CINTA RAHASIA

CINTA RAHASIA
bab 11


__ADS_3

Di sebuah mall,nisya dan rudi sudah sampai lebih dulu


"sena mana sih,kok belum datang juga"


"sabar, bentar lagi juga dateng "


Tak lama sena dan Billy pun tiba, mereka menghampiri Nisya dan rudi yang sudah menunggu mereka,


"maaf ya kalian udah nunggu lama?"(tanya sena).


"enggak kok na,ya udah ayo masuk (ajak nisya)..


mereka pun mulai membeli keperluan untuk mereka bawa besok,selesai membeli yang di perlukan, mereka pergi ke sebuah restaurant yang ada di mall tersebut untuk mengisi perut, tak lama makanan yang di pesan pun datang,


"sayang kamu makan kayak anak kecil aja (ucap nisya sembari membersihkan bibir rudi)


"masa sih"


Sena yang melihat pemandangan itu pun dengan cepat mengalihkan pandangannya ke Billy"


"bil nanti kita mampir ke apotek ya,mau beli obat ayah"


"oke, dengan senang hati"


"makasih"


"emang ayah kamu sakit na?(tanya nisya)


"udah mendingan sih,cuma butuh minum obat aja, karena obatnya di rumah habis, jadi mau beli di apotik"


"syukurlah,salam ya sama ayah sama ibu kamu na, bilang nisya belum sempat jengukin"


"iya nis"


Selesai makan mereka pun bergegas menuju parkiran dimana motor Rudi dan Billy berada,


sena memasang helm nya namun ia kesusahan untuk mengaitkan tali helm itu


"ini kok susah banget sih"


"sini gue pasangin"(Billy mendekatkan wajahnya ke wajah sena sembari memasang pengait helm tersebut"


"ehem ehem mesra banget sih,"


"apaan sih nis"(ucap sena)


"habis kalian mesra banget pake acara di pasangin helm segala, jadi iri... sayang pasangin helm aku juga donk"


"itu kan kamu udah pasang sendiri,masa mau di buka lagi?"(jawab rudi)


"hehe iya juga sih"


"ya udah kami duluan ya.."(ucap Billy)


Billy dan sena pun berlalu,


"mereka cocok banget,kenapa mereka nggak pacaran aja coba, ya nggak sayang?(nisya yg melihat rudi sedang melamun)


sayang... Rudi kamu denger aku nggak sih"

__ADS_1


"haaa...iya aku denger kok,ya udah ayo aku antar kamu pulang"


***


Siang berganti malam sena sedang mengemas barang-barang yang akan di bawa besok,


"kok tasnya nggak muat gini sih,kenapa tadi nggak kepikiran beli tas yang lebih besar,ini gara-gara sibuk ngelirik rudi ni, jadi nggak fokus belanja nya,dasar gue bodoh banget jadi orang,


Tak lama ponsel sena berbunyi tanda telpon masuk,sena melihat layar ponselnya dan ternyata yang menelpon rudi


"hallo, kenapa rud"


"lo udah siapin barang-barang buat di bawa besok?"


"udah sih,cuma ada masalah dikit"


"masalah apa?"


"tas gue kekecilan,jadi barang gue banyak yang nggak bisa masuk,mana penting semua*


"di rumah banyak tas,ransel besar kalau lo mau pake aja"


"serius?"


"iya,mau gue anterin ke situ?"


"nggak usah biar gue aja ke rumah lo"(ucap sena sembari melihat jam yang menunjukkan pukul 7 malam,)


Sena pun berjalan menuju rumah rudi yang hanya berjarak 20 meter dari rumahnya,


tok tok tok


"selamat malam tante"


"selamat malam juga,sena kok udah jarang ke sini sih,"


"hehe,maaf tante akhir-akhir ini sena sibuk di sekolah,owh ya Rudi ada tante"


"rudi ada, ayo masuk"


"iya tante"


***


"tunggu di sini ya,tante panggilin Rudi dulu,"


"iya Tante"


tak lama rudi pun turun dari lantai dua


"ayo ikut gue,tas nya ada di lantai atas,jadi lo bisa milih yang lo mau"(ajak rudi)


"owh iya,tante sena permisi mau ikut Rudi ke atas dulu ya"


"owh iya, silahkan jangan sungkan ya Sena anggap aja rumah sendiri'"


"makasih tante"


Sena pun mengikuti langkah rudi menuju lantai atas, tiba lah mereka di sebuah ruangan yang cukup besar di mana terdapat berbagai sepatu,tas,dan alat musik,,

__ADS_1


"wah,ini semua punya lo rud"


"iya, kenapa?"


"nggak papa sih,cuma sepatu,tas,topi terus ada gitar juga, banyak banget "


"hehe,lo bisa aja,tuh di lemari yang disana tas-tas semua,lo pilih aja yang mau lo pake'"


"oke,"Sena menuju lemari dan mulai memilih,


kayaknya gue pinjem yang ini aja deh,boleh? "


"iya boleh"


"eh lo punya gitar segitu banyak, emang lo bisa mainin nya"


"ya ampun, ngapain gue punya banyak kalau nggak bisa ,ya pasti bisa lah, bukan cuma main gitar nyanyi juga bisa gue


"bhahahah masa sih,tampang lo kok nggak meyakinkan gitu


"ih ngeledek gue lo ya, sini gue buktiin'


rudi pun mengambil gitarnya dan mulai memainkan gitar tersebut sambil menyanyikan sebuah lagu


"aku tak mengerti apa yang ku rasa


rindu yang tak pernah begitu hebatnya


aku mencintaimu lebih dari yang kau tau


meski kau takkan pernah tau..


aku persembahkan lagu ku untuk mu


telah ku relakan hati ku pada mu


namun kau masih bisu diam seribu bahasa


dan hati kecilku bicara,,,


*'kenapa dia nyanyi sambil liatin gue kayak gitu, bikin jantung gue deg deg kan aja,haduh baper ni gue lama-lama di sini"(gumam sena dalam hati)


"Rudi,gue mau pulang dulu ya"


seketika rudi langsung menghentikan permainan gitarnya,


"loh kenapa,cepet banget?"


"e itu gu gue,mau beres-beres barang gue buat besok,udah dulu ya bye..


saat akan beranjak,kaki sena tersandung kaki meja dan hampir terjatuh


untung saja dengan sigap Rudi menangkap sena


mereka terdiam sejenak dan


kini tangan rudi sudah berada di pinggang sena dan tangan Sena mengalung di leher rudi, tatapan mereka saling bertemu


*'aduhhh jantung gue bisa copot nih liat tatapan rudi"(gumam sena dalam hati)

__ADS_1


*'kenapa perasaan gue jadi nggak karuan gini , apa gue beneran suka sama dia,*"(gumam rudi dalam hati)


__ADS_2