
Tiba-tiba Willa menjatuhkan remahan makanan di sudut bibir Steven. Dengan jantung yang berdegup kencang, Willa mengusap makanan itu dengan jemari nya.
Dia tersenyum dan berkata kepada Steven, "aku minta maaf. Aku tidak melakukannya dengan sengaja."
Steven menatap ke arah mata Willa dengan penuh hasrat. Steven lalu mengangkat tangannya kemudian memegang rambut Willa menyingkirkan nya dari wajah Willa dan menaruhnya di belakang telinga Willa. Saat dia memindahkan jemarinya di belakang telinga Willa, dan kemudian beralih ke leher Willa dan terus menyentuh area itu dengan lembut.
Willa menatap Steven kemudian dia berbicara pada dirinya sendiri.
'Aku tahu maksudnya menatap ku dengan cara seperti ini. Apakah dia ingin mencium ku lagi? Aku tidak menangis, jadi dia tidak perlu bersikap seperti ini karena ingin menghiburku dan aku bahkan tidak memintanya melakukan apapun. Jadi, apakah dia akan mencium ku dengan keinginannya sendiri? Apakah dia mulai untuk mencintai aku? Apakah dia mulai untuk mengingatku? Aku merasa seperti jantung ku hendak berhenti. Oh ya Tuhan, dia mendekat kearah bibirku. Aku sangat tidak sabar menunggu momen ini.'
Tiba-tiba Willa menutup matanya. Willa mendekatkan bibirnya kearah bibir Steven, dan disaat yang bersamaan Steven juga mendekatkan bibirnya ke arah Willa. Mereka mulai dapat merasakan napas mereka masing-masing. Mereka berdua mulai membuka mulut mereka untuk menyentuh bibir satu sama lain dengan maksud untuk saling mencium.
Tiba-tiba ponsel Steven berdering.
Keduanya langsung terdiam dan menatap satu sama lain tanpa mengatakan satu patah kata pun.
Ponsel Steven kembali berdering...
"Ponsel mu berdering lagi. Aku rasa kau harus menjawab panggilan itu. Mungkin itu sesuatu yang sangat penting." Ucap Willa.
__ADS_1
"Itu adalah sopir ku. Aku tidak tahu kenapa dia terus menelpon ku terus menerus. Ini adalah pertama kalinya dia melakukan hal seperti ini. Aku minta maaf Willa, aku harus menjawab panggilan ini."
Steven hendak mengangkat panggilan telpon itu, tapi dia masih berbicara pada dirinya sendiri.
'Terima kasih Tuhan, sopir ku menelepon tepat waktu. Aku hampir saja lupa pada diriku sendiri dan kali ini, jika hal itu terjadi, semuanya akan terasa sangat rumit dan kemudian tidak akan ada cara untuk menghindari semuanya.'
Kemudian Steven mengangkat telepon itu dan berkata, "ada apa Jack? Apakah semuanya baik-baik saja? Kenapa kau menangis seperti itu?"
"Anak saya mengalami sakit perut kemarin malam. Jadi saya membawanya pergi ke dokter dan dokter memberikan saya beberapa obat dan pereda rasa sakit. Setelah itu anak saya menjadi lebih baik dan kondisinya sudah kembali normal. Tapi hari ini, putra saya tiba-tiba kembali berteriak kesakitan, dan kulitnya tampak begitu pucat. Saya merasa begitu panik dan saya kemudian dengan cepat membawa dia ke rumah sakit terdekat dari rumah saya. Kemudian dokter mulai memeriksa putra saya lagi. Dokter lalu mengatakan bahwa hidup putra saya dalam bahaya." Ujar sopir Steven yang bernama Jack itu.
"Kenapa dokter mengatakan hal seperti itu? Apa yang salah dengan putra mu?" Tanya Steven.
"Jangan khawatir, biar aku yang mengurus semua ini, oke. Katakan kepadaku, di rumah sakit mana putra mu berada? Aku akan membuat putra mu di tangani dengan baik oleh dokter berpengalaman tinggi dan hari ini setelah semua pekerjaanku selesai, aku akan mengunjungi putra mu." Ucap Steven.
"Terima kasih Tuan." Balas Jack.
Setelah Steven mengakhiri panggilan telpon itu, dia berkata kepada Willa.
"Aku minta maaf Willa, aku harus pergi sekarang. Seperti yang kau dengar, sekarang aku harus mencari sopir yang lainnya untuk menggantikan dia sampai putranya sembuh."
__ADS_1
Kemudian Willa berkata, "ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku diskusikan dengan mu sebelum kau pergi. Aku minta maaf, karena aku selalu mengambil banyak waktumu. Tapi aku tidak akan mengambil waktu yang cukup lama, ini hanya sebentar saja."
Kemudian Willa melanjutkan bicaranya dengan dirinya yang berusaha dengan keras menahan air matanya.
"Aku ingin jujur kepadamu, ada suatu ketakutan yang menghantui diriku. Air mata yang berasal dari dalam diriku mengatakan bahwa kau mungkin tidak mengingat aku untuk sepanjang hidupmu, dan suatu hari nanti, kau mungkin akan pergi untuk membuat aku menjauh darimu....."
Steven hendak mengatakan sesuatu, namun Willa dengan cepat menaruh jemari nya dengan lembut di mulut Steven untuk menghentikan Steven mengatakan sesuatu dan kemudian dia kembali berkata,
"Tolong, kumohon kepadamu biarkan aku menyelesaikan ucapan ku lebih dulu. Aku tidak bisa menahan diriku sendiri untuk mengatakan semua ini, karena sangat sulit untukku mengatakan semua ini."
"Aku bukanlah orang bodoh, aku tahu bahwa hidup ini sangat kejam dan sangat sulit untuk hidup saat seperti ini. Di masa lalu, kaulah orang yang membantu aku untuk hidup di dunia yang kejam ini. Tapi sekarang kau melupakan aku. Aku tidak menyalahkan mu. Ini adalah takdirku dan aku menerimanya. Aku tidak peduli tentang apapun di dunia ini kecuali dirimu. Tidak peduli apakah kau mengingatku atau tidak, aku akan selalu setia, jujur dan selalu mencintaimu. Aku bisa melupakan diriku sendiri, tapi aku tidak akan pernah bisa untuk melupakanmu karena kau lebih berharga dibanding diriku dan lebih berharga dibanding hidupku sendiri."
"Jika kau tidak mengingat aku, aku akan menerima cintaku bertepuk sebelah tangan. Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah lagi memintamu untuk membalas cintaku dan aku tidak akan pernah, tidak akan pernah lagi mengganggu dirimu dengan perasaanku ini. Selama aku bisa melihatmu hidup dengan sehat dan bahagia di depanku, karena itu semua yang sangat aku pedulikan dalam hidup ini dan semua itu yang aku inginkan dalam hidupku ingin."
"Meskipun itu semua akan terasa sangat sulit bagiku. Tapi aku akan menerima semua itu. Tapi hal yang tidak akan pernah aku bisa terima selamanya dan itu akan membunuhku secara perlahan dengan cara yang paling buruk adalah, jika suatu hari aku melihatmu ingin membuatku menjauh dari hidupmu."
"Aku akan selalu mengetahui bahwa kau adalah suamiku. Tapi aku tidak akan pernah memintamu untuk menganggap aku sebagai istrimu. Aku tahu bahwa kau mempunyai kehidupan yang berbeda sekarang. Di mana mungkin, tidak ada tempat untukku di dalamnya. Jadi aku tidak akan pernah mengatakan kepada orang lain bahwa aku adalah istrimu, sampai kau mengingat aku dan kau sendirilah yang akan mengatakannya kepada semua orang. Jika kau tidak akan pernah mengatakan itu kepada semua orang tentang hal itu, aku tidak akan pernah merusak kehidupan barumu."
"Biarkan aku bekerja padamu untuk tetap bisa hidup di dekatmu. Aku tahu bahwa kau adalah seorang pria yang selalu bisa memegang janjimu. Jadi aku ingin kau berjanji bahwa aku tidak akan pernah pergi jauh dari hidupmu. Biarkan aku bekerja sebagai pelayan, atau sebagai sekretaris, atau apapun yang kau inginkan. Aku akan sangat bersyukur dan berterima kasih kepadamu sepanjang hidupku. Apa kau tahu sesuatu, setidaknya biarkan aku menjadi sopir mu. Aku bisa melakukannya."
__ADS_1
Bersambung....