Cinta Membuat Aku Gila

Cinta Membuat Aku Gila
42. Makam Dion


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.....


Willa sudah tiba di bandara kota x dan dia duduk di kursi roda otomatis nya, lalu menaruh putrinya di pangkuan nya dan keluar dari bandara untuk menaiki taksi. Tapi Willa tidak tahu sama sekali bahwa Steven mengikuti dirinya dan terus mengawasi nya dan putrinya untuk meyakinkan dirinya bahwa mereka akan kembali lagi ke kota Steven dengan aman.


Willa kemudian memanggil taksi yang lewat, dan kemudian dia berkata kepada supir.


"Tolong bawa aku pergi ke pemakaman."


Steven yang melihat Willa dari jarak yang tidak terlalu jauh, hanya bisa menggelengkan kepalanya dan terus menatap Willa dan disaat yang bersamaan dia berbicara pada dirinya sendiri.


"Seperti yang aku tebak, kau pasti akan pergi ke pemakaman untuk mengunjungi saudara kembar ku dan bicara padanya."


Steven lalu menghentikan taksi lainnya dan mulai mengikuti Willa.


15 menit kemudian....


Taksi yang ditumpangi Willa berhenti di depan pemakaman dan sopir taksi membantu Willa untuk bisa naik ke atas kursi rodanya lagi, kemudian Willa memberikan sopir taksi itu banyak uang.


Setelah itu Willa mulai memasuki areal pemakaman. Tiba-tiba matanya mulai berair. Hatinya terasa begitu sesak dan sakit. Disaat yang bersamaan jantung Willa terus berdegup begitu kencang di dalam dadanya.


Setelah beberapa saat, Willa melihat makam suaminya air matanya pun mulai jatuh ke pipi nya. Kemudian dia berkata kepada dirinya dengan keras.


"Dion.... sangat sulit bagiku untuk mengetahui bahwa kau berada di tempat yang sepi seperti ini. Mengetahui bahwa kau mengutukku dari dalam sana. Oh Tuhan, aku tidak bisa bernapas."


Willa lalu melihat kearah wajah putrinya yang duduk di pangkuan nya dan berkata kepadanya.


"Diana, maafkan Mamamu ini. Dia harus membawamu bersamanya datang kemari. Ini memang sesuatu yang harus dia dilakukan. Dia tahu bahwa dia harus menjadi begitu kuat di depanmu, tapi semua ini diluar kendali dirinya dan dia tidak bisa menahan dirinya lebih lama lagi. Kau gadis kecil yang kurang beruntung karena memiliki Mama yang lemah seperti aku ini."


Tiba-tiba putri Willa melingkarkan kedua lengan kecilnya di leher Willa, lalu mencium pipi Willa dengan lembut dan tersenyum pada Willa kemudian berkata,

__ADS_1


"Tidak apa-apa Mama, nenek sudah mengatakan kepadaku bahwa Mama sangat mencintai Papa. Aku mungkin akan melakukan hal yang sama jika aku berada di posisi Mama. Aku gadis yang sudah besar. Aku bisa mengerti hal itu, jadi jangan khawatir tentang aku dan lakukan apapun yang harus Mama lakukan."


Bagaimanapun air mata Willa terus jatuh ke pipinya. Tapi dia tersenyum pada putrinya, mengusap kepala putrinya dengan lembut, dengan air matanya yang masih mengalir.


"Terima kasih banyak sayang, ini baru putriku yang hebat." Ucap Willa seraya mencium kening putrinya itu.


Willa lalu kembali menatap pusara Dion. Tiba-tiba dia terduduk di bawah tanah, di rerumputan dan memeluk nisan milik Dion dengan meninggalkan kursi rodanya dan dia berkata...


"Oh Dion, sejauh ini aku tidak pernah bisa percaya bahwa kau berada di bawah tanah di dalam makam ini." Ucap Willa dengan terisak.


Bibir Willa gemetar dengan begitu keras dan dia terus menangis dan kembali berkata, "Dion, maafkan aku karena tidak menghadiri pemakaman mu. Maafkan aku karena tidak mengunjungi mu selama ini. Apakah kau tahu kenapa aku melakukan hal itu?"


"Karena dulu kau meminta ku untuk selalu kuat dan melupakan apa yang terjadi padamu dan terus hidup bahagia. Tapi aku tidak pernah bisa melakukannya. Dibalik semua itu pikiranku tidak bisa menerima kematian mu ini. Hal itu membuatku kehilangan diriku sendiri dalam waktu 4 tahun dan melupakan semuanya semua orang, bahkan melupakan diriku sendiri dan melupakan apa yang terjadi padamu. Dion, maafkan aku karena sudah mengecewakanmu."


"Aku bisa melupakan semuanya, tapi aku tidak bisa melupakan dirimu karena kau hidup jauh di dalam diriku. Apakah kau tahu sesuatu Dion? Ada konflik yang begitu nyata dalam diriku. Konflik itu memakan jiwaku. Aku merasa begitu malu untuk mengatakan hal itu kepadamu. Tapi aku harus mengatakannya."


Willa lalu berhenti menangis dan melanjutkan ucapannya kepada pusara Dion dengan sedih.


"Pada awalnya aku mencintai dia karena aku berpikir bahwa dia adalah dirimu. Tapi setelah aku tahu bahwa dia adalah kembaran mu, dan dia akan menikahi wanita lain, hal itu membuat hatiku sangat sakit dan jiwaku begitu terluka. Kemudian aku menyadari bahwa aku mencintai kalian berdua, dan hal itu terjadi secara tidak sengaja."


"Aku menyadari bahwa aku tidak akan pernah bisa untuk hidup tanpa dirinya karena dia sudah merasuki diriku dan menjadi bagian dalam setiap sudut dalam diriku sama seperti dirimu. Jadi aku memutuskan akan menikah dengan dia."


Steven yang diam-diam ada di pemakaman itu terus mendengarkan ucapan Willa, menggigit bibirnya dan air matanya jatuh ke pipinya dengan begitu deras.


Kemudian Willa melanjutkan ucapannya kepada pusara Dion, "tapi beberapa bagian dalam diriku ini terus menyalahkan diriku sendiri. Berteriak dengan keras dan berkata kepadaku, 'kau penghianat, kau jatuh cinta dengan pria lain dan kau akan menikahi dia.' Teriakan keras yang ada di dalam diriku itu terus mengganggu ku. Jadi aku terus memikirkannya lagi dan lagi. Bertanya pada diriku sendiri, sejujurnya apakah aku memang seseorang penghianat atau tidak. Kemudian aku menyadari kebenarannya. Dan kebenarannya adalah kalian berdua terlahir sebagai kembar identik adalah merupakan suatu misteri bagi kalian. Dan Dion, aku akhirnya menyadari bahwa kau dan Steven adalah bukan apapun bagiku kecuali dua bagian dari pria yang sangat aku cintai dan cintanya sudah menyatu dalam diriku dan hidup jauh di dalam diriku. Kau mungkin mengatakan bahwa aku sudah gila. Iya, itulah apa yang dilakukan cintamu kepadaku. Aku benar-benar tergila-gila padamu. Tapi sejauh ini, aku tidak tahu kenapa aku masih merasakan semua hal ini melukai hatiku. Mungkin karena bagian dirimu yang pertama sudah meninggalkan kehidupan ini. Jadi aku takut untuk bagian dirimu yang lainnya akan meninggalkan hidup ini juga."


"Rasa sakit ini tidak akan pernah bisa hilang, karena bahkan jika aku menikah dengan bagian dirimu yang lainnya, aku akan hidup seperti burung yang sayapnya sudah terluka. Bahkan jika sayapnya yang lain masih bisa dipakai, burung itu tidak akan pernah bisa hidup dan terbangun dengan bebas sama seperti sebelumnya. Itulah yang sudah dilakukan kematian mu padaku. Kematian mu membuatku terluka dan tidak ada apapun di dunia ini yang bisa membuat luka itu sembuh dalam diriku."


Kemudian Steven menaruh telapak tangan di mulutnya untuk tidak membiarkan Willa mendengar suara tangis nya dan berkata kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


'Oh Tuhan ampuni aku... Bagaimana dia bisa menghadapi rasa sakit itu sendiri di dalam dirinya dan terus bisa tersenyum padaku, menyembunyikan semua rasa sakit itu jauh di dalam dirinya.'


Kemudian Willa memegang tangan putrinya dan membuat dia mendekat kearah pusara Papa nya. Willa lalu berkata kepada pusara Dion.


"Lihatlah, dia ini adalah putri kita, Diana. Dia tumbuh dengan menjadi salinan diriku, sama seperti yang kau harapkan. Dia begitu menggemaskan dan menjadi gadis yang pintar."


"Hai Papa, aku sangat merindukan Papa. Nenek mengatakan kepadaku bahwa Papa adalah pria terbaik di dunia ini. Aku tidak akan pernah melupakan Papa setiap hari. Aku selalu bicara pada foto Papa dan mengatakan apapun yang ingin aku katakan kepada Papa."


"Aku berharap bahwa Papa bisa membalas ku, tapi tidak apa-apa. Suatu hari nanti, kita akan bertemu satu sama lain di surga, seperti yang dikatakan nenek kepadaku. Kemudian aku akan mendengarkan suara Papa dan berbicara kepada Papa dengan waktu yang lama. Aku akan mendengarkan cerita Papa, seperti yang dikatakan nenek kepadaku bahwa Papa adalah orang yang menceritakan kisah menakjubkan itu." Ucap Diana, putri Willa.


Willa yang mendengarkan ucapan putrinya itu tampak menggigit bibirnya karena rasa sedih. Air matanya terjatuh ke pipinya.


Willa lalu berkata kepada putrinya, "iya, kau benar sayang. Kita akan bertemu dengan Papa di surga nanti."


Setelah itu Willa kembali berkata kepada Dion.


"Kau adalah pria yang sangat baik, jadi aku yakin bahwa sekarang kau berada ditempat yang paling baik. Aku akan melakukan yang terbaik untuk bisa hidup bahagia seperti yang kau minta kepadaku sebelumnya. Tapi aku tidak akan pernah bisa untuk melupakan dirimu. Aku berdoa kepada Tuhan dalam setiap doaku untuk kebahagiaanmu di kehidupan selanjutnya."


"Dan aku akan membawa Mamamu, saudara kembar mu bersamaku dan mengunjungi mu. Bahkan aku akan membawa Papamu bersama kami. Jangan marah padanya, dia meminta Mamamu untuk memaafkannya dan berjanji padanya untuk membuat dia menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini. Jadi mereka akan segera menikah lagi."


Willa kembali memeluk nisan Dion dengan lebih erat dan menciumnya dan kembali berkata dengan air mata yang jatuh di pipinya.


"Dion, aku sangat merindukanmu. Aku benar-benar merindukanmu."


Tiba-tiba Steven muncul dan berdiri di depan pusara saudara kembarnya itu dengan air matanya yang jatuh di pipinya. Dan disaat yang bersamaan dia berkata kepada pusara saudara kembarnya itu.


"Aku sudah bermimpi begitu lama untuk mempunyai saudara. Tapi sayangnya aku mengetahui bahwa aku pernah memilikinya setelah kau sudah meninggal. Jika kau masih hidup di dunia ini, aku berjanji padamu bahwa aku tidak akan pernah menjauh darimu dalam kehidupan kita, bahkan di kehidupan yang selanjutnya."


Willa tampak begitu terkejut dan dia menatap Steven dengan tajam. Dia lalu bertanya kepada Steven.

__ADS_1


"Ba.... Ba... Bagaimana mungkin.... Kapan kau datang kemari?"


Bersambung....


__ADS_2