
Sudah tiga bulan sejak kejadian itu,sena dan rudi sudah mulai masuk kampus,meski satu kampus tapi mereka tak pernah bertegur sapa,sena selalu menghidar jika berpapasan dengan rudi sementara rudi yang merasa di hindari oleh sena mencoba bersikap cuek jika memang itu membuat sena bahagia,sepertinya persahabatan mereka benar-benar telah berakhir,
***
Semenjak kuliah sena mulai banyak merubah penampilannya,ia tak lagi tomboy seperti dulu, wajah cantiknya kini di poles dengan make up tipis, tubuhnya yang tinggi kini di balut dengan dres di atas lutut dan sedikit ketat, memperlihatkan lekuk tubuh sexy nya membuat kaum Adam terpesona , kini ia juga sudah memiliki banyak teman dan mulai mencoba hal-hal baru, semua ini ia lakukan bukan tanpa alasan,sena ingin memulai hidupnya yang baru, melupakan semua kesedihan di masalalu, sejujurnya ia tak lagi marah kepada rudi tapi ia menggunakan kesempatan ini untuk menghapus persaan cintanya kepada rudi yang selalu menyiksanya.
***
Pagi ini sena seperti biasa berangkat ke kampus dengan berjalan kaki, karena kosan tempat ia tinggal sangat dekat dengan kampusnya, setelah sampai ia pergi menuju taman kampus menemui teman-temannya disana, pandangannya langsung tertuju kepada seseorang yang selalu ia hindari, siapa lagi kalau bukan rudi, dengan cepat ia mengalihkan pandangannya dan berjalan melewati Rudi dan teman-temannya,
"eh gaes, liat tu siapa yang lewat, namanya Sena dia itu anak kedokteran yang paling cantik di kampus kita, liat aja bodynya wow banget kan haha"(ucap toni kepada rudi dan riski"
"parah sih, sempurna banget.. gue mau deh jadi calon imamnya"(ucap riski dengan mata yang belum lepas dari Sena)
"mimpi aja lu sana, dia mana mau sama lo haha (ucap toni sembari menepuk jidat riski)
Rudi tidak menanggapi perdebatan ke dua temannya,Rudi terus menatap tajam ke arah sena yang sudah duduk dengan teman-temannya,ia benci melihat sena bisa tersenyum kepada siapa saja tapi tidak kepada nya.
"eh rud lo kenapa bengong gitu liat sena,lo naksir ya?(ucap toni)
"nggak lah, ngapain juga naksir sama cewek galak kayak dia"(jawab rudi ketus)
__ADS_1
"lo tau dari mana kalau dia galak,lo kenal sama sena (ucap riski dengan tatapan curiga)
"nggak,gue nggak kenal, udah-udah ayo ke kelas"
Sementara masih di tempat yang sama sena,putri dan nita masih sibuk berdiskusi tentang tugas-tugas dari dosen mereka.
"parah banget sih, baru juga masuk udah di kasih tugas sebanyak ini",(ucap putri yang sedang mengaruk kepalanya yang tidak gatal)"
"udah nggak usah ngeluh, kerjain aja (ucap sena sembil tersenyum kepada putri")
"tau' ni putri bawaannya ngeluh aja dari tadi (ucap nita)"
"gue mau ke toilet dulu ya (ucap sena kepada nita dan putri)
"mau kita temenin Nggak?"
"nggak usah, kalian tunggu gue di sini aja"
Sena beranjak pergi, sesampainya di toilet ia langsung masuk untuk buang air kecil setelah selesai,sena yang sudah berjalan keluar toilet, tiba-tiba saja kehilangan keseimbangan dan terjatuh karena lantai yang sangat licin,
"aw sakit banget"(ucap sena sembari memegangi pergelangan kakinya)"
__ADS_1
"lo kepada (ucap rudi yang tiba-tiba saja sudah ada di depan sena"
"gue nggak papa, Nggak usah pegang-pegang,gue bisa jalan sendiri..(Sena mencoba untuk mengangkat badannya dan jelas saja ia tak bisa karena kakinya terasa sangat sakit"
"udah nggak usah banyak protes, sekarang gue anter lo ke klinik kampus"
Sena tak lagi dapat mengelak ia pun menuruti rudi yang sedang memapah nya untuk memeriksakan kakinya
"kaki kamu udah nggak papa tadi hanya sedikit terkilir, nanti berjalan pelan-pelan saja jangan terlalu di paksakan, kalau begitu saya permisi dulu,kamu bisa istirahat dulu disini "(ucap salah satu petugas kesehatan kampus)"
"baik terimakasih (ucap sena yg masih berbaring)
"gimana kaki lo udah enak di gerakin"(ucap rudi)
"gue udah baikan, sekarang lo boleh pergi, makasih udah nolongin gue"
Rudi menghembuskan nafasnya kasar,ia mencengkram erat kedua tangannya,ia sudah sangat ingin mengeluarkan keluh kesahnya sekarang,
"gue tau lo ngehindarin gue semenjak kejadian itu, maaf gue mungkin nggak ada artinya lagi,gue minta sama lo mulai sekarang untuk bersikap biasa aja, karena sikap lo yang selalu menghindar itu buat gue nggak nyaman, permisi.
Rudi beranjak dari tempatnya berdiri dengan perasaan campur aduk, sementara di dalam ruangan itu nampak sena yang tidak lagi dapat membendung air matanya,ia sangat merindukan sosok rudi di dalam hari-harinya tapi langkahnya sudah sejauh ini untuk melupakan rudi apa ia harus menyerah sekarang.
__ADS_1