
Setelah itu Steven berkata kepada Willa dengan memeluk Willa dan duduk di atas tempat tidur.
"Kadang-kadang suatu hal yang sama terjadi kepada kembar identik. Aku sangat mencintaimu sama seperti dia mencintaimu...."
Tapi Willa tidak mengatakan satu patah kata pun.
Kemudian Steven kembali berkata kepada Willa dengan ucapan yang sama, dimana hal itu pernah dikatakan Willa kepada Steven sebelumnya disaat kisah mereka baru di mulai.
"Tidak peduli kau berasal dari mana atau dimana dirimu berada atau siapa dirimu atau dengan siapa kau tinggal, cintamu akan terus menjadi darah dalam hidupku sampai hari terakhir dalam hidupku. Kau akan menjadi satu-satunya orang yang akan hidup di sampingku karena cintamu sudah menyebar ke seluruh tubuhku dan menjadi bagian dari setiap sudut dalam diriku selamanya."
"Kau sudah menyatu dengan tubuhku, darahku, jiwaku, tulang ku, sampai tidak ada tempat di dalam diriku yang tidak mencintai dirimu atau orang lain selain dirimu, karena cintamu sudah mengisi diriku sampai aku tenggelam di dalamnya. Jadi mataku tidak bisa melihat yang lainnya kecuali dirimu. Hatiku tidak bisa mencintai yang lainnya selain dirimu, perasaanku tidak bisa merasakan hal yang lainnya kecuali dirimu. Percayalah padaku, aku tidak bisa menemukan tempat ternyaman selain dari dirimu. Aku tidak bisa jauh darimu karena kau adalah tempat ternyaman bagiku dalam hidup ini."
Tapi apa yang dilakukan Willa, dia hanya menatap Steven dalam diam dan terus saja menangis.
Kemudian Steven melepaskan pelukannya dari Willa, lalu bangkit dari atas tempat tidur dan berlutut di bawah lantai dihadapan Willa. Dia lalu memegang tangan Willa yang posisinya tengah duduk di atas tempat tidur, kemudian menatap ke arah mata Willa dengan begitu dalam. Steven lalu berkata kepada Willa dengan ucapan yang sama dengan yang pernah dikatakan Willa kepadanya sebelumnya di awal pertemuan mereka.
"Bagaimanapun aku hanyalah seorang pria yang berlutut di hadapan seorang wanita, meminta cintanya. Meminta dia untuk hidup bersama ku. Aku tidak mau jawaban apapun darimu sekarang. Aku bisa menunggu dirimu selamanya. Tapi aku memohon kepadamu untuk membiarkan aku berada di sampingmu dan hidup di dekatmu."
"Jika kau tidak membiarkan aku melakukannya, aku bisa pastikan padamu, bahwa aku akan mati."
Willa lalu tiba-tiba keluar dari kebisuannya dan berkata kepada Steven dengan menatap mata Steven dan mengusap air matanya sendiri dengan tangannya dan berkata, "aku tidak akan pernah bisa menikah denganmu."
Steven tampak terkejut dan menatap kearah Willa dengan tajam. Kemudian Willa kembali berkata kepada Steven, "kau sudah punya seorang tunangan."
__ADS_1
Steven lalu melihat kearah lantai, menggelengkan kepalanya dan menggigit bibirnya. Lalu dia tersenyum karena dia tahu bahwa Willa juga sangat menginginkan dirinya. Tapi ada suatu hal dalam pikiran Willa yang membuat dia berpikir bahwa dia tidak akan pernah bisa untuk mendapatkan dirinya.
Setelah itu Steven kembali melihat ke arah mata Willa dengan dirinya masih berlutut di depan Willa dan memegang tangan kanan Willa sementara Willa duduk di atas tempat tidur rumah sakit.
"Tidak, pertunangan itu sudah berakhir. Sekarang kau sudah tidak punya alasan lagi untuk menolak ku, bukan begitu?"
Willa tampak begitu terkejut dan menatap kearah Steven dengan tajam. Hal itu berlangsung beberapa saat. Setelah itu Willa melihat kearah lainnya, dan tidak menatap Steven, kemudian dia berkata,
"Jika aku jatuh cinta padamu, kau akan selalu berpikir bahwa aku hanya menganggap dirimu sebagai pengganti dari saudaramu. Jadi hubungan kita tidak akan pernah bisa berhasil."
Kemudian Steven menarik Willa lagi mendekat kearah wajahnya dengan tangannya yang masih memegang tangan kanan Willa lalu mendekat kearah wajah Willa dan menatap Willa dengan penuh hasrat. Kemudian dia berkata kepada Willa, "ayolah, lihat mataku dan katakan hal itu lagi."
Tapi Wila tidak bisa terus melihat ke arah mata Steven. Jadi dia mengalihkan kepalanya ke arah sisi lain untuk melihat ke arah lainnya dibandingkan harus melihat wajah Steven.
Kemudian Steven memegang dagu Willa dengan tangannya yang lain dan memaksa Willa untuk melihat kearah matanya seraya dia berkata kepada Willa.
Tiba-tiba mata Willa basah saat dia berkata kepada Steven dengan suara yang bergetar.
"Kau mungkin berkata bahwa aku ini gila. Tapi bagiku, kalian berdua bukanlah orang yang berbeda. Bagiku kalian adalah dua salinan dari salah satu orang yang aku cintai. Apapun namanya, baik itu Dion ataupun Steven, aku tidak peduli. Karena kalian berdua orang yang sama bagiku. Jadi aku mencintai setiap orang dari kalian berdua sebanyak aku mencintai yang lainnya. Jika kau bisa mempercayai hal itu, maka aku akan menikah denganmu setelah 11 hari dari sekarang, tapi dengan satu syarat."
Steven tampak sumringah dan tersenyum. Dia kemudian berkata kepada Willa, "aku akan mendengarkan mu. Apa syarat darimu?"
Kemudian Willa menekan tangannya dengan jemarinya sangat keras karena rasa malu saat dia mengatakan kepada Steven....
__ADS_1
"Jika kau berjanji kepadaku, bahwa kau akan selalu ada di sampingku dan tidak akan pernah meninggalkan aku."
Setelah itu Willa menggigit bibirnya dan kembali berkata, "maka aku akan membiarkan mu menikahi aku setelah 11 hari dan membuat aku menjadi milikmu."
Tanpa keraguan dan dengan suara yang sangat romantis Steven pun berkata kepada Willa dengan mendekat kearah Willa dan hendak mencium Willa.
"Aku berjanji kepadamu bahwa selama aku hidup, aku tidak akan pernah berani untuk meninggalkan sisimu. Percayalah, tidak ada kehidupan bagiku jika aku menjauh darimu karena kau itu adalah hidup bagiku."
Steven mendekap Willa, lalu mendekatkan bibirnya kepada bibir Willa. Namun Willa menaruh jemari nya di bibir Steven dengan cepat, untuk menghalangi ciuman Steven kepadanya. Kemudian dia berkata...
"Aku sebelumnya selalu mencium dirimu, karena aku berpikir bahwa kita adalah pasangan suami dan istri. Tapi mulai sekarang dan seterusnya, tidak ada ciuman apapun sampai kita resmi menikah."
Kemudian Steven tampak terkejut dan sekaligus rasa sedih muncul dengan jelas di wajahnya. Dan dia berkata dengan keras, "itu semua tidak adil. Aku akan menghabiskan waktu 11 hari tanpa mencium mu! Itu waktu yang sangat lama. 11 hari itu akan berlalu selamanya bagiku dan itu akan sangat sulit untuk aku lakukan."
Tiba-tiba mereka semua, orang tua Steven, dan Mama Willa yang ada di dalam ruangan itu, bahkan Willa sendiri tertawa dengan keras dan Tuan Adam lalu berkata kepada Steven saat dia tertawa.
"Steven, kau mengatakan hal itu dengan sangat keras. Kami semua bisa mendengarnya. Dimana putra ku yang pemalu itu pergi? Aku tidak bisa menemukan dirinya lagi."
Kemudian wajah Steven tampak merah karena malu dan menjauhi bibirnya dari bibir Willa dan berkata kepada papanya.
"Terima kasih Pa, dengan perkataan Papa yang membuat aku malu."
Tiba-tiba Willa berhenti tertawa dan berkata kepada Steven.
__ADS_1
"Tapi Steven, aku harus membawa putriku kembali pulang ke kota kami lebih dulu. Ada suatu hal yang sangat penting yang ingin aku lakukan sebelum pernikahan kita."
Bersambung....