
3 hari kemudian....
Pada waktu sore hari...
Hari itu adalah pernikahan Steven dan Willa...
Di dalam sebuah hotel, dimana Steven dan Willa akan menyelenggarakan pesta pernikahan mereka, Steven tengah berdiri di depan ruangan di mana Willa tengah mengganti pakaiannya. Steven dengan tidak sabar menunggu untuk bisa melihat Willa menggunakan gaun pengantin. Tapi Steven tidak bisa menunggu lebih lama lagi, jadi dia mengetuk pintu dari ruangan itu.
"Siapa itu?" Tanya Willa.
"Ini aku, pengantin mu. Apakah kau masih butuh waktu lebih lama lagi?" Balas Steven.
Saat ini, ada seseorang yang tengah membantu Willa untuk mengganti pakaiannya karena Willa tidak bisa melakukannya sendiri karena kakinya yang patah.
Setelah itu orang yang membantu Willa menggunakan pakaian itu membalas pada ucapan Steven.
"Tinggal beberapa saat lagi Tuan, kami hampir selesai.
Tiba-tiba Willa mendengar suara handle pintu dibuka kemudian Willa berteriak dengan marah.
"Steven.... diam lah di mana kau berada. Jangan berani untuk masuk ke dalam ruangan ini, sampai aku selesai menggunakan pakaian ku...."
Willa bahkan belum bisa menyelesaikan ucapannya saat Steven tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu.
Detik berikutnya Steven menatap Willa dengan penuh cinta dan tanpa aba-aba dia langsung berlari kearah Willa dan langsung menggendong Willa.
Willa berkata kepada Steven dengan marah, "kau masuk ke dalam kamar ini disaat kau tahu bahwa aku belum selesai mengenakan pakaian ku. Bagaimana jika aku masih telanjang?"
Steven langsung tertawa begitu keras. Dia mendekatkan bibirnya kearah telinga Willa saat dia masih menggendong Willa dan berbisik dengan nakal di telinga Willa.
"Itu tidak masalah, toh setelah beberapa jam nanti, aku akan membuatmu tidak menggunakan pakaian sama sekali."
Willa langsung tampak merona. Dia mengalihkan perhatiannya ke arah lain dan berkata, "kau membuat aku malu."
Steven tersenyum lalu berbisik ditelinga Willa lagi.
"Jangan khawatir, aku akan membantumu untuk keluar dari rasa malu mu itu saat kita berada di atas tempat tidur."
Steven lalu berjalan kearah pintu dari ruangan itu untuk meninggalkan ruangan itu dan membawa Willa pergi. Kemudian Willa yang begitu terkejut dan berkata kepada Steven, "apa yang kau pikir yang sedang kau lakukan? Turunkan aku dan taruh aku diatas kursi rodaku." Titah Willa.
"Apakah kau akan menggendongku sepanjang saat sampai pernikahan kita berakhir? Kau pasti sudah kehilangan akal mu. Itu hanya akan membuatmu sangat lelah."
Steven membalas ucapan Willa dengan suara tawa yang keras.
"Itu akan menjadi alasan ku untuk bisa pergi meninggalkan pesta ini secepatnya."
Willa berkata kepada Steve, "kau bahkan tidak bisa menunggu sampai kakiku bisa sembuh dan kau tetap ingin menikahi aku di tanggal yang sama dengan pernikahan mantan kekasihmu itu."
__ADS_1
"Aku mau semua orang di dunia ini untuk mengetahui bahwa aku tergila-gila padamu dan aku tidak bisa menunggu sampai kakimu bisa sembuh." Balas Steven saat dia menatap Willa dengan penuh hasrat.
Kemudian Willa tersenyum dengan Steven yang masih menggendong nya dan berjalan menuju ruang pernikahan.
Seperti yang dikatakan Willa tadi, hari ini adalah selain dari pernikahan Willa dan Steven pada kenyataannya mantan kekasih Steven Lucy juga akan menikah dengan James yang juga merupakan sahabat Steven.
Ada kisah yang begitu panjang di antara Lucy dan James yang hingga membuat keduanya memutuskan untuk menikah. Karena pada akhirnya Lucy menyadari bahwa James lah pria yang selalu mencintainya tanpa syarat.
Selain itu hari ini juga merupakan pernikahan dari orang tua Steven, yaitu Tuan Adam dan Bu Anisa. Jadi pada hari ini, ada tiga pernikahan yang berlangsung bersama yaitu pernikahan Steven dan Willa James dan Lucy, serta Tuan Adam dan Bu Anisa.
"Tunggu sebentar, kau membuatku jatuh cinta padamu dengan begitu menggila dan sekarang kau menyalahkan aku karena tidak mau menunggu dirimu sampai kau sembuh." Ucap Steven kepada Willa. "Apakah hatimu itu membantu ataukah kau takut kepada perasaan yang aku tahan selama ini di dalam diriku selama 11 hari dan aku akan mengeluarkan nya nanti malam saat aku berduaan bersamamu di dalam kamar kita?"
Willa tersenyum malu dan berkata kepada Steven, "sejujurnya kau itu sama seperti serigala ganas yang begitu kelaparan."
Steven menatap kearah Willa dengan tajam dan berkata kepada Willa dengan wajah yang terkejut.
"Aku? Serigala ganas?"
Willa berkata kepada Steven dengan tersenyum, "lihatlah tatapan mu, bagaimana kau melihatku di dalam matamu. Matamu mengatakan kepadaku seolah aku ini bukanlah hal lainnya kecuali makanan lezat, dan kau ingin memakan aku tanpa ampun."
Steven lalu tertawa terbahak-bahak dan terus membawa Willa dengan menggendong nya ke tempat pernikahan mereka dan berkata, "sejujurnya kau memang benar. Aku ingin memakan setiap sudut dari tubuh mu."
Willa lalu melingkarkan kedua lengannya di leher Steven saat Steven masih menggendongnya dan berkata kepada Steven, "kau yang mengatakan hal itu dengan lidahmu sendiri. Jadi aku benar-benar merasa takut atas serigala lapar yang akan bersamaku di dalam satu kamar. Aku hanyalah kelinci kecil. Aku takut diterkam oleh serigala yang lapar."
Kemudian Steven mengeram dan berkata kepada Willa, "kelinciku, kita sudah tiba di tempat pernikahan kita. Jadi kau harus siap untuk diterkam oleh serigala ini setelah beberapa jam nanti."
Steven menggelengkan kepalanya saat dia tersenyum dan berkata kepada Willa, "tidak akan ada ampun bagi kelinci kecil yang sudah menggoda aku dengan begitu kejam dengan cintanya. Aku akan kembali menggoda nya dengan sentuhan dariku."
Kemudian Willa menggigit bibirnya malu dan mereka berdua pun pergi ke panggung pernikahan mereka dengan tersenyum.
Pernikahan pun dimulai dengan ketiga pasangan pengantin yang sudah ada di atas panggung.
Setelah beberapa saat seseorang berkata, "sekarang kalian bertiga boleh bertukar cincin dengan pengantin kalian."
Kemudian Steven berkata dengan keras saat dia masih menggendong Willa.
"Akhirnya kita tiba di bagian terpenting dalam acara pernikahan ini."
Tuan Adam yang berada di samping Steven tidak menyia-nyiakan waktunya setelah dia mendengarkan bahwa dia bisa saling bertukar cincin dengan pengantinnya. Tuan Adam lantas dengan cepat memegang tangan Bu Anisa dan menaruh cincin di jemari Bu Anisa dan Bu Anisa pun melakukan hal yang sama.
Kemudian Tuan Adam melihat kearah Steven lalu tertawa dengan keras dan berkata kepada Steven dengan menggoda Steven.
"Bahkan kami bisa melakukan hal ini lebih dulu sebelum dirimu."
Steven menjadi marah dan hendak memegang cincin untuk menaruh nya di jemari Willa namun Willa berkata kepada Steven.
"Turunkan aku dulu. Kau tidak akan pernah bisa menaruh cincin di jemari ku dengan cara seperti ini."
__ADS_1
Steven menjadi begitu marah. Pasangan lainnya sudah bertukar cincin sebelum dia bisa melakukannya dengan Willa dan Willa hanya bisa menatap Steven dengan tersenyum.
Kemudian Steven menatap Willa dengan marah dan berkata, "apa yang kau ter tawakan?"
Saat itu Willa mencoba dengan sangat keras untuk bisa menahan tawanya. Tapi dia tetap tidak bisa, kemudian Steven menjadi semakin marah.
Willa berkata kepada Steven dengan tersenyum, "kau adalah orang yang menyarankan kepada mereka untuk melakukan 3 pernikahan secara langsung dihari yang sama. Jadi kau sendirilah yang membawa semua masalah ini pada dirimu sendiri."
Dengan suara yang sedih dan dengan semua penyesalan Steven berkata, "aku sangat salah."
Kemudian seseorang kembali berkata, "setiap pasangan boleh mencium pengantin mereka."
Dengan cepat James mencium Lucy dengan penuh cinta.
Tiba-tiba Steven berkata kepada Willa, "biarkan cincinnya disitu. Sekarang cepat cium aku, biarkan aku melakukannya lebih dulu. Tapi aku tidak bisa untuk memegang wajahmu untuk mencium mu dengan posisiku yang menggendong mau dengan kedua tanganku seperti ini."
Dengan secepat kilat Willa memegang wajah Steven untuk menciumnya.
Steven langsung ceria, dia lantas menutup matanya dan memiringkan kepalanya dengan penuh bangga seolah ingin menunjukkan pada semua orang bahwa pengantin wanitanya akan menciumnya.
Saat tiba-tiba Willa mencium pipinya dengan lembut, Steven pun menjadi begitu terkejut. Dia merasa seolah seseorang menuangkan air dingin di wajahnya.
Kemudian Steven membuka matanya dan menatap Willa dengan marah.
Willa berkata kepada Steven dengan tertawa keras.
"Apa? Aku adalah orang timur. Semua ini tidak ada dalam tradisi ku. Aku merasa malu untuk mencium bibir mu di depan semua orang yang hadir di sini."
Tiba-tiba Tuan Adam tertawa dengan keras kepada Steven.
"Hahahhaha...."
Tuan Adam lalu mendekat kearah bibir Bu Anisa dan hendak menciumnya. Namun secara tiba-tiba Bu Anisa menaruh telunjuk nya di bibir Tuan Adam untuk menghalangi Tuan Adam bisa menciumnya. Dan Tuan Adam pun menjadi terkejut saat dia terus menatap kearah Bu Anisa dengan tajam.
Kemudian Bu Anisa berkata kepada Tuan Adam, "aku juga orang timur sama seperti Willa. Apa yang kau harapkan? Aku tidak pernah mencium bibirmu di hadapan semua orang selama 25 tahun yang lalu di pernikahan kita saat aku masih wanita muda dan sekarang kau mengharapkan aku untuk melakukan hal itu?"
Kemudian Tuan Adam mendekatkan pipinya ke bibir Bu Anisa dengan wajah sedih untuk membuat Bu Anisa mencium pipinya sama seperti yang Willa lakukan kepada Steven.
Bu Anisa menggelengkan kepalanya dan berkata dengan marah, "tidak akan pernah! Aku bukanlah anak muda seperti mereka yang melakukan hal itu di depan semua tamu."
Kemudian Steven tertawa terbahak-bahak, menertawai Papannya dengan begitu keras dan dia berkata kepada Papanya untuk mengejeknya.
"Hahaha, setidaknya aku bisa mendapatkan satu ciuman di pipi. Tapi Papa, bahkan tidak bisa."
"Itulah apa yang akan kalian dapatkan, saat kalian menikahi wanita timur." Ucap Bu Anisa.
Bu Anisa pada akhirnya bisa kembali mendapatkan penglihatannya setelah melakukan operasi mata beberapa hari yang lalu. Dan kini, di hari pernikahannya, Bu Anisa akhirnya bisa melihat dunia kembali. Bisa melihat wajah putranya, Steven, yang selama 24 tahun tidak pernah ia lihat sebelumnya. Begitu juga dengan Tuan Adam, pria yang selalu ia cintai meski sudah berpisah.
__ADS_1
Bersambung.....