Cinta Membuat Aku Gila

Cinta Membuat Aku Gila
11. Kiss


__ADS_3

Steven begitu bingung dan mempunyai perasaan yang kuat untuk bila di dalam hatinya. Meskipun dia tidak tahu perasaan apa itu tapi hatinya dan semua bagian dalam dirinya tertarik kepada Willa.


Dia terus mendengarkan ucapan Willa dan berbicara kepada dirinya sendiri dengan terkejut, 'untuk pertama kalinya aku sangat menginginkan seorang wanita. Aku ingin bersamanya, berbagi perasaan yang sama dengannya, menyentuhnya. Tapi janji yang aku buat kepada mamanya sangat menggangguku.'


Tiba-tiba Willa memindahkan tangannya ke wajah Steven dan membuat mata mereka saling menatap dengan dekat dan dia berkata, "aku tahu bahwa kau memaksa dirimu sendiri untuk melakukan semua ini. Maka jika kau menutup matamu seperti ini, semuanya akan menjadi lebih mudah bagimu."


Steven tidak mengatakan satu patah kata pun karena dia tidak tahu apa yang harus dia katakan.


Pria malang, dia benar-benar berusaha untuk menghindari Willa sepanjang hari ini. Tapi Willa sekarang memohon kepadanya hanya untuk sebuah ciuman dan berjanji kepadanya bahwa tidak akan melakukan hal lainnya lebih dari sebuah ciuman.


Apa yang akan dilakukan Steven? Apakah dia akan membiarkan Willa untuk menciumnya atau menolaknya?


Tapi jika Steven menolak Willa, maka itu akan menyakiti Willa lebih dalam lagi dan Steven tidak mau hal itu terjadi. Jadi dia pun tetap diam dan tidak mengatakan satu patah kata pun.


Bagi Willa, diamnya Steven merupakan tanda bahwa dia setuju. Jadi Willa pun berpikir bahwa Steven setuju dan berkata kepadanya sembari mendekatkan bibirnya kepada bibir Steven.


"Terima kasih karena sudah membiarkan aku melakukan hal ini. Aku sangat berterima kasih kepadamu..."


Willa pun semakin mendekatkan bibirnya pada Steven, berpura-pura bahwa dia sangat kuat. Namun pada kenyataannya, semua itu malah membuat jantungnya berdegup kencang. Hari ini merupakan hari yang terasa berat baginya.


Iya, Willa tidak ingin Steven hanya menciumnya saja. Tapi dia ingin Steven merasakan hal yang sama dengannya. Tapi bagaimana mungkin, dan Willa tahu dengan benar bahwa Steven tidak mengingat dirinya atau perasaan apapun baginya. Dan jika dia meminta Steven untuk hal lainnya, Steven sudah pasti akan menolaknya.

__ADS_1


Jadi Willa pun meyakinkan dirinya sendiri bahwa sebuah ciuman akan cukup baginya. Tapi jauh dalam lubuk hatinya bahwa dia sangat yakin semua ini hanyalah kebohongan dan dia tidak akan pernah merasa cukup saat bersama dengan Steven. Bahkan dalam waktu sejuta tahun pun. Tapi apa yang bisa dia lakukan, Willa tidak punya pilihan lain.


Wanita malang, disaat yang seperti ini, saat dia mendekat ke bibir Steven dan perasaannya menghantui dirinya. Dia merasa bahwa semuanya terasa semakin sulit dan sangat sulit untuk bernapas. Dia merasa jika jantungnya akan berhenti berdetak, karena rasa gugup dan sekaligus juga bahagia.


Bagaimana mungkin dia tidak gugup dan dia juga mendekatkan dirinya ke dalam pelukan seorang pria yang dianggap sebagai jiwa dalam tubuhnya.


Bagaimana mungkin dia tidak bahagia dan dia hendak menyentuh orang yang dia cintai yang mengisi seluruh inci bagian tubuhnya.


Dan merasakan hembusan napasnya, membuat Willa merasa itu adalah napas dalam hidupnya.


Dibalik semua itu, Willa merasakan ada banyak kesakitan di dalam dadanya dan berbicara kepada dirinya sendiri.


'Aku tidak tahu apakah aku harus bahagia atau sedih? Pria yang selalu aku pikirkan dan aku tidak pernah menginginkan orang lain selain dirinya dan selalu menjadi rumah ternyaman bagiku. Pria yang selalu menjadi milikku dan aku berpikir bahwa dia akan selalu bersamaku selamanya. Sekarang aku akan menciumnya, dengan dirinya yang sedang dalam kondisi seperti ini, melupakan aku.'


Tapi saat Willa semakin mendekat ke bibir Steven, dia mengambil napas dalam dan bibirnya terasa bergetar. Sebenarnya Willa mencoba untuk menyentuh bibir Steven dengan bibirnya yang bergetar. Tapi entah kenapa dia tidak mempunyai keberanian untuk melakukan hal itu. Jadi dia kembali berbicara kepada dirinya sendiri dengan wajah yang terkejut.


'Apa yang terjadi kepadaku, kenapa aku gemetar? Kemana perginya semua keberanian yang aku punya tadi? Bukankah ini yang aku inginkan selama ini? Kenapa aku menjadi sangat ketakutan? Apa yang aku takutkan sebenarnya?'


'Apakah aku takut untuk mendekat kepadanya lagi? Apakah aku takut bahwa perasaan di dalam diriku akan terganggu lagi karena dia mungkin tidak akan mengingat aku selamanya. Tapi ini semua tidak masalah, aku bisa menukar hidupku dengan momen ini. Bahkan jika dia tidak mengingat aku, aku akan hidup dalam semua kenangan indah yang selama ini kami lewati seumur hidupku. Karena tidak peduli apapun yang akan terjadi, cinta yang aku rasakan untuknya tidak akan pernah berhenti selamanya. Tidak akan pernah berubah bahkan tidak akan pernah sampai dunia ini berakhir.'


Tiba-tiba Willa menutup matanya dan menyentuh bibir Steven dengan bibirnya yang gemetar dan dia terus berkata kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


'Tapi jika aku memang merasakan hal seperti itu, lalu kenapa air mataku terus jatuh begitu saja di pipiku?'


Saat Willa merasakan bibirnya menyentuh bibir Steven dan merasakan air matanya jatuh di pipinya tanpa sadar.


Steven yang merasakan bibir Willa menyentuh bibirnya dan merasakan air mata win Willa terjatuh di pipinya, tanpa sadar dia memegang wajah Willa dengan semua hasrat yang dia punya dan mulai mencium Willa dengan semua kehangatan yang dia miliki seraya dia berkata kepada dirinya sendiri.


'Aku tidak tahu apa yang salah denganku. Tapi hanya satu hal yang aku tahu, bahwa aku tidak bisa melihat air mata di matamu.'


Sementara itu saat Willa merasakan bahwa Steven juga menciumnya, dia terkejut dan berbicara kepada dirinya sendiri.


'Apa aku merasa bahwa dia juga membalas ciuman dariku?'


'Iya benar, dia mencium ku. Bukan karena merasa kasihan padaku. Tapi dibalik semua itu aku merasa sangat puas karena ini adalah bukti bahwa dia masih mempunyai semacam perasaan di dalam hatinya kepadaku.'


Tiba-tiba Willa membuka matanya melihat wajah Steven dengan semua cinta yang dia punya.


'Entah dia mencintaiku atau tidak, itu tidak masalah bagiku. Selama aku disini untuk menjaga dirinya.'


Steven merasakan bahwa Willa tengah membuka matanya dan saat dia membuka matanya sendiri, pandangan mereka bertemu dan entah kenapa keduanya merasa ingin mencurahkan perasaan mereka masing-masing.


Setelah itu tanpa keraguan sedikitpun, Steven beralih mencium leher Willa, dan Willa menaruh tangannya di belakang leher Steven. Tenggelam bersama Steven di dalam lautan cinta.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2