Cinta Membuat Aku Gila

Cinta Membuat Aku Gila
33. Menantu


__ADS_3

Saat ini Mama Willa berkata kepada Steven dan juga Tuan Adam.


"Mau kah kalian menyerahkan masalah ini padaku?"


Tuan Adam bertanya pada Mama Willa dengan terkejut, "apa maksudmu?"


Mama Willa berkata kepada Tuan Adam, "aku akan membantu kalian untuk membuat langkah pertama. Setelah itu kalian berdua yang akan menyelesaikan semuanya.


Tuan Adam berkata kepada Mama Willa, "terima kasih banyak."


Kemudian Tuan Adam berkata kepada Steven, "bagaimana dengan Willa yang malang itu? Dia berpikir bahwa kau adalah suaminya dan hatinya sudah terluka karena mengetahui bahwa kau akan menikah dengan wanita lain dibandingkan dia."


"Apa yang akan kau lakukan padanya, kau tidak punya alasan lagi. Dengan merusak pertunangan mu dengan Lucy kau sudah menghapus rintangan dari jalan terakhirmu."


Saat ini Mama Willa berkata kepada Steven, "aku harus pergi sekarang dan meninggalkan dirimu untuk mengurus semuanya."


Steven berkata kepada Mama Willa, "jangan bertingkah seperti itu. Tidak perlu untuk bertingkah sungkan, karena hal ini tentang putri mu. Jadi kami juga akan membutuhkan bantuan mu untuk hal ini."


"Jika itu yang kau inginkan, maka aku akan ada di sini Steven, terima kasih banyak." Ucap Mama Willa.


Kemudian Steven berkata kepada Papanya.


"Apa yang Papa katakan tadi itu, tidak benar Papa. Ada banyak rintangan dalam hubungan kami."


Tuan Adam bertanya kepada Steven dengan terkejut.


"Apa maksud dari rintangan dalam hubunganmu dengannya?"


Steven berkata kepada Papanya, "bagaimanapun aku sudah mendengar tentang hal yang menyangkut cinta dari saudara kembar ku dan melakukan hal yang sama bahkan jika mereka tumbuh bersama di lingkungan yang berbeda jauh dari satu sama lain, tapi aku tidak pernah menyangka cinta ini akan begitu jauh hingga membuat ku mencintai wanita yang sama dengan wanita yang dicintai oleh kembaran ku. Tentu saja jika saudaraku masih hidup, aku akan menerima untuk melanjutkan mencintai Lucy, tapi sekarang saudaraku, dia sudah meninggal."

__ADS_1


"Bagaimanapun, aku sudah menjalani hidupku dan berpikir bahwa pernikahan atau cinta tidak akan pernah terlintas dalam pikiranku sampai pertama kali aku melihat dia. Aku seolah merasa bahwa dia adalah jiwaku dan setelah mata kami saling menatap, jiwa kami dan hati kami pun bersatu."


"Tapi sayangnya itu semua hanyalah perasaanku dan aku sendiri tidak tahu apa yang dia rasakan nanti setelah kita mengatakan kepadanya bahwa aku adalah saudara kembar identik dari suaminya."


"Semua cinta yang dia berikan kepadaku, itu karena dia berpikir bahwa aku adalah suaminya. Bahkan setelah Mamanya mengatakan kepadanya bahwa suaminya sudah meninggal dan aku bukanlah suaminya, dia tidak bisa mempercayai dirinya sendiri. Dan kata terakhir yang dia ucapkan kepadaku setelah dia mengalami kecelakaan dan sebelum dia kehilangan kesadaran nya adalah, 'apakah kau berpikir bahwa aku akan mempercayai bahwa kau bukanlah orang yang aku cintai? Bagaimanapun aku pernah melihatmu sekarat di depan mataku dan Mamaku mengatakan kepadaku tentang hal itu. Tapi aku tidak akan pernah mempercayai hal itu karena kau adalah belahan jiwaku dan hanya aku orang yang bisa mengenali jiwaku sendiri. Aku bisa mengenali nafas mu, bahkan aku bisa mengenali aroma tubuhmu. Katakan kepadaku bisakah ada dua orang yang begitu sama persis di dunia ini. Jadi kau adalah suamiku, bahkan jika seluruh dunia menyangkal hal itu dan berkata bahwa kau bukanlah dirinya, jangan percaya kepada mereka. Kau harus percaya kepada seseorang yang bisa mengenali detak jantung mu."


Kemudian Steven kembali berkata dengan raut wajah yang sedih, "jadi aku tidak tahu jika dia akan menerima aku sebagai suaminya atau dia akan menerima aku sebagai diriku sendiri dan memberikan aku cinta yang begitu banyak sebagai diriku sendiri dan bukan saudaraku."


Kemudian mata Steven mulai basah dan dia berbalik untuk tidak membiarkan Mama Willa dan Papanya dapat melihat air matanya, saat dia kembali berbicara pada Papanya dan juga Mama Willa.


"Kita akan mengetahui hal itu nanti setelah dia sadar dari komanya dan bisa kembali pada kesadaran nya."


Kemudian Steven menghela nafas dalam saat dia melihat kearah sisi lain dari Mama Willa dan Papanya untuk tidak membuat mereka bisa melihat air matanya yang keluar tanpa sadar.


Kemudian Steven berkata kepada mereka berdua, "karena sekarang, semua masalah ini solusinya bukankah ada di tanganku atau tergantung diriku. Semua ini tergantung padanya."


Mama Willa dan Papa Steven berkata kepadanya dengan sedih, "iya kau memang benar."


Willa masih dalam keadaan koma.


Mama Willa datang dan mendekat kepada Tuan Adam dan juga Steven.


Dia berkata kepada mereka berdua, "aku sudah menelpon Mama mu Anisa, dan mengatakan kepadanya tentang kecelakaan yang menimpa Willa dan tentang kondisinya yang buruk. Anisa menjadi begitu terkejut karena dialah orang yang membesarkan Willa dan menganggap Willa seperti putrinya sendiri. Jadi dia langsung menangis dengan keras dan mengatakan kepadaku bahwa dia akan segera mengurus semua dokumennya. Untuk mengurus paspor nya, karena sejak dia kehilangan kesadaran nya dan meninggalkan kami, dia tidak pernah peduli akan hal itu. Dia memberitahukan kepada ku setelah dia mendapat paspornya, dia akan langsung datang kemari."


Kemudian Mama Willa berkata kepada Tuan Adam dan juga Steven, "aku sudah mengambil langkah pertama dan sisa nya itu ada pada kalian berdua."


Steven dan Tuan Adam berterima kasih kepada Mama Willa.


"Terima kasih banyak sudah membantu kami sejauh ini. Kami merasa begitu bersyukur dan sangat berterima kasih kepadamu."

__ADS_1


Mama Willa tersenyum dan berkata kepada Steven, "aku sudah berhutang budi kepadamu sebelumnya. Kau adalah orang yang menerima dan mulai membantu aku saat aku datang ke villa mu dan meminta bantuan mu. Jika saat itu kau tidak menerima permintaanku untuk membantumu, kita tidak akan pernah sampai di posisi ini."


"Sejujurnya Steven, aku ingin memberitahukan kepadamu bahwa aku menerima mu sebagaimana menantuku dengan seluruh hatiku dan sejak saat ini aku bisa membayangkan bagaimana bahagianya Mamamu saat dia mengetahui jika putranya hidup kembali."


"Walaupun dia tidak bisa melihat wajahmu, tapi aku sangat yakin bahwa hatinya bisa melihatmu. Dibandingkan dengan matanya, telinganya akan mendengar suara mu yang sama dengan putranya yang sudah meninggal. Maafkan aku Steven, jika kau merasa bahwa seseorang di sekelilingmu membicarakan dirimu seolah tengah menggantikan tempat saudara kembar mu."


"Percaya padaku dan simpan ini dalam pikiranmu, tidak ada seorangpun dari kami yang berpikir akan hal itu. Tapi kami berpikir bahwa kau adalah penyelamat dari kapal kami yang karam dan itu menambah semua nilai dirimu di mata kami."


"Jadi, jika Willa menerima mu sebagai suaminya, aku akan memberikan restuku padamu untuk menikah dengannya dan aku akan memberikan semua berkat ku untuk pernikahan kalian."


Tiba-tiba ponsel Steven berdering. Dia melihat kearah layar ponselnya untuk melihat siapa yang menelpon dirinya.


Steven berkata kepada Papanya dan juga Mama Willa.


"Aku minta maaf, tapi aku harus mengangkat telepon ini. Ini adalah telepon dari temanku, James."


Papa Steven berkata kepadanya.


"Tidak apa-apa Steven, dan katakan kepadanya bahwa dia akan segera kembali ke rumahnya untuk beristirahat."


Mama Willa berkata kepada Steven sebelum dia pergi.


"Jika sesuatu terjadi, kau bisa menelpon aku dan seperti yang aku katakan kepada mu sebelumnya. Aku harus pergi karena aku meninggalkan putri Willa bersama pengasuh nya di villa dan pengasuh nya juga akan pulang. Jadi aku harus pulang ke rumah karena Papa Willa juga membutuhkan bantuan ku."


"Apa yang belum aku katakan kepadamu sebelumnya adalah, hari dimana setelah Willa masuk ke rumah sakit jiwa, Papa Willa mengendarai mobilnya dengan sangat sedih dan akhirnya dia mendapat kecelakaan yang buruk dengan mobilnya yang membuatnya kehilangan kemampuannya untuk berbicara dan juga berjalan. Jadi aku harus pulang sekarang juga, karena dia tidak mengizinkan pelayan manapun untuk melayani nya atau siapapun itu kecuali aku. Ditambah lagi dia tidak akan pernah menjaga cucuku. Maafkan aku Steven karena membuatmu merasa terganggu dengan masalah yang kami hadapi."


"Aku ikut sedih mendengarkan hal itu dan aku katakan padamu, masalahmu juga akan menjadi masalahku karena aku akan menjadi menantu mu dan itulah yang aku harapkan bisa terjadi." Ucap Steven.


Steven lalu tersenyum kepada Papanya dan juga Mama Willa saat mereka berdua pergi dengan ponsel Steven yang terus berdering untuk kelima kalinya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2