Cinta Membuat Aku Gila

Cinta Membuat Aku Gila
38. Willa Siuman


__ADS_3

Bu Anisa hendak mengatakan sesuatu saat Steven menghalangi ucapannya dan berkata kepada Papanya.


"Apakah Papa tidak melihat? Mama tampak bingung. Mama membutuhkan lebih banyak waktu untuk berpikir tentang pertanyaan Papa itu. Jadi, kami bersua akan memikirkan tentang pertanyaan Papa dan memberikan Papa jawaban setelah 1 minggu dari sekarang. Dan jika Mama setuju untuk menikah dengan Papa maka Papa akan membawakan Mama cincin pernikahan dan kemudian aku akan setuju dengan pertunangan kalian."


Tuan Adam tampak begitu terkejut. Dia mulai menatap Steven dengan wajah marah karena rasa kesal. Dia pun bertanya kepada Steven lagi.


"Jika kau membutuhkan waktu seminggu penuh untuk berpikir tentang pertunangan kami, maka berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk membiarkan aku menikahi nya lagi?"


Steven berkata kepada Papanya itu.


"Tergantung dengan keberuntungan Papa dan persiapan pesta pernikahan dan pakaian pernikahan berakhir dengan cepat, maka Papa akan menikahi Mama secepatnya. Jika Papa begitu lama melakukannya, maka itu akan menjadi keberuntungan yang buruk untuk Papa dan kemudian Papa akan menunggu untuk bisa menikahi Mama selama Mama membutuhkan waktu untuk memikirkan semuanya."


Tuan Adam langsung berdiri dan mencoba untuk memeluk tubuh Bu Anisa. Sementara Tuan Adam berkata kepada Steven.


"Steven bisakah kau menghentikan semua ini. Kau sudah terlalu berlebihan."


Tapi Steven terus memeluk Mamanya dan memindahkan tubuh Mamanya menjauh dari Papanya agar Papanya itu tidak bisa menyentuh Mamanya, kemudian dia berkata kepada Papanya.


"Aku sedang tidak bercanda dan aku memperingatkan Papa, jika Papa mencoba untuk menyentuh Mama selama masa pertunangan kalian, aku akan meyakinkan Papa bahwa aku akan memutuskan hubungan pertunangan ini dan menemukan suami terbaik untuk Mama."


"Mama adalah permata ku dan aku tidak akan membiarkan Papa untuk memiliki Mama dengan begitu mudah."


Kemudian Bu Anisa dan Mama Willa tertawa dengan begitu keras dan Mama Willa berkata kepada Tuan Adam.


"Dia akan membuatmu merasakan konsekuensi yang serius atas apa yang sudah kau lakukan kepada Mamanya sebelumnya."


Tiba-tiba seorang perawat yang berjaga di ruangan tempat Willa dirawat, berlari dengan cepat ke arah mereka semua dengan dirinya yang bernapas dengan cepat.


Perawat itu berdiri di depan mereka, kemudian dia membungkuk dan memegang lutut nya untuk mengambil nafas dalam.


Semua orang yang ada disana tampak terkejut dan mengelilingi perawat itu dan bertanya kepadanya.


"Apa yang terjadi? Jangan katakan kepada kami jika sesuatu yang buruk terjadi pada Willa."


Kemudian perawat itu mulai membuka bibirnya untuk berbicara. Namun orang yang ada di sekelilingnya, tampak khawatir dengan apa yang akan dia katakan kepada mereka. Mereka semua menatap bibir perawat itu dengan perasaan takut, dan jantung mereka berdegup begitu kencang dan kemudian pada saat perawat itu berkata,


"Dia...."


Mereka semua merasa seolah sesuatu keluar dari jantung mereka dan itu sudah cukup untuk mengambil nafas mereka dan kemudian mereka semua berteriak dengan sangat keras kepada perawat itu.


"Dia kenapa?" Teriak mereka semua.


Perawat itu membalas ucapan mereka dengan dia yang begitu sulit untuk berbicara karena tadinya dia berlari dengan cepat ke arah mereka untuk mengatakan kepada mereka berita itu.


"Aku tengah melihat Willa di layar kamera dari ruangan ku. Kemudian tiba-tiba aku melihat dia akhirnya bangun dari komanya dan berjalan. Jadi aku berlari dengan cepat kemari untuk melihat kearah ruangan khusus di mana dia dirawat dan mengatakan hal ini kepada kalian semua juga."


Lalu dokter yang merawat Willa pergi ke ruangan khusus di mana Willa dirawat. Saat dokter itu masuk ke dalam ruangan, mereka semua, (Steven, Bu Anisa, Bu Agatha dan Tuan Adam) mengelilingi dokter itu untuk masuk bersama dengan dokter itu ke dalam ruangan di mana Willa dirawat secara khusus.


Dokter itu tampak terkejut. Jadi dia bertanya kepada mereka semua.


"Apa yang kalian pikirkan dengan apa yang kalian lakukan sekarang? Dia adalah seorang pasien yang dirawat secara khusus dan siapapun tidak boleh diizinkan untuk melihat dia sampai aku selesai memeriksa keadaannya lebih dulu. Setelah itu jika dia baik-baik saja dan menyadari semua hal di sekelilingnya dan juga sudah bisa untuk berbicara, maka aku akan mengizinkan kalian semua untuk melihat dia dengan waktu yang cepat. Namun, jika dia tidak bisa melakukan hal itu, maka tidak ada satu orang pun dari kalian yang boleh masuk ke dalam ruangan khusus di mana dia di rawat itu, karena itu akan memberikan rasa sok dan hasil dari kondisinya akan lebih buruk lagi."


Jadi semua orang yang ada disana menjadi sedih dan menghela napas dalam, karena rasa sedih yang muncul di wajah mereka.


Dokter lalu dengan cepat masuk ke dalam ruangan khusus dimana Willa dirawat. Tapi setelah itu dia juga melihat semua orang yang berkumpul di depan cermin dinding dari ruangan khusus di mana Willa dirawat dan menunjuk Willa dari belakang kaca itu.


Kemudian dokter itu menjadi marah kepada mereka dan menunjuk dengan jemarinya ke arah mereka semua untuk menjauh dari dinding kaca itu karena dia tidak mau sesuatu atau seseorang yang akan membuat keadaan Willa menjadi lebih buruk.

__ADS_1


Mereka semua pun akhirnya pergi menjauh dari dinding kaca itu kemudian Steven berkata, "dasar dokter sialan."


Steven lalu melihat ke arah samping dimana kedua, dimana Mamanya dan Mama Willa tengah menyandar di depan pintu ruangan khusus di mana Willa dirawat itu dengan menempelkan telinga mereka di sebuah lubang kecil yang ada di pintu dengan tujuan untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan dokter itu kepada Willa.


Steven tampak terkejut dan mendekat ke arah mereka berdua sembari menatap ke arah mereka dengan marah dan berkata, "apa yang sedang kalian berdua lakukan."


Kedua wanita paruh baya itu menunjuk ke arah Steven dengan marah dengan jemari mereka untuk membuat Steven terdiam dengan wajah mereka yang tampak kesal.


Kemudian Steven berkata kepada mereka berdua.


"Bagaimana kalian bisa melakukan hal yang buruk seperti ini?"


Kedua wanita itu tampak marah pada Steven dan menaruh telunjuk mereka di bibir mereka dengan marah untuk membuat Steven mengetahui bahwa dia harus diam dan mereka berkata kepada Steven, "ssshhhh....."


Tiba-tiba Steven menarik mereka berdua menjauh dari pintu itu dengan lembut dan juga perlahan kemudian dia berkata kepada mereka, "kalian berdua seharusnya tidak melakukan hal yang buruk seperti ini. Jadi bisakah kalian berdua bersikap lebih baik dan menjauh dari pintu itu?"


Kedua wanita itu, Mama Steven dan Mama Willa mulai berjalan menjauh dari pintu saat mereka menghela nafas dengan sedih.


Setelah itu dengan secepat kilat saat kedua wanita itu pergi menjauh dari pintu Steven bergegas mendekat kearah pintu dan menaruh telinganya di sebuah lubang yang ada di pintu untuk mendengarkan pembicaraan Willa dan dokter itu.


Kemudian Mama Willa tertawa terbahak-bahak. Hal itu membuat Mama Steven bertanya dengan wajah terkejut.


"Sayangku, apa yang terjadi sehingga bisa membuatmu tertawa begitu hebat."


Mama Willa membalas, "dia mencoba untuk membuat kita menjauh dari pintu agar tidak mendengarkan pembicaraan dokter dan Willa. Tapi dialah yang malah melakukan hal itu. Dia tidak bisa menunggu untuk bisa mendengarkan suara Willa. Itu benar-benar yang dinamakan cinta sayangku."


Bu Anisa tampak terkejut dan dia bertanya kepada Bu Agatha.


"Apakah Willa jatuh cinta dengan Steven?"


Tiba-tiba Steven menunjuk ke arah mereka berdua untuk membuat mereka terdiam.


"Ceritanya sangat panjang, ikutlah bersamaku mari kita bicara menjauh dari sini beberapa saat sampai dokter selesai mengecek keadaan Willa. Dan saat itu aku akan menceritakan kepadamu seluruh kisah ini."


Setelah itu Bu Agatha dan Bu Anisa berjalan bersama dan berdiri tidak jauh dari ruangan khusus dimana Willa dirawat dan setelah itu Bu Agatha mulai mengatakan kepada Bu Anisa seluruh cerita dari kisah cinta Steven dan Willa sejak awal sampai saat ini.


Di sisi lain Steven tampak serius mendengarkan ucapan dokter dan Willa dokter mulai mengecek keadaan Willa dan dia bertanya kepada Willa.


"Siapa namamu?"


Willa membalas, "aku adalah Willa Winona."


Setelah Steven mendengarkan suara Willa, mata Steven tampak membasah dan dia menggigit bibirnya dan bicara pada dirinya sendiri.


'oh Willa, aku sangat merindukan suaramu. Mendengar suaramu lagi membuatku merasa begitu lega.'


Saat itu Tuan Adam terus menatap putranya dan tersenyum.


Kemudian dokter kembali bertanya kepada Willa.


"Kau berasal dari kota mana?"


"Aku berasal dari kota x." Balas Willa.


Kemudian dokter itu kembali bertanya kepada Willa.


"Apakah kau tahu, tahun berapa saat ini?"

__ADS_1


"Tentu saja, sekarang tahun 2022."


Kemudian dokter itu berkata kepada Willa.


"Terima kasih Tuhan, aku tidak melihat ada tanda yang tidak normal dari tanda vital mu, semuanya akan baik-baik saja."


Setelah dokter itu berbalik dan hendak pergi, tiba-tiba Willa bertanya kepadanya.


"Apakah Ste.....?


kemudian dokter itu berbalik dan bertanya kepada Willa, "apakah kau ingin mengatakan atau bertanya tentang sesuatu atau seseorang?"


Kemudian mata Willa mulai membasah dan dia menggelengkan kepalanya kemudian membalas ucapan dokter itu.


"Tidak dokter, aku hanya mengingat suatu hal yang bukan menjadi milikku lagi. Kemudian setelah itu Willa terdiam beberapa detik dan menggigit bibirnya untuk menahan air matanya agar tidak terjatuh ke pipinya.


Tapi semua itu tidak berguna, air mata Willa tetap jatuh ke bawah ke arah pipinya dan dia berkata kepada dokter dengan suara yang bergetar.


"Dia sudah menjadi milik wanita lain, jadi lupakan saja."


Kemudian Willa terdengar menghela napas begitu dalam.


Steven yang mendengarkan suara Willa dari lubang pintu dan setelah mendengarkan ucapan Willa itu Steven pun tersenyum dan berbicara pada dirinya sendiri.


'Sejauh ini kau tidak bisa untuk menahan diri mu sendiri untuk bertanya tentang diriku. Apakah kau masih memikirkan bahwa aku adalah suamimu atau apakah kau masih jatuh cinta kepadaku setelah kau mengetahui bahwa aku bukanlah suamimu?'


'Baiklah, biarkan aku menunjukkan suatu hal yang sudah kau lakukan kepadaku. Tunggulah sampai aku melihat wajahmu.... kau adalah gadis yang nakal.'


Tiba-tiba saat Steven masih di tengah berpikir dokter membuka pintu dan melihat Steven saat dia tengah mendengarkan pembicaraan mereka dari balik pintu.


Dokter tampak terkejut dan menatap Steven dengan marah yang membuat Steven tampak malu. Bagaimanapun dia lalu tertawa dengan keras untuk menutup rasa malunya dibalik senyumnya itu.


Tapi dokter itu terus menatap dirinya kemudian Steven berkata kepada dokter itu.


"Apa? Jangan pandang aku seperti itu. Aku mencintai dia dan aku sangat merindukannya. Jadi aku tidak bisa menahan diriku untuk mendengar suaranya lagi."


Tiba-tiba dokter itu tersenyum kepada Steven dan dia berkata, "baiklah, jika seperti itu, kau boleh masuk untuk melihatnya dan bicara kepadanya apapun yang kau inginkan. Tapi jangan memaksa dia untuk berbicara."


Kemudian Steven tampak begitu gembira. Dia tersenyum dan berkata kepada dokter itu.


"Terima kasih banyak dokter. Aku tidak akan membuat dia berbicara terlalu banyak."


Setelah mendengarkan apa yang diucapkan dokter mereka semua, (Mama Willa, Mama Steven dan Tuan Adam) berkumpul di hadapan ruangan khusus di mana Willa dirawat untuk bisa masuk dan melihat Willa dan juga berbicara kepadanya.


Kemudian Steven berkata kepada mereka semua.


"Aku akan menjadi orang pertama yang boleh bicara padanya lebih dulu. Aku mau mengatakan kepadanya tentang semuanya sendiri. Jadi bisakah kalian memberikan aku kesempatan ini? Aku benar-benar tidak mau kehilangan dia."


Saat itu semua orang pun berkata kepada Steven.


"Baiklah Steven, kami akan membiarkan kau bicara padanya lebih dulu."


Kemudian Steven mengambil nafas dalam dan setelah itu dia mulai membuka pintu.


Sementara itu di sisi lain di dalam ruangan itu, Willa tengah duduk di tempat tidur dengan kedua kakinya yang tampak terluka parah dia berbaring dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis dengan keras.


Willa lalu mendengarkan suara pintu terbuka. Kemudian dia memindahkan tangannya menjauh dari wajahnya dan memiringkan wajahnya dengan perlahan dan melihat bahwa....

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2