Cinta Membuat Aku Gila

Cinta Membuat Aku Gila
39. Menikahlah Denganku


__ADS_3

Steven masuk ke dalam ruangan Willa dengan tersenyum padanya. Saat mata mereka bertemu, Willa membalas senyuman Steven. Kemudian dia mengingat bahwa Steven bukan lagi menjadi miliknya.


Setelah itu Willa mengalihkan pandangannya kearah sisi lain dari Steven dan mengusap air matanya dengan cepat.


Saat dia mengusap air matanya dan melihat kearah lain dari Steven, dia merasa langkah Steven semakin mendekat ke arah tempat tidurnya.


Willa kembali mengalihkan perhatiannya ke arah Steven. Mengangkat kepalanya dan melihat kearah Steven yang sudah berdiri di samping tempat tidurnya, dan Steven melihat kearahnya dengan tersenyum.


Saat itu juga, Willa merasa sebuah pisau tak terlihat langsung menghujam ke jantungnya jantungnya terasa terluka begitu parah dan berdarah dengan begitu hebat dan rasanya membuat dia sakit. Saat itu dia pun bicara pada dirinya sendiri dengan matanya yang terus melihat ke arah mata Steven dengan penuh harapan.


'Awalnya pria yang berdiri di hadapanku ini, aku menganggapnya sebagai rumahku. Tapi kini dia akan menjadi milik wanita lain dan bukan diriku.' ucap Willa dalam hati.


Saat itu rasa sakit yang dirasakan Willa akibat dari kecelakaan yang dialaminya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa sakit dari dalam hatinya yang dilakukan oleh Steven kepada dirinya.


Bagaimanapun Willa tidak bisa mengatakan apapun kepada Steven kecuali...


"Kenapa kau menyelamatkan aku? Kau seharusnya membiarkan aku mati karena kau akan menikah dengan wanita lain setelah 14 hari."


Kemudian Steven tersenyum kepada Willa dan berkata, "tinggal 11 hari untuk datangnya hari pernikahanku bersamanya. Kau sudah koma selama 3 hari."


Willa mencoba sebaik mungkin untuk menahan air matanya. Tapi setelah dia mendengarkan ucapan Steven, rasa sakit di dalam hatinya semakin besar sehingga dia tidak dapat menahan air matanya lagi.


Willa lalu memalingkan kepalanya ke sisi lain dari Steven untuk menyembunyikan air matanya yang jatuh ke pipinya secara tanpa sadar saat dia duduk di tempat tidurnya dan kedua kakinya yang patah disaat yang bersamaan.


Dia lalu berkata kepada Steven dengan suara yang bergetar.


"Jika 11 hari lagi adalah waktu pernikahan mu dengan wanita lain, lalu kenapa kau menyibukkan dirimu sendiri denganku. Aku bukan lagi milik mu dan kau bukan lagi milikku."


Kemudian Steven berkata kepada Willa, "apakah kau tidak mau tahu siapa wanita yang akan aku nikahi setelah 11 hari nanti? Aku sangat yakin bahwa kau akan suka dan mengagumi dirinya."


Semakin Steven berbicara, semakin air mata Willa keluar dari matanya. Saat dia melihat kearah lain, dia menggigit bibirnya agar tidak membuat suara tangisan nya keluar, karena dia tidak mau Steven bisa mendengar hal itu.

__ADS_1


Steven kembali bicara kepada Willa tentang wanita yang akan dinikahinya.


"Dia adalah wanita yang setia kepadaku, dia benar-benar jatuh cinta kepadaku, dan aku juga sangat mencintai dia."


Tiba-tiba suara tangis Willa mulai terdengar dan kemudian Steven kembali berkata kepadanya....


"Dia seperti dunia bagiku."


Willa membalikkan kepalanya ke arah yang sama dimana Steven berdiri dan menaruh tangannya di kedua telinganya karena dia tidak bisa lagi untuk mendengar apapun yang akan dikatakan Steven. Willa menutup matanya dengan menangis keras dan berteriak kepada Steven.


"Tolong hentikan! Aku mohon padamu, aku akan kehilangan akal ku."


Tiba-tiba Steven langsung duduk di samping tempat tidur Willa kemudian melingkarkan lengannya di pinggang Willa, lalu menarik Willa mendekat dan semakin lebih lebih dekat ke arahnya. Hingga tidak ada jarak diantara mereka berdua. Lalu tangannya yang lain mendekat kearah rambut Willa dari belakang.


Setelah itu Steven memegang rambut Willa dari belakang dan memegang kepala Willa dengan lembut dan menghadapkan wajahnya ke wajah Willa lalu Steven mulai mencium Willa.


Saat itu, pikiran Willa tengah kosong dan perhatiannya ikut hilang dari are sekeliling. Seolah kesadaran nya berada hanya pada Steven dan dia kehilangan kesadaran nya sendiri atas dunia di sekelilingnya yang terasa langsung menghilang begitu saja.


Tiba-tiba Willa mengeluarkan suara ******* dan kemudian membuka matanya dan dia melihat kearah wajah Steven, mereka pun membagi napas satu sama lain.


Kemudian Steven berkata kepada Willa....


"Kau lah orangnya wanita bodoh. Wanita itu adalah kau. Kau adalah wanita satu-satunya yang akan aku nikahi setelah 11 hari nanti."


Kemudian Willa tampak begitu terkejut. Dia menatap kearah Steven dengan marah dan berkata kepada Steven dengan terkejut.


"A.... apa... apa maksudmu?"


Willa terus menatap Steven dengan tajam saat dirinya dalam posisi duduk di tempat tidur dan disaat yang bersamaan, Steven mendekap Willa dan disaat yang bersamaan Willa pun berkata kepada Steven dengan begitu terkejut.


"Apa yang kau maksud dengan mengatakan bahwa kau akan menikahi aku setelah 11 hari. Kita sudah menikah sebelumnya bukan?"

__ADS_1


Kemudian Steven mendekat kearah wajah Willa melihat ke arah mata Willa dengan penuh hasrat dan berkata kepada Willa.


"Aku bukan suamimu."


Willa menatap Steven lebih tajam dari sebelumnya.


Kemudian Steven berkata kepada Willa, "meskipun begitu, aku sangat tergila-gila padamu. Aku tidak bisa hidup dan menjauh darimu Willa. Kau sudah menjadi seperti udara bagiku."


Willa hendak mengatakan sesuatu kepada Steven namun Steven lebih dulu menaruh jemarinya di bibir Willa dengan lembut dan mendekat kearah Willa lebih dekat dibanding sebelumnya ke arah bibir Willa dan berbagi nafas dengan Willa dan juga melihat ke arah mata Willa begitu dalam dengan matanya yang penuh dengan permohonan dan berkata kepada Willa.


"Aku tidak mau kau terburu-buru. Biarkan aku menyelesaikan apa yang ingin aku katakan padamu lebih dulu, dan setelah itu aku akan mendengarkan apa yang ingin kau katakan padaku."


"Willa, aku adalah kembaran identik dari suamimu. Dan saudara kembar ku Dion, sudah meninggalkan dunia ini."


Tiba-tiba mata Willa menjadi basah saat dia menatap kearah Steven dengan tajam kemudian Steven menggigit bibirnya dan setelah itu melihat kearah Willa dengan wajah yang sedih dan berkata, "semoga Tuhan menerima dia di tempat yang terbaik."


Setelah saat itu, air mata Willa jatuh ke pipinya tanpa sadar. Kemudian Steven menatap kearah papanya dan Tuan Adam langsung bicara kepada Willa.


Dengan cepat Papa Steven berkata kepada Willa.


"Iya anakku. Dia mengatakan yang sebenarnya."


Setelah itu, Mama Steven berkata kepada Willa, "putriku, biarkan aku mengatakan kepadamu seluruh kisah ini, sejak awal sampai saat ini.


Setelah saat itu Mama Steven, Bu Anisa, mengatakan kepada Willa seluruh kisah yang terjadi. Setelah itu dia berkata kepada Willa.


"Willa putriku tersayang. Aku tahu bahwa kau sangat mencintai Dion. Tapi Steven juga adalah putra ku dan aku tidak akan pernah bisa untuk menemukan pasangan terbaik untuknya dibanding dirimu. Kami semua sudah setuju dengan pernikahan kalian dengan sepenuh hati kami. Jadi persetujuan darimu adalah satu-satunya hal yang diperlukan untuk bisa melakukan pernikahan ini."


Tapi Willa tetap terdiam dengan air matanya yang terus mengalir ke pipinya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2