Cinta Membuat Aku Gila

Cinta Membuat Aku Gila
24. Lokasi Syuting


__ADS_3

Secara tiba-tiba Steven melepaskan bahu Willa dan berkata, "aku minta maaf Willa. Aku tidak bermaksud untuk menyakitimu."


"Aku tahu itu selalu menjadi reaksi mu setiap kali aku menyebut nama papa mu. Aku tahu bahwa didalam hatimu ada rasa sakit yang dalam karena apa yang sudah papa mu lakukan kepada mu dan mamamu. Jadi aku tidak akan pernah membicarakan hal ini lagi." Balas Willa.


"Apa yang sudah dilakukan papa kepadaku dan juga mamaku? Willa tolong katakan kepadaku." Ucap Steven.


"Jika aku tahu bahwa kau sudah melupakan semua hal itu tadi, maka aku tidak akan pernah membahas tentang hal itu kepadamu. Aku minta maaf Steven." Ucap Willa.


"Willa, aku sedang tidak bercanda. Katakan kepadaku tentang hal itu, aku mau mengetahui semuanya." Ucap Steven dengan serius.


Willa menggelengkan kepalanya karena tidak setuju dan kemudian dia berkata, "jika kau bisa melupakan rasa sakit itu, maka aku tidak akan pernah membiarkan rasa sakit itu kembali lagi ke dalam hatimu."


"Untuk pertama kalinya, aku merasa begitu senang karena kau sudah melupakan kenangan masa lalu mu itu. Bahkan jika itu termasuk melupakan aku juga. Maka harga untuk melupakan rasa sakit itu dari dalam dirimu, tidak akan masalah bagiku jika kau benar-benar melupakan aku. Aku akan menerima itu dengan sangat puas. Aku bisa melupakan rasa sakit karena kau melupakan aku, karena aku akan mencoba segalanya untuk bisa membuat kau melupakan rasa sakit mu itu." Lanjut Willa.


"Willa, aku mohon katakan kepadaku semuanya." Ucap Steven.


"Maafkan aku, cintaku. Aku melakukan hal itu untuk kebaikanmu sendiri." Balas Willa.


Karena mendengarkan hal itu dari Willa, Steven langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya dan kemudian berkata, "sekarang aku akan mengetahui semuanya sendiri."


"Jika kau berpikir bahwa kau ingin menelpon papamu, kau harus tahu bahwa kau tidak akan bisa bicara dengannya." Ucap Willa.


"Kenapa?" Tanya Steven heran.


"Karena papamu mengatakan kepadaku bahwa dia akan menghabiskan semua waktunya bersama temannya yang bernama David di sebuah pulau pribadi milik temannya itu. Dan dia tidak akan kembali sampai besok. Ditambah dia meminta kepadaku untuk memberitahukan kepadamu bahwa ponselnya tidak akan berguna disana karena tidak ada sinyal dan dia menelpon mu karena dia tidak mau kau khawatir tentang dia."


"Bukan cuma itu saja. Tapi dia juga mengatakan kepadaku, saat dia kembali, dia akan datang dan mengunjungi mu. Jadi jika kau mau bertanya sesuatu kepadanya tentang apapun, kau harus menunggu sampai dia kembali dan mengunjungi mu besok."


"Aku akan memesan tiket dan aku akan pergi dengan penerbangan pertama ke pulau temannya itu. Aku tidak akan bisa menunggu sampai dia datang mengunjungi aku besok." Ucap Steven.


"Terserah kau saja Steven. Aku tahu dengan sangat baik, bahwa jika kau menginginkan sesuatu, maka aku tidak akan pernah bisa menghalangi mu untuk melakukan hal itu." Balas Willa.


Setelah beberapa saat....


Steven dan Willa sudah tiba di lokasi, di mana Steven akan melakukan syuting filmnya.


Lokasi itu sangat mirip dengan jalanan ke bandara. Ada banyak mobil yang berhenti karena macet dan juga orang yang lalu lalang. Dan pada akhirnya tempat itu benar-benar mirip seperti sebuah bandara.


5 menit kemudian...


Willa pergi ke samping Steven yang duduk di kursi produser dan berkata, "maaf Tuan, tapi saya hanya ingin mengatakan kepada anda bahwa saya sudah memesan penerbangan untuk anda jam 09.15 malam nanti untuk pergi ke pulau pribadi teman papa anda. Itu adalah penerbangan pertama untuk pergi ke sana."


"Terimakasih Willa, ini adalah waktu yang tepat. Saat ini aku akan menyelesaikan pekerjaan ku yang ada di sini dan pulang ke rumah setelah itu. Aku hanya harus pulang ke rumah dan setelah itu mengganti pakaian sebelum aku pergi ke bandara." Ucap Steven.


"Baik Tuan." Ucap Willa kemudian dia berjalan menjauh dari Steven karena Steven tampak begitu sibuk dengan syuting film karena dia adalah produser dari film itu.


Satu jam kemudian....

__ADS_1


Steven berteriak kepada seorang pemeran utama wanita di film itu.


"Berapa banyak kali kita harus mengulang adegan ini? Apakah itu sangat sulit? Kau tidak tahu bagaimana caranya untuk kau harus menciptakan ekspresi yang menunjukkan saat kau bertemu dengan cintamu yang telah lam hilang. Bahkan aku sudah menggantikan pemeran pria utama dan berakting bersamamu untuk membantumu dan menunjukkan kepadamu bagaimana cara melakukannya. Tapi semua itu tidak berguna. Sekarang aku menantang mu, jika kau menunjuk wanita manapun yang tidak tahu apapun tentang bermain peran, maka aku jamin dia akan melakukan adegan itu jauh lebih baik dari dirimu." Ucap Steven dengan wajah yang begitu kesal.


Pemeran wanita itu lalu berkata, "tapi Tuan, aku selalu berakting seperti itu dan kau selalu memuji ku. Itulah caraku dalam berakting dan aku tidak pernah merubah apapun. Aku tidak tahu bagaimana caranya untuk berubah seperti yang anda inginkan. Jadi bisakah anda memberitahukan kepadaku apa yang harus dirubah? Kemudian aku akan melakukannya seperti yang anda inginkan itu."


Pemeran wanita itu tampak sedih kemudian dia menunjuk ke arah Willa dengan jari telunjuknya.


"Ngomong-ngomong Tuan, aku akan memilih wanita itu yang berdiri di sana dan bersandar di tembok. Maaf Tuan, mungkin anda mempunyai pendapat anda sendiri. Tapi aku tidak bisa menerima itu. Mungkin dia bisa menerima itu dan mengajari ku bagaimana cara untuk melakukannya Tuan. Aku akan berdiri disini dan melihat anda dan dia, saat anda menampilkan adegan romantis bersamanya. Setelah itu aku akan menyalin apa yang kalian berdua lakukan bersama dengan pemeran utama pria. Maaf Tuan karena sudah mengecewakan anda."


'Oh ya Tuhan, dia memang benar. Sebenarnya tidak ada yang berubah sama sekali. Hanya saja hal yang berubah adalah aku sendiri karena sudah pernah merasakan perasaan yang begitu dalam yang diberikan Willa kepadaku. Itulah kenapa hal ini membuat ku merasa tidak puas dengan ekspresi yang kurang dibanding yang Willa lakukan. Tapi aku benar-benar menginginkan ekspresi yang Willa lakukan itu.' Ucap Steven dalam hati.


Kemudian Steven menghela napas dalam dan kembali berkata kepada dirinya sendiri.


'Tidak ada aktris yang bisa menunjukan perasaan yang begitu tulus dan emosi yang begitu mendalam seperti yang dilakukan Willa. Karena Willa mencintai aku dengan caranya sendiri yang aku sendiri tidak pernah lihat sebelumnya dalam hidupku.'


'Bagaimanapun juga, aktris ini memang benar. Tapi aktris ini membuatku marah. Aku bahkan ingin membunuhnya. Aku mencoba untuk menahan diriku sendiri dan sekarang aku tidak bisa menahan perasaanku lagi. Lalu sekarang, wanita itu malah memaksa aku untuk berakting adegan paling romantis dalam film ini bersama seorang wanita yang aku benar-benar ingin menghindar dari nya itu.'


'Aku tidak tahu apa yang akan terjadi sekarang. Aku akan melakukan hal yang terbaik untuk mengontrol diriku sendiri dari banyak orang yang ada disini. Jadi aku rasa, aku akan berhati-hati dengan hal itu dan aku harus menyimpan rasa ini yang akan selalu menjadi privasi bagiku.'


'Dan Willa adalah wanita yang baik yang. Dia tahu bagaimana untuk berhadapan dengan hal seperti ini. Bahkan jika aku kehilangan kontrol akan diriku sendiri, dia akan dengan mudah menghadapi semua itu. Itulah yang membuatku percaya kepadanya.'


Willa sendiri juga tampak tengah berada dalam pikirannya sendiri.


'Aktris itu benar-benar wanita yang beruntung. Dia memiliki kesempatan untuk mendekatkan dirinya sendiri ke dalam pelukan Steven dan bisa mengatakan kata-kata yang penuh perasaan dan cinta. Tapi dia tidak mengambil kesempatan itu.'


Kemudian Willa tersenyum.


Kemudian Willa merasakan matanya berair dan kembali bicara pada dirinya sendiri.


'Aku benar-benar ingin untuk berakting dalam adegan ini menggantikan dia. Aku ingin menemukan cara untuk bisa menyentuh Steven, melihat ke arah matanya dengan penuh cinta l, menciumnya dan mengatakan kata-kata yang selama ini aku rasakan dari dalam diriku yang sebenarnya.'


Steven tengah memanggil Willa, tapi Willa masih sibuk dengan pikirannya sendiri dan kemudian Willa berkata, "Tuan, apakah anda memanggil saya?"


"Iya, aku terus memanggilmu sejak tadi Willa. Tapi sepertinya kau sedang larut dalam pikiranmu sendiri." Ucap Steven.


"Maaf Tuan, apakah anda menginginkan sesuatu dari ku Tuan?" Balas Willa.


Semua orang yang berada di sekitar Willa tampak melihat ke arahnya dengan terkejut. Willa melihat ke arah mereka dan berkata kepada dirinya sendiri.


'Apa yang salah dengan semua orang itu? Kenapa mereka melihatku begitu terkejut, seolah sepertinya aku sudah melakukan hal yang salah.'


Kemudian Steven menunjuk ke arah Willa dengan tangannya agar Willa mendekat kepadanya.


"Kemari lah Willa, aku ingin kau melakukan suatu hal yang sangat penting." Ucap Steven.


Dengan begitu cepat Willa bergegas pergi ke arah Steven dan berkata, "apa hal yang sangat penting yang ingin anda katakan Tuan?" Tanya Willa.

__ADS_1


"Kau akan menjadi pasangan cintaku." Ucap Steven.


Willa menjadi begitu terkejut. Dia menatap Steven dengan tajam dan berkata kepada dirinya sendiri.


"Apa dia sudah kehilangan akal nya? Bagaimana dia bisa mengatakan hal seperti itu di hadapan semua orang? Apakah dia sudah mengingat aku?'


Steven menaruh tangannya di wajah Willa dan berkata, "Willa, dari ekspresi wajah mu, kau sepertinya tidak mendengar apapun yang aku katakan bersama aktris itu tadi. Kau sangat terlena dengan pikiranmu sendiri, hingga kau tidak mendengarkan apapun yang aku katakan sebelumnya."


Kemudian Steven menghela napas dan kembali berkata, "baiklah, semua ini hanyalah kau akan mencoba untuk memperagakan adegan romantis ini bersamaku di depan aktris itu dan di depan semua orang yang ada di sini sekarang juga."


Willa tampak terkejut dan menatap Steven dengan tajam kemudian dia berkata dengan suaranya yang begitu terkejut, "apa???"


"Tapi Tuan, anda punya kesempatan untuk men'casting banyak bintang besar. Tapi kenapa anda memilih aku untuk melakukan hal ini Tuan?" Tanya Willa.


"Aku tidak memilihmu. Dialah orang yang memilihmu karena aku menantang nya. Jika dia bisa memilih wanita manapun yang tidak tahu apapun tentang berakting, wanita yang ditunjuknya itu akan melakukannya lebih baik dari dia." Ucap Steven.


Willa mengangkat tangan kanannya dan menaruhnya di mulutnya kemudian berkata pada dirinya sendiri.


'Apakah takdir memberikan aku kesempatan untuk mengekspresikan apa yang ada di dalam hatiku? Kesempatan untuk mengekspresikan perasaan ku yang selalu mengganggu diriku karena aku mencoba dengan sangat keras untuk menyembunyikannya karena rasa takut jika dia akan meninggalkan aku dan rasa takut karena dia akan mengeluarkan aku dari dalam hidupnya.'


Mata Willa tiba-tiba berair.


'Apakah dia akan mengatakan bahwa dia mencintai aku dan dia merindukan aku. Aku sangat ingin mendengarkan hal itu. Bahkan jika hal itu tidak sesuai dengan perasaannya. Bahkan jika kata yang akan diucapkannya itu hanyalah palsu. Aku tak masalah jika dia membohongi aku, karena aku hanya ingin mendengarkan hal itu. Mendengarkan dia yang mengatakan kepadaku bahwa dia mencintai dan merindukan aku dari mulutnya sendiri. Aku hanya ingin dia mengatakan kepada ku apa yang ingin aku dengar.'


'Aku tidak bisa mempercayai diriku sendiri karena aku akan menunjukkan kepadanya seberapa banyak aku merindukan dia. Seberapa besar aku mencintainya. Dan memikirkan hal itu sudah membuat nafasku terasa sesak.'


Tiba-tiba Willa mendengarkan Steven berteriak padanya.


"Willa.... Willa.... Apa yang terjadi denganmu? Apakah kau dengarkan aku?"


Willa mengangkat kepalanya dan melihat kearah Steven seolah matanya ingin mengatakan sesuatu kepada Steven. Bagaimanapun Steven tidak mengetahui apa yang sebenarnya ingin Willa katakan kepadanya. Tapi dia merasakan bahwa mata Willa ingin mengatakan banyak hal kepadanya.


Steven lalu melihat air mata di mata Willa dan bicara pada dirinya sendiri.


'Apa yang salah dengan dirinya? Apakah dia berpikir bahwa semua ini terlalu berlebihan baginya? Apakah dia tahu bahwa dia tidak akan bisa untuk bertahan dengan semua ini? Dan sekarang dia dipaksa untuk keluar dari perasaannya yang dia punya untukku. Sementara dia sendiri mencoba dengan sangat keras untuk tetap menyimpan perasaannya itu jauh di dalam dirinya. Apakah ada konflik batin dalam dirinya, antara apa yang benar-benar dia inginkan dan apa yang harus dia lakukan?'


'Aku bisa merasakan rasa sakit dari matanya. Semua air matanya itu membuat hatiku terasa sakit. Aku tidak bisa menerima untuk memaksanya lagi. Dia sudah melewati banyak hal yang begitu sulit sebelumnya.'


Steven lalu bertanya kepada Willa.


"Willa, apakah kau ingin melakukan hal ini? Jika kau tidak mau melakukannya, tidak apa-apa."


Willa menggigit bibirnya dan berbicara dengan sedih.


"Iya, aku sangat ingin melakukan hal ini Tuan."


Steven mengambil napas dalam dan berkata, "baiklah. Aku adalah cintamu dan aku mendapat kecelakaan yang sangat parah yang membuat kondisi ku menjadi sangat buruk dan membuatku menjadi koma dengan waktu yang sangat lama. Tapi kemudian kau tidak bisa melihatku karena keluargaku tidak setuju dengan hubungan kita karena mereka ingin aku menikahi wanita lain dari keluargaku sendiri. Jadi mereka tidak membiarkan kau untuk melihatku dan mereka mengirim aku pergi untuk mendapatkan perawatan saat aku masih dalam kondisi koma. Kau berpikir bahwa aku akan mati. Kau benar-benar mencoba dengan sangat keras untuk bertahan dari semua rasa sakit karena hal itu."

__ADS_1


"Tapi karena kau sangat miskin dan kau tidak punya banyak uang untuk bisa terbang dengan tujuan untuk mengikuti ku dan bisa bersamaku dalam sakit ku atau melakukan apapun denganku. Semua yang bisa kau lakukan hanyalah menunggu diriku."


Bersambung....


__ADS_2