
Tuan Adam berkata kepada Steven.
"Oh ya Tuhan, dunia ini sangat kecil. Aku tidak pernah membayangkan bahwa pada suatu hari, aku akan menghadapi apa yang sudah pernah aku lakukan di masa lalu."
Kemudian mata Tuan Adam mulai basah dan dia kembali berkata kepada Steven seraya duduk di sebuah kursi karena rasa terkejut.
" Aku tahu dengan benar bahwa Tuhan tidak akan pernah memaafkan aku untuk apa yang telah aku lakukan kepada Mama kandung mu. Tapi aku menyesali semua yang sudah aku lakukan padanya. Aku mengatakan hal ini dengan rasa penyesalan yang paling dalam dari dalam hatiku, karena aku tahu dengan benar bahkan iblis pun tidak akan melakukan hal ini kepada istrinya."
"Perasaan menyesal ini terus membunuhku dan menyiksaku bahkan setelah 24 tahun berlalu atas apa yang sudah aku lakukan kepada Anisa. Tapi aku tidak pernah bisa memaafkan diriku sendiri walaupun hanya sesaat karena aku tidak pernah bisa melupakan apa yang sudah aku lakukan padanya."
"Papa, apa yang Papa maksudkan dengan mengatakan Mama kandung ku?" Tanya Steven dengan wajah terkejut.
Tuan Adam menghela napas panjang kemudian kembali berkata kepada Steven.
"Susan bukanlah Mama kandung mu. Aku menikah dengan Susan sebelum aku menikah dengan Mama kandung mu Anisa. Aku benar-benar jatuh cinta pada Susan dan aku sangat tergila-gila untuk memiliki anak dengannya. Tapi Susan divonis dokter mengalami kista yang membuatnya tidak bisa memiliki anak."
"Saat itu kami terus mendatangi beberapa dokter. Tapi semua dokter mengatakan kepada Susan bahwa dia tidak akan pernah bisa untuk memiliki anak. Bagaimanapun aku benar-benar ingin memiliki anak. Tetapi saat aku tahu bahwa Susan ternyata mandul, aku menyerah untuk memiliki anak."
"Tapi Susan tidak mau hal itu karena dia tahu dengan benar bagaimana aku benar-benar menginginkan untuk memiliki anak. Jadi Susan memberikan sebuah saran kepada ku. Dan saran itu malah jauh lebih buruk dari rencana yang ingin dia lakukan."
"Susan meminta aku untuk menikahi wanita miskin dan membuat dia mengandung anakku dan setelah dia melahirkan anak itu, aku akan membawa anaknya pergi dari dia dan berlari menjauh darinya dan membuat akta kelahiran palsu untuk anak itu agar membuktikan bahwa Susan adalah Mama kandung dari anak itu."
"Akhirnya aku pun mulai untuk melakukan rencana itu. 25 tahun yang lalu aku pergi ke kota x untuk bekerja. Saat itu salah seorang temanku merekomendasikan Mamamu padaku dan mengatakan bahwa dia wanita yang baik dan juga miskin."
"Saat aku melihat Mamamu, Anisa, untuk yang pertama kalinya, aku sangat merasa begitu familiar dengannya. Aku merasa jika aku sudah mengenalnya untuk waktu yang lama. Dia sangat baik, dia adalah wanita yang paling cantik dan paling baik yang pernah aku kenal."
"Dia pun menikah denganku tanpa mengetahui apapun tentang pernikahanku yang lebih dulu atau tentang istri pertamaku Susan."
Tuan Adam tampak menghela nafas dalam dan air matanya mulai jatuh berlinang dan dia kembali berkata kepada Steven.
"Anisa membuatku hidup dalam sebuah mimpi terindah selamanya. Tahun-tahun yang aku lewati bersama nya adalah tahun terbaik dalam hidupku. Dia memperlakukan aku dengan begitu baik, penuh cinta dan juga kasih sayang."
"Setelah itu aku tidak pernah mengetahui dan menyadari bahwa aku menjadi benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi saat aku menyadari bahwa aku mencintainya tanpa sadar dan bahkan aku mencintai dia lebih dari aku mencintai Susan. Hal itu menjadi tidak berguna karena aku menyadari bahwa hal itu sudah sangat terlambat."
"Hari demi hari berlalu, dan Mamamu hendak melahirkan. Tapi hari itu, dia sangat lelah hingga membuatnya pingsan saat itu. Aku berpikir bahwa dia akan melahirkan seorang anak dan setelah dia melahirkan seorang anak aku akan membawa anak itu dan pergi meninggalkannya bersama istriku Susan ke Amerika."
"Tapi Tuhan benar-benar Maha Baik. Saat itu Mama mu melahirkan saudara kembar identik mu. Saat itu aku tidak mengatakan kepada Susan tentang hal itu karena dia pasti akan meminta aku untuk mengambil anak lainnya dari Anisa dan jauh di dalam hatiku aku melakukan semua itu dengan perasaan bersalah pada Anisa dan membuat hatiku sangat terluka. Aku melakukan semua itu dengan hatiku yang terasa berdarah untuk Anisa dan mataku yang terus menangis juga."
"Sampai sekarang aku tidak tahu kenapa aku bisa melakukan hal itu dan aku terus bertanya pada sendiri ku sendiri selama siang dan malam kenapa aku melakukan hal itu. Dan kenapa aku tidak mengatakan kepada Susan agar kami tidak bisa menjalankan rencana itu lagi."
__ADS_1
"Mungkin aku berada di antara dua api. Mungkin aku mencintai mereka berdua dan aku tidak mau merusak salah satu dari hati mereka berdua. Atau itulah yang aku pikirkan saat aku melakukannya dulu."
"Aku berpikir seperti itu, bahwa aku bisa membuat mereka berdua bahagia. Aku bisa membuat Mamamu bahagia dengan meninggalkan salah satu dari anak kami padanya dan aku juga bisa membuat Susan bahagia dengan memberikan dia satu anak untuk dibesarkan seperti anak kandungnya sendiri."
"Tapi percaya padaku Steven, setelah melakukan hal itu padanya, seluruh hidupku penuh dengan penyesalan. Di masa lalu aku terus membayar perawat dan dokter dengan banyak uang untuk membuat mereka tetap tutup mulut."
Saat itu Tuan Adam langsung menangis tersedu-sedu dan memegang dadanya sembari kembali berkata kepada Steven dan Mama Willa.
"Setelah itu aku meninggalkan rumah sakit dengan cepat dengan aku yang membawa kau dalam gedongan ku. Tapi saat aku melihat Susan yang menungguku di depan rumah sakit dimana Mamamu melahirkan mu, aku merasa jika seseorang menusuk tepat di jantungku yang membuat aku merasakan rasa sakit yang mendalam di dadaku. Karena saat itu aku yakin bahwa tidak ada jalan untuk kembali atas apa yang sudah aku lakukan. Karena aku tahu dengan benar bahwa aku tidak akan pernah bisa untuk melihat Anisa lagi atau menghadapinya setelah apa yang sudah aku lakukan. Dan ini adalah akhir dari mimpi indah ku dimana aku hidup dengannya."
"Saat itu aku menyadari bahwa mimpi indah ku berubah menjadi mimpi buruk selamanya bagiku."
Kemudian Tuan Adam menekan dadanya dengan keras sebelum dia berkata kepada Steven dan Mama Willa.
"Sejak saat itu, rasa sakit di dadaku selalu menemani aku siang dan malam dan tidak pernah meninggalkan aku sedetik pun untuk waktu selama 24 tahun. Dokter mengatakan kepadaku saat itu saat Anisa sadar, dia tidak menanyakan apapun dan dia tidak pernah menanyakan tentang anaknya. Dia malah bertanya tentang aku dan dokter menjawab bahwa aku meninggalkan surat perceraian untuknya melalui dokter."
Setelah itu Tuan Adam kembali menangis dengan sangat keras dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan kembali berkata kepada Steven dan juga Mama Willa.
"Dokter mengatakan kepada ku bahwa setelah dia membaca surat perceraian itu, dia begitu terkejut dan kembali tak sadarkan diri. Tidak hanya itu, dia juga harus masuk ke dalam ruangan perawatan yang khusus untuk waktu yang sangat lama."
Kemudian Tuan Adam menangis lebih keras dari sebelumnya dan menekan wajahnya dengan kedua tangannya.
"Tapi Tuhan tidak akan memberikan hukuman kepada orang yang salah dan Tuhan akan memberikan hukumannya kepada orang yang salah seperti aku dan Susan."
"Beberapa saat setelah itu, Susan mendapat penyakit yang sangat parah yang membuatnya harus melewati kesakitan itu dengan waktu yang cukup lama dan membuatnya berdoa kepada Tuhan dengan memohon kepada Tuhan untuk memberikan pengampunan kepadanya dengan membiarkan dia meninggal. Kemudian aku tahu itu adalah hukuman untuk apa yang sudah kami lakukan kepada wanita malang itu."
"Setelah itu akhirnya Susan meninggal setelah 5 tahun berjuang dan aku menjadi sendirian dengan dosa besar ku."
"Hukuman Susan berakhir hanya 5 tahun. Tapi hukuman ku lebih berat dibanding dia. Hukuman ku terus berlanjut sampai 24 tahun dan sampai saat ini dosa terbesar ku membakar diriku dari dalam dan setiap waktu tanpa memberikan sedikit pun pengampunan kepadaku."
Kemudian Tuan Adam berkata dengan sedih dengan air matanya yang terus mengalir seperti sungai di pipinya.
"Aku sudah menunggu waktu yang lama untuk pergi kepada Anisa dan berlutut di hadapannya. Tidak, lebih tepatnya aku sudah menunggu waktu yang lama untuk mencium kakinya dan meminta pengampunan nya dan meminta dia untuk memberikan aku kesempatan untuk melanjutkan hidupku bersamanya."
"Tapi sayangnya aku bahkan tidak punya keberanian yang cukup untuk mengatakan kepadanya semua itu sampai saat ini. Aku benar-benar putus asa dan berharap jika aku punya cukup keberanian untuk melakukannya. Tapi keinginan dan kenyataan benar-benar suatu hal yang berbeda. Dan tidak semua yang kita ingin lakukan bisa kita lakukan pada kenyataannya."
Kemudian Tuan Adam melihat kearah Steven dan Mama Willa saat dia duduk di kursi dan air matanya terus mengalir di pipinya dan melihat mereka berdua juga yang tampak menangis.
Lalu Steven berkata dengan sedih dengan air matanya yang terus mengalir di pipinya.
__ADS_1
"Jadi Dion adalah saudara kembar identik ku?"
"Apakah kau tahu saudara kembar mu?" Tanya Tuan Adam yang tampak begitu terkejut.
Steven berkata kepada Papanya.
"Papa, kembaran ku Dion terbunuh 4 tahun yang lalu."
Tuan Adam tampak begitu terkejut dan kembali berkata pada Steven dengan suaranya yang bergetar.
"Apa? Apa yang baru saja kau katakan?"
Kemudian Tuan Adam kembali menangis dengan menggila saat dia berkata, "anakku yang lainnya terbunuh. Bagaimana mungkin itu terjadi? Katakan padaku apa yang sudah terjadi padanya?"
"Biarkan aku yang menceritakan seluruh kejadiannya kepadamu." Ucap Mama Willa kepada Tuan Adam.
Setelah itu Mama Willa mulai menceritakan semuanya kepada Tuan Adam tentang apa yang terjadi kepada Dion.
Setelah itu Mama Willa berkata kepada Tuan Adam dengan sedih.
"Apa yang tidak kau tahu adalah, bahwa Anisa juga kehilangan kesadaran nya dan juga penglihatannya karena rasa yang begitu sedih setelah pembunuhan tragis yang terjadi kepada satu-satunya putranya Dion, 4 tahun yang lalu. Dia tidak bisa menghadapi hal yang membuat dirinya terkejut dalam hidupnya lagi terutama saat dia kehilangan harapan terakhirnya untuk hidup di dunia ini. Dia kehilangan orang terakhir yang membuat dia tetap hidup."
"Bagaimanapun saat itu dia menghadapi waktu yang sangat sulit dan membutuhkan bantuan orang lain. Tapi dia menghadapi waktu yang sulit itu sendirian dan menolak untuk menerima bantuan orang lain. Aku tidak tahu apa alasan sebenarnya baginya untuk menolak menerima bantuan orang lain. Mungkin dia terlalu sungkan untuk menerima bantuan atau meminta bantuan orang lain."
"Mungkin jauh dalam dirinya, dia merasa jika menerima bantuan orang lain akan membuatnya merasa dikasihani karena dia akan selalu menjadi orang yang membutuhkan bantuan orang lain saat dia hidup. Dimana selama ini, dialah yang selalu membantu orang lain. Jadi dia pun hidup dengan mengisolasi dirinya dari orang lain. Bagaimanapun kami tetap mencoba dengan sangat keras untuk tidak membiarkan dia sendiri. Tapi, saat kami mencoba untuk membantunya, dia terus menolak bantuan kami yang membuat hidupnya begitu penuh kesengsaraan."
Saat mendengarkan hal itu, Tuan Adam menjadi begitu sedih dengan kematian putranya dan hal itu membuat hatinya terasa berdarah karena putranya meninggal sebelum dia bisa melihat atau mengetahui nya. Tapi hal yang membuatnya sangat terluka adalah dia menyadari seberapa salahnya dirinya. Apalagi dia menyadari bahwa kesalahannya lebih besar dibandingkan dengan apa yang dibayangkannya sejak dulu. Karena dia menyadari bahwa dosa itu malah semakin membuat hatinya bukan hanya terluka tapi juga merusak dirinya dengan begitu kejam.
Tiba-tiba Tuan Adam berhenti menangis, saat semua air matanya terasa mengering karena mungkin dia menyadari bahwa jika dia terus membiarkan air matanya jatuh seperti sungai, air matanya itu tidak cukup untuk membayar semua kesalahan yang pernah dia lakukan.
Tuan Adam benar-benar terluka saat dia begitu terkejut dengan mengetahui bahwa dialah orang yang sudah menyebabkan semua rasa sakit itu kepada istrinya dan juga putranya.
Steven merasakan luka dari Papanya. Itu adalah pertama kalinya saat Steven melihat Papanya begitu terluka begitu yang membuatnya merasa kasihan untuk Papanya. Namun disaat yang bersamaan dia juga merasa kasihan kepada Mama kandungnya juga.
Entah kenapa, hati Steven mulai merasa terluka karena ada perasaan yang membuatnya sangat ingin untuk bisa melihat Mamanya yang terus berlarian dalam hatinya. Seolah dia ingin terbang pergi ke tempat dimana Mamanya berada, hanya untuk bisa melihat sosok Mama kandungnya itu.
Tiba-tiba Steven berkata kepada Papanya dengan wajah yang sedih.
"Papa maafkan aku karena mengatakan hal ini. Tapi, andai saja Papa mempunyai keberanian untuk menghadapi semua konsekuensi dengan apa yang sudah Papa lakukan untuk menghadapi Mamaku, kita berdua pasti bisa bertemu dengan Mama. Tidak ada pilihan lain, kita tidak bisa meninggalkan Mama hidup dengan penuh kesedihan seperti itu."
__ADS_1
Bersambung....