CINTA RAHASIA

CINTA RAHASIA
bab 48(kedatangannya)


__ADS_3

Akhir pekan adalah waktu yang sangat di nantikan semua orang, Sena masih tertidur pulas di kamarnya,ia selalu tidur nyenyak saat pulang ke rumah.


Waktu menunjukkan pukul 6 pagi,Jam alarm nya berdering sangat kencang, Membuat Sena Terbangun dari tidurnya.


Setelah selesai mandi ,ia melangkah menuju dapur, Matanya langsung tertuju pada sarapan yang sudah tertata rapi di atas meja makan,ia pun duduk di samping ayahnya dan mulai menyendokkan makanan ke atas piring.


"Anak gadis itu kalau makan pelan-pelan"ucap ayah sena


"Hehe,iya yah,maaf"


"owh iya,apa Billy menemui kamu, sebelum dia berangkat ke Singapur"


"iya dia datang ke tempat kost Sena,Kenapa?"


"tidak,hanya saja Dia bilang kamu menolak cintanya"


Sena tersedak mendengar perkataan ayahnya,ia pun segera mengambil air minum, lalu segera meminumnya.


"Apa, Billy bilang seperti itu"tanya sena


"iya, kenapa kamu menolaknya,dia anak yang baik" tanya ayahnya balik


"Karena sena itu Pacaran sama Rudi anak nya bu mala tetangga kita"Sambung ibu sena


"wah Anak ayah ternyata sudah besar ya hahaha"ucap ayah sena sambil tertawa


Sena pun semakin tercengang, kenapa ayah dan ibunya, tiba-tiba saja tau semuanya.


"Ibu dan ayah ini apa-apaan sih,Sena kan jadi malu,udah ah Sena mau ke kamar aja"ucap sena yang sudah beranjak


"Liat bu anak kita,Dia malah Malu-malu,persis ibu dulu, hahaha


"Ayah,apaan sih"


~

__ADS_1


Sena berbaring di kasurnya,ia memandangi layar ponselnya, Masih menunggu pesan masuk dari seseorang yang harusnya sudah pulang hari ini.


*'Apa dia benar-benar tidak merindukan ku,sudah satu Minggu dan dia belum juga menghubungi ku,Apa dia tidak tau betapa aku merindukannya,*


Karena suasana hati yang sedang tidak bersahabat,sena memutuskan untuk joging di jalan sekitar rumahnya,ia bergegas memakai pakaian olahraga, celana pendek dan baju kaos yang membuat lekuk tubuhnya terlihat sangat sexy.


Sena memulai pemanasan,lalu mulai berlari kecil,saat bayang-bayang rudi tiba-tiba datang ia berlari sangat kecang, berusaha menghilangkan bayangan itu.


setelah berapa kali putaran ia berhenti untuk beristirahat di sebuah minimarket tak jauh dari rumahnya untuk membeli air minum.


Sena sudah tidak sanggup untuk berlari,ia berjalan dengan lemas karena tenaganya terkuras habis, tiba-tiba saja suara seseorang terdengar dari arah belakang, orang itu adalah rudi.


"Hey, kenapa kau berkeliaran dengan pakaian pendek seperti itu,"teriak rudi


Sena berbalik dan mendapati Rudi yang sedang berkacak pinggang tak jauh dari tempat berdiri, ingin sekali ia berlari melompat memeluk rudi Tapi karena masih merasa kesal Sena pun membalikkan badannya lagi seperti semula, lalu mulai berjalan meninggalkan rudi.


Rudi sadar jika Sena pasti merasa sangat kesal sekarang,ia pun mengikuti langkah Sena, Sena yang sadar sedang di ikuti, membalikkan badannya lagi


"Kenapa kau mengikuti ku, kayak nggak ada kerjaan lain aja,pergi sana"usir Sena


"Aishh.. terserah lah"


Sena mempercepat Langkahnya,Rudi berlari menarik tangan sena lalu mendekapnya.


"Aku sangat merindukan kamu sena, Maafkan aku karena tidak pernah memberimu kabar"


Sena mendorong tubuh rudi menjauh darinya


"Aku sangat tersiksa karena merindukan mu, kenapa kamu tidak memberi aku kesempatan untuk menjelaskan, Dasar cowok egois"ucap Sena mulai terisak


"Karena aku tak ingin kehilanganmu lagi, andai aku langsung bertemu dengan mu Waktu itu, mungkin aku tidak akan setenang ini,aku tak ingin bertemu kamu dalam keadaan emosi, karena aku nggak mau hilang kendali seperti waktu kita SMA dulu,Apa kamu lupa"


"Aku ingat tapi"


"sudah lah, tidak perlu ada yang di jelaskan lagi yang penting sekarang aku sudah kembali untuk kamu,"ucap Rudi yang sedang mendekap wajah sena dengan ke dua tangannya.

__ADS_1


~


Rudi dan sena sedang duduk di pinggir lapangan basket yang ada di samping rumah sena, mereka berbincang tentang apa saja yang mereka rasakan satu Minggu belakangan ini,


"Jangan pernah menyembunyikan sesuatu lagi dari ku, mengerti"tanya rudi


"iya,aku mengerti"jawab sena sambil tersenyum


"Seminggu nggak ketemu,Kenapa senyummu semakin manis begini"


"Senyuman ku memang selalu manis, semua orang tau itu"


"Apa kamu bilang, tunjukkan Senyuman mu itu hanya di depan ku"


"huh, Dasar cowok cemburuan"


"iya aku memang cemburu, bahkan pada nyamuk yang menepel di tubuh mu aku juga cemburu,dan lagi kenapa sekarang kamu suka sekali memakai pakaian pendek seperti ini, Pakaian ini membuat kamu"ucapan rudi mengantung


"Aku kenapa,hah..Aku kenapa,ayo Jawab"tanya sena yang sudah terkekeh


"Sudahlah, pokoknya jangan di pakai lagi"


"Hehe baiklah, jangan cemberut lagi,Ayo senyum"ucap sena sembari memegangi kedua pipi Rudi.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2