"Kau tidak akan pernah kehilangan aku. Aku ada disini bersama mu." Balas Steven.


Kemudian Willa berkata dengan suaranya yang bergetar karena dia yang masih menangis dengan sesungguhnya dan masih dalam pelukan Steven.


"Kau yang membuat hatiku terluka dan berdarah karena kepergian mu. Aku sangat ketakutan untuk kehilangan dirimu lagi. Bisakah kau biarkan aku berada dalam pelukanmu?"


Steven menarik Willa semakin dekat dari sebelumnya dan memeluknya dengan begitu erat. Kemudian dia hendak berkata, namun tiba-tiba Willa mendorong Steven dengan lembut dan melihat kearah mata Steven dengan matanya sendiri yang penuh dengan tatapan memohon. Willa menaruh jari telunjuk nya di depan bibir Steven dengan maksud untuk tidak membiarkan Steven bicara.


Willa kembali mencoba bicara dengan suara tangisannya yang masih keras. Sementara Steven sendiri menahan dirinya dan melihat kearah Willa.


Willa pun kembali berkata, "kumohon. Aku mencoba dengan sangat keras untuk memberanikan diriku untuk mengatakan hal itu padamu. Untuk terakhir kalinya biarkan aku menyelesaikan apa yang sangat ingin aku katakan kepadamu. Setelah itu aku akan mendengarkan apapun yang ingin kau katakan padaku."


Saat itu juga, Steven langsung menganggukkan kepalanya dan setuju dengan apa yang ingin dilakukan oleh Willa. Dan dia sendiri sebenarnya sangat ingin mendengarkan apapun yang ingin dikatakan Willa padanya. Setelah itu, dia akan mengatakan kepada Willa apapun yang ingin dia katakan.


Kemudian Willa menatap mata Steven dengan matanya sendiri yang penuh dengan air mata. Dia memegang tangan Steven dengan lembut dan menaruh telapak tangan Steven di dadanya dan mulai berkata,


"Jantung ini hanya berdetak untukmu."


Kemudian Willa beralih menaruh tangan Steven di hidungnya dan kembali berkata, "apakah kau merasakan napas itu? Aku akan terus bernapas dan hidup hanya untuk dirimu."


Kemudian Willa menarik tangan Steven dan menaruhnya di matanya dan berkata, "mata ini tidak melihat hal lainnya kecuali dirimu. Aku menyukai mataku saat kau melihat ke arahnya. Aku mencintai namaku saat kau menyebutnya. Aku mencintai hatiku, saat kau menyentuhnya. Aku merasa bahwa aku akan hidup hanya saat kau ada dalam hidupku. Karena setiap jam yang aku lewati bersamamu adalah 60 menit dalam hidupku. Dan juga waktu yang aku habis kan jauh darimu, aku tidak bisa menghitung saat itu sebagai bagian dari hidupku."


"Aku hanya melupakan diriku sendiri dalam pelukanmu, karena kau sangat berarti segalanya bagiku. Kau adalah napas yang aku hirup untuk tetap bisa hidup. Kau adalah langkah kaki yang selalu menuntunku. Kau adalah lilin dalam gelap ku, yang bisa menerangi ku. Kau juga adalah perapian bagiku saat malam yang dingin. Di dalam dunia yang penuh dengan kebohongan ini, kau adalah kebenarannya."


"Tidak ada cinta yang lebih dalam di dunia ini dibandingkan dengan cintaku. Aku mempunyai perasaan yang sangat dalam dan juga cintaku untukmu dan itu berasal dari dalam jiwaku, dari dalam lubuk hatiku, dari dalam seluruh diriku, dan juga dari dalam seluruh jiwaku. Aku mempunyai tali yang tidak bisa diputuskan oleh kenyataan dan cinta murni yang akan bertahan sepanjang hidup. Tidak, cintaku itu juga akan bertahan sampai setelah kehidupan berakhir. Aku akan selalu mencintaimu sebanyak ini. Aku tahu semua ini berlebihan. Jadi aku dengan berani mengatakannya, ini semua berasal dari dalam hatiku.


Bersambung....


NB: Ada satu komen yang mengatakan bahwa kisah ini berbelit-belit. Mohon maaf ya bagi semua yang tidak suka dengan alurnya. Tapi, selera orang kan beda-beda.


Kisah ini memang hanya berfokus pada 2 orang, yakni Steven dan Willa.


Jadi, biarkan kisah ini berjalan sesuai dengan ide dan pikiran author ya.


Semoga kalian tetap suka... 😊😊


Salam hangat,,

__ADS_1


La-Rayya... ❤️


__ADS_2