Cinta Membuat Aku Gila

Cinta Membuat Aku Gila
21. Berkelahi


__ADS_3

Pria besar itu lantas berjalan mendekat kearah Willa. Dia ingin memegang kedua tangan Willa untuk memukul nya. Namun Willa dengan cepat menundukkan kepalanya agar tidak dipukul dan kemudian menekuk kakinya di tanah, lalu menendang pria itu dengan sangat keras hingga membuat pria itu terjatuh ke tanah.


Steven tersenyum sekaligus terkejut dan berkata, "oh ya Tuhan, ini adalah pertama kalinya aku melihat sisi dirinya yang seperti ini. Apakah dia memang sekuat itu? Aku selalu berpikir bahwa dia adalah wanita yang paling lemah di dunia ini. Apakah kehilangan cinta membuat dia menjadi seperti itu dan membuatnya menjadi sangat lemah dan setelah dia mendapatkan cintanya kembali dia mulai untuk mendapatkan semua yang hilang darinya sebelumnya? Hari demi hari wanita ini benar-benar membuatku kagum dan jauh lebih kagum lagi."


Tiba-tiba Steven menepuk tangannya dengan keras dan berkata kepada Willa, "kelihatannya kau punya kemampuan untuk memukuli pria itu."


Willa menatap kearah Steven dan tersenyum. Dia begitu bahagia karena dia tahu bahwa Steven mulai percaya kepadanya dan Steven mulai mengetahui bahwa Willa tidak sama dengan yang dipikirkan.


Orang-orang mulai berkerumun mengelilingi Willa dan pria besar itu saat mereka mulai berkelahi.


Mereka berdua, pria besar itu dan Willa berdiri lagi dan saling melihat satu sama lain dengan tatapan mematikan di wajah mereka. Pria itu mendekat kearah Willa dengan cepat dan memegang pundak Willa dengan kedua tangannya dan mendorong Willa dengan sangat keras, hingga membuat Willa menghantam pohon dengan punggungnya di tepi jalanan itu lagi dan lagi. Tiba-tiba tongkat kayu itu terjatuh dari tangan Willa ke tanah.


Steven berkata dengan sedih, "apakah pria itu akan memukulinya?"


Willa mendengar ucapan Steven dan kemudian dia tersenyum kearah pria besar itu. Dia kemudian memukuli pria itu menggunakan kepalanya tepat di dadanya itu dengan sangat keras. Pria itu mundur kebelakang dan memegangi dadanya.


Pria itu semakin marah dan melihat kearah Willa dengan mata yang dipenuhi amarah. Pria itu lalu melayangkan kakinya dengan maksud untuk menendang Willa. Namun dengan secepat kilat Willa minggir ke samping. Jadi tendangan pria itu mengenai pohon dengan sangat keras dan tidak mengenai Willa sedikitpun.


Steven dan semua orang yang berkerumun berkata, "tepuk tangan untuk wanita itu. Dia benar-benar hebat."


Mereka semua tersenyum dan bertepuk tangan dengan keras untuk Willa.

__ADS_1


Pria besar itu semakin marah kemudian berkata, "aku tidak akan segan-segan kepadamu lagi, Nona kau yang meminta ini."


Dengan begitu cepat pria itu mendekat kearah Willa, melingkar kan lengan kanannya di leher Willa dari belakang dan dibantu dengan lengan kirinya. Dia mulai menekan dengan keras leher Willa dengan kedua lengannya membuat wajah Willa tampak memerah.


Steven menjadi terkejut dan berkata, "apakah dia akan mematahkan leher Willa, aku harus menelepon polisi."


Willa mendengar ucapan Steven. Jadi dia melihat kearah Steven, menutup matanya dan menggelengkan kepalanya kepada Steven sebagai pertanda bahwa dia tidak setuju untuk Steven menelpon polisi.


Willa secara tiba-tiba menggigit lengan pria itu yang melingkar di lehernya sampai lengan pria itu mulai berdarah. Pria itu melepaskan lengannya dengan maksud untuk memukul Willa seraya berkata, "dasar kau gadis ******. Apakah kau terlahir di tahun anjing?"


Kemudian pria besar itu mulai mencoba untuk memukuli Willa, tapi Willa dengan cepat menghindar dan ketika mendapat posisi yang tepat, Willa menunduk dan melayangkan lutut nya tepat di area sensitif pria itu dan dengan begitu cepat, pria itu memegang area sensitif nya dengan kedua tangannya seraya jatuh ke tanah di hadapan Willa.


Willa berkata, "tangan ini yang ingin memukuli Tuan ku Steven. Tangan ini pantas untuk dipotong. Kali ini aku masih bersikap lunak kepadamu. Tapi lain kali, aku akan membuat kedua tanganmu ini terpotong. Jadi menjauh lah dari kami dan simpan semua ini baik-baik dalam kepalamu, bahwa kau lah orang yang membawa masalah ini kepada dirimu sendiri."


Kemudian Willa beranjak menuju pria tua dan berkata, "terima kasih Tuan. Aku tidak akan bisa melakukan pekerjaan ini tanpa bantuan mu. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu sepanjang hidupku."


Pria tua itu berkata, "iya terima kasih. Kau membuat hariku menjadi bahagia. Kau adalah wanita yang baik. Aku harap jika aku masih muda, maka aku tidak akan pernah melepaskan mu pergi." Kemudian pria tua itu melihat kearah Steven dan kembali berkata, "kau adalah sebuah harta karun dan pria yang memiliki wanita sepertimu dalam hidup mereka, membela pria itu dengan hidupnya, pria itu adalah pria yang paling beruntung di dunia ini." Kemudian pria tua itu menatap semakin tajam kearah Steven dan berkata, "dan pria yang mempunyai wanita sepertimu dan malah membiarkan dia pergi kepada pria lainnya, dia adalah pria paling bodoh di dunia ini."


Willa tersenyum dan berkata, "kau adalah pria yang sangat baik. Kau mengatakan semua itu dengan kebaikan dalam dirimu."


Pria tua itu berkata saat dia menatap kearah Steven lagi, "itu tidak benar. Aku tidak mengatakan semua itu karena kebaikan ku. Aku benar-benar tulus mengatakan setiap kata yang aku ucapkan."

__ADS_1


Kemudian Steven mengerti bahwa pria itu tengah berbicara tentang dirinya dan mengatakan hal itu tepat kepada dirinya sendiri.


Tiba-tiba hidung Willa mulai berdarah. Steven dan pria tua itu tampak terkejut. Steven memegang Willa dan berkata kepadanya, "cepat masuk ke dalam mobil. Aku akan membawamu pergi ke rumah sakit, kau terluka."


Willa berkata kepada pria tua itu, "jangan khawatir Tuan. Anda bisa pergi sekarang. Aku akan masuk ke dalam mobil dan pergi. Aku tidak mau mengganggu waktu anda terus."


Willa lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi. Pria tua itu berkata kepada dirinya, "jaga dirimu baik-baik wanita manis."


Willa tersenyum dan berkata kepada pria tua itu, "jaga diri anda dengan baik juga Tuan."


Pria tua itu pergi, kemudian Steven masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang kursi pengemudi seraya dia menatap Willa dengan tajam.


Willa berkata kepada Steven, "jangan menatap aku seperti itu. Aku baik-baik saja. Semua ini karena saat dia menekan leher ku terlalu keras dengan lengannya, di mana dia melingkar kan lengannya di leherku, dia ingin membuat aku kehilangan kesadaran ku. Tapi aku menolak semua itu dengan kekuatan yang aku punya. Jadi aku membuat banyak tekanan di pikiranku dan sistem saraf ku. Terima kasih Tuhan, semua itu hanya berakhir dengan hanya hidungku yang berdarah. Dan ini bukan apa-apa. Jadi jangan khawatir tentang hal ini."


"Kau masih berdarah. Cepatlah, biarkan aku yang mengendarai mobil ini daripada dirimu. Kau harus pergi ke rumah sakit sekarang." Ucap Steven.


Willa berbalik dan mengambil saputangan dari tangan Steven yang dipegangnya sejak tadi. Kemudian menaruh sapu tangan itu di hidungnya. Willa lalu menekan dengan keras saputangan itu dan merebahkan kepalanya ke belakang dengan maksud untuk menghentikan pendarahan dan berkata, "kau memang sudah seharusnya khawatir, karena kau kehilangan ingatanmu. Biarkan aku mengingatkan semua kenangan mu. Aku sudah belajar taekwondo dan seni ilmu beladiri di negara tetangga yang merupakan seni beladiri paling baik di dunia."


"Bukan hanya itu saja, tapi aku sudah mendapatkan tempat pertama di kejuaraan taekwondo untuk 6 tahun berturut-turut. Selain itu, aku juga bisa berkelahi di dalam gelap saat aku menaruh penutup mata di mataku. Aku bisa mematahkan kayu dengan menggunakan tanganku atau kakiku, melompat di udara untuk mematahkan sesuatu atau memukul sesuatu. Dulu juga tidak ada anggota tim ku yang bisa melawan ku, karena aku adalah orang yang paling kuat di dalam tim ku. Tapi semua itu sudah sangat lama."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2