CINTA RAHASIA

CINTA RAHASIA
bab 6


__ADS_3

(Dikamar nisya)


Saat sedang asik mengerjakan tugas,sena teringat sesuatu,dia belum memberitahu Nisya soal Rudi yang sekarang menjadi tetangga nya,


"nis.."


"hmm kenapa na?"


"lo tau nggak, ternyata rudi itu tetangga baru gue,"


Nisya membulat kan matanya,,"loh kok baru ngasih tau gue sih"


"ya gue juga baru tau kemaren,pas gue kerumahnya nganterin kue dari ibu gue,ngk tau nya anak pemilik rumah itu rudi"


"terus terus gimana,lo ketemu sama rudi?"


"iya, ngobrol Malah"


"ngobrol apaan kalian"


"cie,kepo ya, cemburu"


"hmm nggak sih"


"udah jujur ajh sih nis haha"


"udah deh malah ngeledek, kalian gobrol apaan?"


"iya iya,,, awalnya ngobrol biasa, terus gue iseng nanya tentang pandangan dia ke lo,terus dia bilang lo baik, cantik,dan dia nyaman deket sama lo,,"


"wahh,, nggak sia-sia donk gue mepet dia terus haha,makasih ya na,,mulai sekarang lo harus jadi tim sukses gue yah, bantuin gue biar cepet jadian sama dia"


"haha kayak caleg aja lo nis, emang lo mau bayar gue berapa hmm?"


"sena..lo tega sama sahabat lo ini,,"


"mulai deh,,males banget gue liat muka memelas lo itu kalo ada maunya,y udah iya iya "


"makasih sahabat ku sayang"


Sebenarnya hati sena sakit,saat harus berpura-pura seperti ini,tapi dia senang melihat sahabatnya bahagia seperti saat ini, mengingat nisya sangat baik kepada nya dan sering membatunya,dia tidak ingin mengecewakan sahabatnya hanya karena seorang lelaki.


****


Sena turun dari bus,ia pun harus berjalan sekitar 10 menit untuk sampai kerumahnya,saat sedang berjalan tiba-tiba ada klakson motor dari arah belakang,sena pun menoleh dan melihat ternyata itu rudi,


"sena ayo naik,lo mau pulang kan?"


"nggak usah rud makasih,udah deket juga"


"udah nggak papa rumah kita kan deketan, ayo naik.. langit juga mendung banget pasti bentar lagi hujan"


sena melihat ke atas memang tampak langit yang begitu gelap"ya udah deh gue ikut,tapi lo jangan ngebut ya,awas lo"


"haha iya iya santuy"


Sesampainya di halaman rumah sena,hujan pun turun dengan deras sena dan rudi lari menuju teras rumah sena,


"yahh malah ujan"ucap rudi seraya mengusap bajunya yang terkena hujan

__ADS_1


"ayo masuk aja dulu,di luar dingin"


"nggak papa nih,"


"iya,ibu gue pasti senang Lia lo,dari kemaren dia penasaran sama anakya Tante mala"


***


"bu ada tamu ni,"


"siapa Sena?"ibu yg muncul dari arah dapur


"kenalin bu ini anaknya tante mala namanya rudi, dia satu sekolah sama Sena"


"ihh ganteng banget anaknya bu mala"


"hehe makasih tante,"


"kalian pulang bareng ya?"


"iya tante,tadi rudi ketemu Sena di jalan jadi Rudi ajak pulang bareng karena mau hujan"


"owh... makasih ya nak rudi,ayo duduk dulu,kamu mau minum apa?"


"nggak usah repot-repot tante"


"udah nggak papa jangan sungkan,duduk dulu,tante buatin teh hangat ya,sena temenin rudi ngobrol ya"


"iya bu,rud ayo duduk malah bengong"


ibu sena pun menuju dapur,di luar hujan pun semakin deras di sertai petir,,


"tapi ngk se besar rumah lo kan"


"yang penting itu kenyamanan nya,jadi inget rumah gue di Bandung..penuh kenangan, kalau nggak mikir nyokap gue yang selalu menangis setiap melihat sudut rumah itu gue nggak akan pindah ke sini"


"tapi lo lihat sendiri kan nyokap lo, gimana sekarang,ceria banget"


"hehe iya, gue jadi lega karena Mama bisa melupakan kesedihannya,eh itu lapangan basket ya"memandang ke jendela yg mengarah ke halaman samping rumah sena yg memang memiliki sebuah lapangan basket yang di buat oleh ayahnya sewaktu ia mulai menyukai olahraga tersebut.


"iya,gue memang hobi main basket dari kecil sama ayah gue,"


"kapan-kapan kita main bareng ya.."


"emang lo bisa?"


"jangan ngeremehin gue, gini-gini gue kapten basket di sekolah gue dulu"


"kalian ngobrolin apa sih,seru banget "tanya ibu sena yang sudah datang dengan dua cangkir teh


"ini bu,rudi ternyata juga suka main basket"


"kapan-kapan main sama sena ya nak rudi dari pada Sena tidur terus, semenjak ayahnya sibuk kerja sena udah jarang main basket nya, lapangan nya jadi nggak ke urus"


",apaan sih bu"


"hehe iya tante, rencananya rudi memang mau ngajak sena main basket kalau ada waktu"


"ya udah kalian lanjutkan ngobrolnya,tante mau ke dalam dulu ya"

__ADS_1


ibu sena pun pergi meninggalkan mereka


"oh iya tadi lo dari mana?"


"dari rumah nisya, kenapa"


"nggak papa,kirain lo abis ketemu pacar gitu,kan ini Minggu"


"bhaha,pacar? boro-boro pacaran rud teman gue aja cuma Nisya doank"


"masa sih,jadi loh nggak pernah pacaran?"


"iya, menurut gue, pacaran itu ribet,"


"ya ampun dasar jomblo karatan,masa udah mau lulus SMA belum pernah pacaran"


"idih malah ngeledek,suka-suka gue donk"


"haha iya iya maaf,habis gue nggak nyangka aja kalau lo blm pernah pacaran padahal kalau di liat-liat lo itu cantik lo na haha"


seketika jantung sena berdegup kencang mendengar ucapan rudi,dia pun menjadi salah tingkah


"tu kan lo ngejekin gue mulu"


"iya iya maaf,"


"gue yakin suatu saat nanti,akan ada laki-laki yang tepat untuk gue, ketimbang harus bergonta-ganti pasangan, jadian terus putus


haduh nggak deh, cinta itu harus saling berkomitmen kalau cuma suka karena cantik dan tampan kaya atau populer itu bukan cinta tapi itu keegoisan.


"ternyata lo bijak juga,"


"hehe iya donk,sena gitu loh"


"hemm di puji dikit gelunjak"


"hahaha, emang kenyataan kok,gue itu orang yg bijaksana"


"mulai sekarang lo mau kan jadi temen gue seperti lo berteman sama nisya"


"hmm boleh tapi ada syaratnya"


"syarat apaan?"


"lo jadian dulu sama nisya"


"aneh-aneh aja syaratnya,lagian gue belum yakin sama dia"


"apa lagi coba dia itu baik, cantik, perhatian sama lo"


"hehe iya sih,kalau gue jadian sama Nisya,lo gimana?"


"maksudnya?"


"yaa nanti nisya bakalan lebih Sering sma gue ,emang lo nggak kesepian?lo kan jomblo karatan bhahahah"


"dasar ya lo ngeledek gue aj terus"


"eh minta nomor lo donk,kita kan udah temenan"

__ADS_1


"iya deh boleh"


__ADS_2