Cinta Membuat Aku Gila

Cinta Membuat Aku Gila
13. Hanya Mimpi


__ADS_3

Steven menghembuskan nafasnya yang hangat ke wajah Willa. Saat dia merasa semuanya sudah semakin diluar kendali, dia menutup matanya dan berbisik dengan sedih pada Willa.


"Semua ini sudah berlebihan untuk bisa aku kendalikan. Entah kenapa, setiap bagian dalam diriku sangat menginginkan dirimu."


Tanpa sadar Steven memegang wajah Willa dengan tangannya lalu mencium kening Willa dengan lembut dan berkata, "aku ingin kau merasa nyaman bersamaku."


Tiba-tiba Willa membuka matanya dan melihat kearah mata Steven dengan terkejut dan berkata, "ada apa Steven? Kenapa kau mencium ku seperti itu?"


Steven melihat ke arah mata Willa dengan penuh cinta dan berkata, "aku sangat menginginkan dirimu dan aku tidak bisa menahan diriku lebih lama lagi."


Steven kembali menatap mata Willa dengan penuh cinta dan berkata seraya mengelus rambut Willa dengan jemarinya dengan lembut, "aku benar-benar tidak bisa menahan diriku lagi untuk bisa bersatu dengan dirimu."


"Perlu kau tahu, aku jauh lebih menginginkan dirimu Steven." Ucap Willa. "Kau tidak bisa membayangkan betapa besar aku menahan diriku untuk mencapai momen ini. Momen di mana kau menginginkan aku, seperti aku yang selalu menginginkan dirimu." Lanjut Willa.


Saat Steven mendengar ucapan Willa, dia lantas mendekatkan dirinya ke arah bibir Willa dengan senyuman lebar di wajahnya dan dengan cinta yang begitu murni di matanya.


"Jika kau berkata seperti itu, maka aku tidak melihat pilihan lain kecuali membuat mu menjadi milikku seutuhnya malam ini." Ucap Steven.


"Aku rasa begitu." Ucap Willa tersenyum dengan malu.


Steven menyentuh bibir Willa dengan hangat. Dia merasa begitu meleleh dalam cintanya dan mulai mencium Willa dengan penuh hasrat.


Dia mencium bibir Willa dengan hangat dan melingkar kan lengannya di tubuh Willa, membuat Willa semakin mendekat kepadanya dan membuat Willa semakin merasakan semua kehangatan dari tubuhnya.


Air mata Willa jatuh ke pipinya saat dia membalas ciuman Steven dengan penuh hasrat.


"Jangan pernah menjauh dariku lagi." Ucap Willa.


Steven mencium Willa dengan semua cinta yang dia punya.


"Aku tidak akan pernah menjauh darimu sedetik pun itu." Ucap Steven.

__ADS_1


Hati Willa menjadi begitu tenang, senyuman lebar tergambar jelas di wajahnya setelah mendengar ucapan Steven.


Saat Steven merasakan kebahagiaan di wajah Willa dia tidak pernah menyesal sudah melakukan hubungan diatas ranjang dengan Willa.


Dia mulai membuka pakaian yang dikenakan Willa satu persatu. Saat seluruh tubuh Willa terekspos, Steven semakin tak bisa menahan dirinya. Dia mulai membenamkan wajahnya di dada Willa. Hal itu membuat Willa mengeluarkan suara yang semakin membuat Steven bersemangat untuk menjamah tubuh Willa yang seksi itu.


Setelah itu.....


Mereka pun sudah selesai melakukannya.


Steven berucap saat dia masih berada di atas tubuh Willa, melihat ke arah mata Willa dengan memegang pundak Willa dengan satu tangannya dan satu tangannya lagi memegang kepala Willa kemudian berkata, "aku baru saja menyadari bahwa aku mencintaimu sejak pertama kali mata kita bertemu. Tapi aku tidak menyadari hal itu, kecuali sekarang Willa."


"Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku merasakan kebahagiaan yang begitu banyak didalam hatiku. Kau tidak tahu seberapa besar aku menyesali setiap hari dalam hidupku saat aku menghabiskan waktuku, jauh dari dirimu."


"Willa, berjanjilah padaku bahwa kau tidak akan pernah meninggalkan aku sendiri dalam hidup ini dimana semuanya tidak berarti tanpa dirimu."


Tiba-tiba setelah itu Steven mendengar seseorang memanggil namanya.


"Kau berbicara sambil tidur dan mengapa kulitmu sangat pucat? Kau terlihat seperti tengah mengalami mimpi buruk."


Setelah mengucapkan hal itu, Willa mengusap hidung Steven dengan hidungnya.


"Ayolah bangun, aku sudah menyiapkan menu favorit mu untuk sarapan. Cepatlah sebelum makanan itu dingin." Ucap Willa lagi.


Tiba-tiba Steven membuka matanya perlahan, dia lalu menaruh tangannya di keningnya untuk melindungi matanya dari cahaya lampu yang ada di dalam kamar. Saat Steven membuka matanya lebar, dia kemudian melihat ke arah mata Willa dan tersenyum kepadanya kemudian berkata, "selamat pagi Willa."


Willa membalas senyuman Steven, kemudian mencium Steven keningnya seraya tersenyum dan berkata selamat pagi Steven bangunlah jangan malas kau akan terlambat pergi bekerja jika kau terus berbaring di tempat tidur seperti ini."


Kemudian Steven berkata, "jam berapa sekarang?"


"Ini sudah jam tujuh pagi." Balas Willa.

__ADS_1


"Aku akan mandi dengan cepat. Setelah aku selesai, aku akan mengikuti mu pergi ke ruang makan." Ucap Steven.


"Apa kau bisa lebih cepat, sebelum sarapan mu menjadi dingin." Pinta Willa.


"Jangan khawatir, aku akan berada di sana setelah aku selesai mandi." Balas Steven.


"Pertama-tama, aku akan menyiapkan air hangat untukmu mandi. Setelah itu, aku akan menunggumu di ruang makan." Ucap Willa.


"Jangan sibukkan dirimu sendiri. Para pelayan akan melakukan itu untuk ku." Ucap Steven.


"Tapi aku ingin melakukan itu sendiri untukmu, karena aku sudah terbiasa melakukannya." Balas Willa.


Steven tersenyum pada Willa dan menganggukkan kepalanya seolah berkata iya, dan dia pun berkata, "terima kasih banyak Willa."


"Terima kasih kembali, cintaku." Balas Willa.


Kemudian Steven berbicara kepada dirinya sendiri saat Willa tengah menyiapkan air untuknya di kamar mandi untuk dia mandi.


'Aku pasti tertidur semalam karena terlalu kelelahan saat aku merasakan hembusan napasnya yang hangat itu dan melihat kearah wajahnya. Sampai sekarang aku tidak bisa percaya kepada diriku sendiri bahwa semua yang terjadi semalam hanyalah sebuah mimpi. Semuanya terasa begitu nyata.'


'Aku benar-benar bernapas dengan berat dan jantungku berdegup begitu kencang. Aku merasa bahwa jantung ku hendak berhenti berdetak karena perasaan yang begitu berlebihan dan bahagia.'


'Rasa dari bibirnya, masih ada di mulutku sampai sekarang. Aku bahkan masih bisa merasakan napasnya yang terasa hangat di wajahku. Bahkan tanganku masih bisa merasakan lembut nya kulit tubuhnya dan juga suaranya saat mendesah, aku masih bisa mendengarnya di telingaku. Aku masih bisa merasakan kukunya yang terasa menusuk punggung ku bahkan aku dapat merasakan hal itu dengan begitu nyata. Apapun yang aku katakan, aku tidak akan pernah bisa menjelaskan bagaimana puasnya yang aku rasakan semalam.'


'Ini adalah pertama kalinya aku merasakan kebahagiaan dan kepuasan dalam hidupku. Aku berharap jika semua ini akan berlanjut selamanya. Jika semua ini bisa berlanjut selamanya, maka aku tidak akan pernah bosan dengan yang terjadi hari ini.'


'Benar-benar perasaan yang menakjubkan. Aku benar-benar merasa puas.'


'Bagaimanapun, semua itu pada kenyataannya hanyalah sebuah mimpi. Kasihan sekali aku ini, aku harap jika semua itu adalah kenyataan.'


'Tapi tidak, semua yang kita harapkan tidak selamanya menjadi kenyataan. Kenyataan dan aspirasi adalah suatu hal yang berbeda.'

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2