CINTA RAHASIA

CINTA RAHASIA
bab 20


__ADS_3

Tiga hari berlalu begitu cepat, ujian pun telah usai tinggal menunggu hasilnya saja,nisya dan sena beranjak dari tempat duduk mereka dan berjalan keluar dari ruang ujian, untung nya nisya tidak satu ruangan dengan rudi jadi nisya masih bisa sedikit bernafas karena ia masih sangat malu bertemu rudi.


Nisya masih tampak murung,sena yang melihat sahabatnya seperti itu menjadi ikut sedih, awalnya sena memang kesal terhadap nisya tapi ia juga tak tega melihat sahabatnya terus larut dalam kesedihan,sena pun mengajak nisya untuk duduk di kursi taman sekolah,


"udah jangan sedih terus,"(ucap sena sembari menepuk-nepuk pundak nisya"


"gue malu na sama rudi"


"rudi aja nggak benci sama lo nis dan dia masih nganggap lo temen, walaupun sekarang dia belum siap dan masih butuh waktu untuk sendiri"


"iya gue tau dan gue juga udah ikhlasin rudi,gue mau dia bahagia,mungkin gue bakalan ngambil tawaran paman gue buat kuliah di Jogja jadi gue bisa lebih dekat dengan anjas dan memperbaiki hubungan gue sama dia karena selama ini kami jarang berkomunikasi"


"lo yakin sama keputusan lo,apa anjas tau tentang rudi,,"


"iya gue udah ceritain ke dia karena gue nggak mau dia tahu dari orang lain nantinya, dengan baiknya dia malah minta maaf ke gue karena menurut dia itu karena dia nggak pernah perhatian sama gue dan dia mau ngasih kesempatan untuk kami memperbaiki hubungan kami,,gue memang bodoh karena nggak pernah sadar sama ke ketulusan anjas"


"sebenarnya gue juga masih kesal ni sama lo nis, bisa-bisanya lo balikan sama anjas setelah sekian lama kalian putus dan lo nggak cerita ke gue"

__ADS_1


"gue baru mau cerita ke lo tapi tiba-tiba aja rudi datang di kehidupan gue dan ya,,,semua manusia bisa khilaf kan, maafin gue ya sena "


"hehehe,,gue cuma becanda tapi lo panik banget,"


"aisssh nggak lucu tau'.."


Sena dan nisya beranjak pulang tak lama nampak mama nisya sudah datang menjemput nisya,mama nisya yang melihat nisya bersama sena mengajak sena untuk pulang bersama mereka tapi sena menolak karena memang jalannya tidak searah


Sena pun berjalan menuju halte bus,tapi belum sempat ia duduk di kursi halte suara klakson motor membuat sena menoleh Dan ternyata orang itu adalah rudi,rudi mengajak sena untuk pulang bersama karena langit begitu mendung sena pun menerima ajakan rudi,baru separuh perjalanan hujan pun turun , setelah mendapatkan tempat berteduh Rudi pun memarkirkan motornya,baju sena basah karena terkena hujan, dengan sigap Rudi membuka jaketnya dan memberikannya ke pada sena,,


"nggak usah,,baju gue nggak basah-basah banget,"


"udah jangan banyak ngomong, pakai aja, kalau lo sakit nanti malah lo nyalahin gue karena ngajak lo pulang bareng"


"iya iya bawel banget sih"


Sena dengan sigap mengambil jaket dari tangan rudi dan memakainya,rudi tertawa kecil melihat tingkah sena karena menurut rudi itu sangat menggemaskan,tak lama hp sena berbunyi tanda pesan masuk,sena pun melihat layar ponselnya dan ternyata pesan itu dari Billy,,

__ADS_1


"pesan dari siapa?(tanya Rudi penasaran)


"dari Billy"


"kenapa dia ngechat lo"(rudi makin penasaran)


"kepo luuu"


"siapa yang kepo,gue cuma nanya ya CUMA NANYA (rudi mempertegas kata-katanya)


"lo itu bukan cuma nanya tapi banyak tanya"


"udah males gue berdebat terus sama lo,"


"sama gue juga males"


*"kenapa sih sena kalau sama gue bawaannya mau berantem aja nggak ada manis-manisnya giliran sama Billy aja nyengir mulu, bodoh banget sih gue mikir kalau cowok yang sena suka itu gue, nggak mungkin banget"(gumam rudi dalam hati)

__ADS_1


__ADS_2