
Steven menjawab panggilan telpon itu.
"Hai James, apa yang begitu penting hingga membuatmu terus menelpon aku. Ini seperti bukan dirimu." Ucap Steven.
"Hai Steven, kau benar. Sejujurnya aku tengah khawatir dan bingung disaat yang bersamaan. Semua orang di kota ini tidak membicarakan hal lainnya pagi ini kecuali tentang kisah cintamu dengan wanita yang berasal dari kota x bernama Willa Winona."
"Tapi aku begitu bingung karena aku tahu dengan benar bahwa kau bukanlah pria seperti itu. Dan seperti yang aku ketahui bahwa cinta tidak pernah ada dalam pikiranmu sebelumnya. Dan bagaimanapun kau juga akan segera menikah dengan sepupuku dan sahabat baik ku, Lucy setelah 14 hari lagi. Jadi aku benar-benar ingin menelpon mu dan ingin mengetahui apa yang terjadi dan mengetahui kenapa semua orang tiba-tiba menyebarkan rumor tentang dirimu." Ucap James.
Steven terdengar menghela napas saat dia berkata kepada James.
"Itu bukanlah sebuah rumor atau apapun yang seperti itu. Semua hal yang kau dengar adalah benar."
James tampak begitu terkejut dan berkata kepada Steven dengan suara yang juga terdengar begitu terkejut.
"Apa? Apa yang baru saja kau katakan? Aku merasa bahwa aku bicara dengan seseorang yang berbeda. Ini seperti bukan dirimu yang sebenarnya, temanku."
Steven berkata kepada James. "James, ini sangat rumit. Lebih rumit dari yang kau bayangkan. Jadi bisakah kau memberikan aku waktu untuk menjelaskan semuanya."
"Baiklah, aku akan mendengarkan mu. Kau bisa mengatakan apapun yang kau inginkan Steven." Ucap James pada Steven.
Kemudian Steven mulai mengatakan kepada James seluruh cerita dari awal sampai saat ini.
"Apa sebenarnya semua ini? Apakah ini drama atau tragedi? Steven temanku, apakah kau yakin ini semua bukan cerita dari film terbaru mu yang tengah kau garap saat ini?" Ucap James terdengar tidak percaya dengan apa yang dikatakan Steven.
"Tidak, memang seperti itu inilah cerita kehidupanku yang sebenarnya James." Balas Steven.
__ADS_1
Kemudian sikap James berubah 360 derajat. Tiba-tiba matanya tampak basah, dia lalu berkata kepada Steven dengan marah.
"Steven... jika itu benar, maka bagaimana dengan Lucy yang malang? Dia sudah tidak sabar menunggu datangnya hari pernikahannya denganmu. Dia sudah menyiapkan semuanya untuk pernikahannya. Apa kesalahannya hingga membuat dia sampai menerima hal yang membuat hatinya terluka karena mu dengan cara yang begitu kejam?"
Steven berkata kepada James dengan suara yang sedih dan juga malu.
"Aku tahu bahwa apa yang kau katakan sangat benar dan kau adalah sepupunya dan kau juga teman bermain nya dan temannya sejak masih kecil dan kau juga adalah sahabat baiknya sejauh ini. Bagaimanapun dia juga bekerja denganmu dan mungkin dia adalah orang yang paling banyak menghabiskan waktu bersama mu. Aku tahu dengan benar, bahwa kau adalah orang yang paling merasa kecewa dan juga sedih untuknya dan aku tidak akan pernah menyalahkan mu tentang hal ini. Kau berhak bertindak marah seperti yang kau inginkan atau juga merasa sedih untuknya."
"Aku bukanlah orang yang merusak pertunangan kami, tapi Lucy lah orangnya. Setelah dia mengetahui hal itu, dia bertindak dengan bijak dan kata-kata yang dia ucapkan kepadaku adalah, 'Steven, walaupun pernikahan kita seharusnya akan dilakukan pada 14 hari lagi. Tapi bahkan jika kau ingin untuk melanjutkan pernikahan ini, aku tidak akan menerima hal seperti ini. Pernikahan adalah hubungan yang sakral dan dilakukan sampai akhir hidup kita. Aku tidak akan menerima untuk membangun sebuah hubungan di atas kebohongan."
Kemudian Steven menyelesaikan ucapannya kepada James dengan berkata, "aku sudah memikirkan bahwa Lucy adalah gadis yang baik. Tapi aku tidak pernah membayangkan bahwa dia akan sebaik itu. Sejujurnya kebaikannya semakin bertambah di mataku."
"James, aku tahu dengan baik bahwa aku lah orang yang bersalah karena melakukan hal ini kepada seorang wanita yang baik seperti dia. Tapi setelah aku mengatakan kepadamu seluruh cerita ini, bisakah kau memberikan ampunan mu kepada sahabat baikmu ini dan memberikan dia pengertian karena semua yang terjadi ini diluar kendali ku dan aku tidak melakukan semua hal ini dengan satu tujuan apapun."
"Aku juga ingin mengatakan beberapa hal kepadamu, dimana aku belum pernah mengatakannya kepada siapapun sebelumnya tentang hal ini. Bahkan kau untuk beberapa alasan. Tapi sejak tidak ada alasan lain lagi sekarang, maka aku akan mengatakan kepadamu sesuatu yang sangat penting tentang hidupku Steven."
"Aku hanya punya beberapa menit sebelum Lucy datang kemari untuk bekerja denganku di kantorku. Jadi biarkan aku mengatakan kepadamu sesuatu yang spesial di sini dan aku ingin mengatakan kepadamu keputusanku juga."
Steven berkata kepadanya, "James, baiklah. Aku akan mendengarkan mu."
James berkata kepada Steven, "aku sangat mencintai Lucy. Aku pikir bahwa aku sudah mencintainya sepanjang hidupku. Dia adalah segalanya bagiku dalam dunia ini. Tapi dia selalu menganggap ku sebagai seorang teman dan hanya teman saja. Dan hal itu yang membuatku tidak bisa mengatakan perasaanku yang sebenarnya kepadanya karena aku tidak mau membuat dia menjauh dari hidupku."
"Sepanjang waktu selalu menyiksaku untuk memperlakukan dia seperti seorang teman. Aku benar-benar putus asa untuk memperlakukan dia seperti seseorang yang aku cintai. Aku sudah sangat lama ingin menanyakan kepadamu tentang pendapatmu akan hal ini. Sebenarnya ini memang bukan waktu yang tepat untuk mengatakan kepadanya tentang perasaanku yang sebenarnya. Dulu pun aku sudah hendak mengatakan padanya tentang perasaanku, sebelum Papamu memintanya untuk menikah denganmu."
"Sampai hari itu datang, saat aku memutuskan bahwa aku akan melamar nya apapun konsekuensinya padaku, tiba-tiba saat aku hendak mengatakan kepadanya tentang perasaan cintaku yang sebenarnya padanya, dia mengatakan kepadaku bahwa Papamu telah memintanya untuk menikah denganmu."
__ADS_1
"Sejujurnya saat itu aku benar-benar terkejut dan aku merasa jika ada sebuah pisau besar yang menusuk jantungku dan merusak nya menjadi berkeping-keping tanpa ampun."
Mata James pun basah saat dia mengatakan semua itu kepada Steven dengan suara yang bergetar.
"Tapi saat itu aku harus tersenyum padanya dengan hatiku yang terluka. Aku harus memberikan selamat kepadanya disaat yang bersamaan aku juga harus menahan perasaan cintaku padanya yang dimana rasa itu benar-benar merusak diriku karena kau juga adalah satu-satunya temanku dan kalian berdua adalah orang yang aku punya didalam hidupku ini."
"Jadi aku terus menyimpan perasaan ku di dalam diriku. Tapi sejujurnya, setiap saat aku melihat kau menunda pernikahan dan seperti tidak menginginkan pernikahan kalian, itu memberikanku sebuah harapan. Dan aku bahkan berpikir untuk mengatakan kepadamu tentang semua itu. Tapi aku takut untuk kehilangan dirimu sebagai temanku yang selalu ada bersamaku hanya karena aku mengatakan hal itu kepadamu."
"Jadi sekarang setelah kau mempunyai cinta yang lainnya dan kau tidak peduli lagi tentang Lucy, aku tidak akan pernah membiarkan pria lain untuk mengambil Lucy dariku, tidak lagi."
"Steven, aku akan selalu membuatnya bahagia dan mengobati luka hatinya. Dan aku akan melakukan hal yang terbaik untuk membahagiakan dia, karena aku sudah pernah merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan saat ini sebelumnya. Jadi aku tahu bagaimana sakitnya ditinggalkan oleh seseorang yang kita cintai."
Steven hendak mengatakan sesuatu pada James, tapi Lucy tiba-tiba masuk ke dalam ruangan James.
James pun berkata kepada Steven.
"Maaf Tuan, aku akan bicara kepada anda nanti karena sekretaris ku Lucy, sudah tiba di ruangan ku. Dan kami ada banyak pekerjaan yang akan kami lakukan bersama."
Steven pun mengerti apa yang dimaksudkan oleh James. Jadi dia berkata kepada James, "baiklah James, aku akan berbicara denganmu nanti. Aku harap kau berhasil. Sampai jumpa James "
James mengatakan hal yang sama kepada Steven.
"Aku juga mengharapkan hal yang sama kepada Anda Tuan, semoga anda berhasil. Sampai jumpa Tuan."
Bersambung.....
__ADS_1