Cinta Membuat Aku Gila

Cinta Membuat Aku Gila
9. Berduaan


__ADS_3

Entah bagaimana Willa tiba-tiba melepaskan tangan Steven, dia bergegas berjalan ke arah pintu mengunci pintu kamar itu dan berkata, "akhirnya kita hanya berdua."


Willa kemudian kembali mendekat kearah Steven setelah dia menutup pintu dan kemudian dia berdiri dihadapan Steven, mengambil tangan Steven lalu mencium tangan Steven secara bolak balik. Dari punggung tangan Steven hingga telapak tangan Steven berkali-kali kemudian menaruh tangan Steven di kepalanya.


Steven tampak terkejut dengan apa yang dilakukan Willa. Dia tidak tahu apa tujuan Willa melakukan hal seperti itu. Jadi dia langsung memegang tangan Willa dan kemudian bertanya kepadanya.


"Apa yang kau lakukan?"


"Ini hanyalah sebuah tradisi di mana aku mengambil berkat dari orang yang aku sayang. Orang-orang di tempat ku biasanya melakukan hal seperti itu kepada orang tua dan orang yang mereka sayang. Tapi aku tidak melakukan hal ini untuk alasan apapun. Aku melakukan hal ini untuk membuatmu tahu bahwa aku tidak hanya mencintai dirimu, tapi aku juga sangat mengagungkan dirimu." Jawab Willa panjang lebar.


Steven benar-benar terkejut, karena ini adalah pertama kalinya dia mendengar seseorang mengatakan suatu kalimat atau bertindak sesuatu yang seperti itu padanya. Kemudian Steven langsung menarik Willa kedalam pelukannya tanpa sadar. Sementara itu, tampak air mata Willa jatuh ke pipinya.


Kemudian Steven mulai bicara pada dirinya sendiri.


'Apa yang harus aku lakukan sekarang? Dia percaya bahwa aku adalah suaminya. Sekarang kami berduaan dan kamar ini terkunci dengan hanya ada kami disini. Dan sekarang, dia berada dalam pelukanku. Siapa orang yang akan menyelamatkan aku dari ucapan manisnya dan apa yang akan dia lakukan nanti? Aku sudah menerima banyak hal sepanjang hari ini, aku sudah cukup menerima semuanya dan aku tidak bisa bertahan lebih jauh lagi.'


'Aku tidak tahu kenapa, untuk pertama kalinya aku merasa bahwa aku ingin berbagi perasaan yang sama dengan seorang wanita yang berdiri di hadapanku ini. Bagaimanapun, selama ini aku selalu dikelilingi banyak wanita sebelumnya dan aku tidak pernah punya hubungan apapun dengan wanita lain sebelumnya.'


'Bahkan dengan tunangan ku sendiri, aku tidak punya hubungan apapun dengannya sejauh ini. Tapi, untuk pertama kalinya aku merasa bahwa aku begitu lemah di hadapan wanita ini dan aku takut bahwa aku akan menjadi semakin lemah dan malah melupakan siapa diriku dan menjalin hubungan dengannya dan melanggar janji yang aku buat dengan Mama nya. Tapi ini bukanlah sikapku yang biasanya untuk melanggar janji yang aku buat kepada orang lain sebelumnya. Aku harus mengganti topik pembicaraan kami dan menemukan cara untuk pergi menjauh darinya beberapa saat. Sampai aku merasa tenang, fokus dan berpikir dengan hati-hati untuk apa yang harus aku lakukan selanjutnya. Aku hanya butuh waktu untuk rehat sejenak.'


Tiba-tiba Steven mendorong tubuh Willa dengan perlahan seraya dia melihat ke arah mata Willa dan berkata, "Willa, namamu sangat indah apa artinya itu?"

__ADS_1


Willa tersenyum dan berkata, "apakah kau sangat menyukai namaku? Aku sangat senang mendengarkan hal itu. Orang tuaku mengatakan, orang yang namanya Willa ini cenderung sangat karismatik. Mereka menyenangi gaya, mengasihi, dan menjadi pencinta ulung. Orang yang bernama Willa, susah dikenali tapi layak dikenal dan bisa dipercaya dengan rahasia apapun dalam hidup. Dia bisa menyuarakan isi hatinya dan tidak dengan sengaja menutup-nutupi sesuatu."


"Iya aku sangat menyukai namamu dan semakin menyukainya setelah aku mengetahui artinya. Namamu sangat indah dan cocok dengan dirimu." Ucap Steven.


Willa tersenyum bahagia, kemudian Steven kembali berkata kepadanya, "aku bukan bermaksud tidak sopan padamu. Tapi tubuh mu sangat berkeringat karena sepanjang hari beraktifitas dan bajumu juga masih terdapat noda darah. Oleh karena itu, maukah kau untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh mu lebih dulu sebelum tidur?"


Willa berkata dengan wajah yang tampak malu, "maafkan aku Steven. Aku lupa tentang hal ini. Kebahagiaanku karena kehadiran dirimu membuat aku lupa pada diriku sendiri. Aku akan pergi mandi sekarang."


Dan tanpa keraguan Willa langsung berbalik untuk pergi mandi. Di mana dia pergi ke kamar mandi yang berada di dalam kamar itu juga.


Steven akhirnya bisa bernafas lega dan berkata, "akhirnya aku bisa selamat. Aku bisa menemukan alasan untuk membuat dia menjauh dariku."


"Aku sangat malu untuk meminta mu hal ini. Tapi bisakah kau menolongku untuk membuka resleting gaun yang aku kenakan ini? Seperti yang kau lihat, resleting nya ada di belakang. Kedua tanganku terluka dan di perban. Bagaimanapun saat kau mengobati lukaku tadi, kau menaruh perban di seluruh jemari ku. Karena itu, akan sangat sulit bagiku untuk membuka ini sendiri."


Steven sangat terkejut. Dia menatap Willa dengan sangat tajam, kemudian berkata kepada dirinya sendiri.


'Oh ya Tuhan, tidak ada tempat bagiku untuk bisa kabur dari wanita ini.'


Willa dapat merasakan bahwa Steven tampak malu dan berkata, "apa kau tahu sesuatu...? Ah, lupakan saja. Aku seharusnya tidak memintamu untuk melakukan hal itu sejak awal. Aku minta maaf."


Steven bergegas mendekat kearah Willa dan langsung berdiri di belakang tubuh Willa dan berkata, "tidak, tidak, tidak. Maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk menatapmu seperti itu, biarkan aku membantumu."

__ADS_1


Willa tersenyum, dia lalu menarik rambutnya dari punggungnya dan menaruh nya di pundaknya untuk membantu Steven agar bisa membuka resleting gaun yang dikenakannya.


Kemudian Steven memegang resleting itu dan mulai membukanya seraya menutup matanya dan gemetar.


Saat Steven sudah bisa membukanya, dia kemudian membuka matanya dan berkata, "Iya, terima Tuhan, ini terbuka dengan aman."


Willa tertawa dengan sangat keras dan berkata, "maafkan aku Steven. Aku tidak bisa menahan tawa ku lebih lama lagi."


"Kenapa?" Tanya Steven.


"Kau mengingatkan aku kepada malam pernikahan kita. Saat itu, kau juga membuka resleting gaun pernikahan untukku. Kau tampak sangat malu seperti seorang pria yang tidak pernah menikah dengan ku sebelumnya." Ucap Willa.


Steven melihat ke arah bawah dengan malu.


"Aku benar-benar minta maaf. Aku sudah melewati batas lagi dan aku tidak akan melakukan itu lagi." Ucap Willa.


"Kau tidak melewati batas. Tapi aku seorang pria yang memang sedikit pemalu. Ini bukanlah salahmu, ini memang sudah kebiasaan ku." Ucap Steven.


"Bagaimanapun, aku tahu bahwa kau selalu menjadi pria pemalu. Aku mengatakan hal itu dan semakin membuat mu malu. Aku benar-benar minta maaf." Ucap Willa dengan ekspresi yang begitu sedih di wajahnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2