Cinta Membuat Aku Gila

Cinta Membuat Aku Gila
12. Tidur


__ADS_3

Tapi semakin Steven mencium leher Willa, semakin dalam dia ingin lebih jauh bersama Willa. Hal itu membuat tidak ada lagi jarak diantara Steven dan Willa. Hal itu membuat hati Steven merasa begitu indah dan tanpa sadar, Steven mulai mendorong Willa dengan lembut dan mengganti posisi mereka.


'Siapapun kau atau apapun perasaan yang kau miliki kepadaku, kau akan selalu menjadi tempat di mana aku seharusnya berada.' ucap Steven dalam hati.


Saat Steven semakin mendekatkan Willa kedalam pelukannya, Willa merasa semakin jatuh dalam indahnya cinta. Willa mendekatkan bibirnya ke telinga Steven, dan membisikkan kata dengan lembut, "aku sangat merindukanmu, aku benar-benar tergila-gila padamu Steven."


Steven semakin mengeratkan pelukannya pada Willa dan membenamkan wajahnya di leher Willa seraya mendorong Willa perlahan dan penuh kehangatan.


Tiba-tiba Willa menyadari bahwa Steven sudah terlalu jauh dari seharuanya. Dan jika semuanya terus seperti ini, maka ciuman itu akan beralih pada sesuatu yang lebih jauh lagi. Dan itu akan membuat hubungan mereka menjadi semakin rumit. Bukannya mereka bisa memperbaiki hubungan mereka, jadi Willa mendorong Steven ke belakang dengan lembut dan berkata,


"Steven kumohon hentikan ini. Aku tahu bahwa kau tengah memaksakan dirimu untuk mencium aku. Tapi kau tidak perlu memaksakan diri mu sejauh ini hanya untuk memuaskan aku."


Tapi Steven benar-benar kehilangan kendali dirinya pada Willa dan dia tidak mendengar ucapan Willa sedikit pun. Dia terus memeluk Willa dengan semua kekuatan yang dia punya dan bukannya malah menjauh dari Willa. Steven seperti tengah kehilangan sesuatu yang sangat penting dan berharga bagi dirinya dan sekarang akhirnya dia mendapatkan miliknya itu kembali.


Kemudian Willa kembali mendorong Steven ke belakang dan memohon padanya.


"Steven kumohon hentikan, kau sudah mulai menyalakan api dan tidak ada yang bisa menghentikan semua ini kecuali dirimu."


"Kumohon, aku ingin memenuhi janji yang aku buat kepadamu. Hal ini tidak akan melebihi sebuah ciuman. Jadi tolong bantu aku untuk melakukannya. Aku mohon kepadamu." Ucap Willa.


Itulah saatnya Steven dapat mendengar ucapan Willa. Jadi dia pun menjadi terkejut dengan apa yang sudah dilakukan dan berkata kepada dirinya sendiri seraya dia melepaskan dirinya dari Willa dengan wajah yang tampak malu.


'Oh ya Tuhan, apa yang aku pikirkan sampai aku sudah melakukan semua ini. Aku hampir melupakan tentang janji yang aku buat kepada mamanya.'


Dan saat Steven menjauh dari Willa, dia berkata dengan malu, "iya kau sudah berjanji kepada ku akan hal itu. Aku minta maaf jika aku melakukan suatu kesalahan padamu."


Willa dapat merasakan bahwa Steven merasa malu. Jadi dia berucap untuk membuat Steven merasa nyaman.


"Kau tidak melakukan apapun yang salah. Aku lah orang yang memintamu untuk melakukan itu."


Willa melihat ke arah bawah dengan wajah yang menampilkan senyuman yang sedih.


Willa dapat merasakan kesedihan dari wajah Steven, jadi dia mencium tepat di pipi Steven untuk membuatnya tidak merasa sedih lagi dan berkata, "terima kasih banyak Steven. Kau sudah mengabulkan keinginanku. Kau mempunyai hati yang sangat baik."

__ADS_1


Kemudian Steven tersenyum dan berkata, "terimakasih Willa."


Willa pun tersenyum padanya.


Steven menghela napas dan berkata, "sekarang aku pikir bahwa kau harus tidur, sekarang naik lah ke atas tempat tidur. Ini sudah waktunya bagimu untuk beristirahat." Ucap Steven seraya berbalik hendak pergi meninggalkan kamar itu.


Willa tampak terkejut dan berkata, "kemana kau akan pergi Steven?"


Steven membalikkan kepalanya dan berkata, "aku akan tidur di kamar ku."


"Kumohon Steven, jangan tinggalkan aku sendirian di sini. Aku tidak akan pernah bisa untuk tidur tanpa kau ada di sisiku." Ucap Willa.


"Apa maksudmu?" Tanya Steven dengan wajah yang terkejut.


"Aku merasa sangat gugup karena ini adalah tempat baru bagiku. Bisakah kau berbagai tempat tidur yang sama denganku, hanya malam ini saja?"


Steven menatap Willa dengan tajam kemudian berbicara kepada dirinya sendiri.


Willa menatap Steven yang tengah menatap dirinya dan berkata dengan sedih, "percayalah kepadaku, aku tidak akan pernah melakukan hal aneh lagi. Apa kau mau?"


Steven berkata kepada dirinya sendiri, 'jika dia mau untuk melakukan sesuatu yang aneh, dia mungkin sudah melakukannya sejak tadi. Tapi dia malah menghentikan aku tadi.'


'Mungkin dia hanya membutuhkan seseorang untuk membantunya bisa tidur nyenyak malam ini.'


Tiba-tiba Steven menghela napas dengan dalam dan berkata, "baiklah, aku akan berbagi tempat tidur denganmu. Tapi hanya malam ini saja."


Willa tampak bahagia dan tersenyum kemudian berkata, "terima kasih Steven karena sudah peduli kepadaku."


Steven tersenyum dan berkata, "terima kasih kembali."


Willa menghela napas dengan lega dan berkata, "baiklah, aku sudah menyiapkan air panas untuk mu mandi. Tapi aku akan tidur lebih dulu, kau bisa pergi mandi air hangat jika kau mau."


Steven tersenyum dan berkata, "iya tentu. Terima kasih banyak Willa."

__ADS_1


Tiba-tiba Willa menarik tangan Steven menaruhnya di atas kepalanya dan berkata, "berjanjilah atas nama Tuhan, bahwa setelah kau selesai mandi, kau akan tidur di sampingku di tempat tidur sampai pagi hari datang."


"Oh aku sudah memberikan janji atas nama Tuhan sebagai kelemahan ku. Kalau begitu biarkan petir menyambar ku, jika aku melanggar janji itu." Ucap Steven.


Willa mencium pipi Steven dengan lembut dengan senyuman lebar di wajahnya.


"Selamat malam Steven, mimpi lah yang indah."


"Selamat malam juga Willa. Semoga kau mimpi yang indah juga." Balas Steven.


Steven kemudian beranjak pergi ke kamar mandi untuk mandi dan Willa pergi ke tempat tidur untuk beristirahat.


Beberapa saat kemudian....


Steven keluar dari dalam kamar mandi dan mendapati Willa sudah tertidur.


Steven menghela napas dan berkata, "akhirnya dia tertidur dan malam ini akan berlalu dengan aman."


Steven mendekat kearah Willa di atas tempat tidur dengan ekspresi yang sedih di wajahnya.


"Tapi jujur saja, dia membuatku terbiasa untuk mendengar suaranya yang indah itu sepanjang hari dan aku merasa sedikit sedih karena dia tertidur."


Steven lalu duduk di samping Willa di atas tempat tidur, mendekat kearah Willa dan melihat ke wajahnya dengan jarak dekat dan berkata kepada dirinya sendiri.


'Oh ya Tuhan, dia tampak seperti malaikat saat dia tertidur.'


Steven semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Willa, melihat kearah Willa dengan tatapan hangat dan berkata, "kau adalah wanita yang sangat unik."


"Kau sangat cantik dari dalam sama cantiknya dengan tampilan dirimu dari luar."


"Kau benar-benar bisa membuat hidupku naik turun hanya dalam suatu hari."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2