
Rudi sudah berada di dalam mobilnya,ia merasa hampir kehabisan nafas karena merasa gugup, jantungnya berdegup kencang,ia masih tak percaya dari mana ia mendapat keberanian mengatakan hal seperti itu kepada sena,
Tak lama kemudian sena sudah masuk kedalam mobil rudi, Rudi berusaha bersikap setenang mungkin, sementara sena masih kelihatan gugup,ia tak berani bersitatap dengan rudi, suasana menjadi sangat janggung antara sena dan Rudi,
"kita jalan sekarang?"(tanya rudi yang masih menatap lurus ke depan)
"i iya"
Rudi melajukan mobilnya,tak ada percakapan antara mereka, semua terasa janggung,rudi fokus menyetir dan sena memainkan ponselnya sembari sesekali melirik ke arah rudi,
*'nih orang kok diem aja sih, setelah dia ngomong hal yang bikin jantung gue hampir copot,tapi Liat ekspresi wajah nya aja datar gitu,dia lupa atau pura-pura lupa...owh gue tau nih dia tadi pasti cuma becandain gue,, ayolah sena berhenti berharap lebih sama dia* (gumam sena dalam hati sembari memejamkan mata dan menggeleng kan kepalanya cepat karena tak mau memikirkan perkataan rudi tadi)*
rudi mengatur nafasnya,ia ingin memecah kesunyian agar semuanya tak terasa canggung,rudi mulai memikirkan hal apa yang harus dia bahas dengan sena, seketika seperti ada bola lampu yang menyala di atas kepalanya,,,
"na,besok pesta perpisahan sekolah lo dateng nggak"
"iya dateng lah, kenapa?"
__ADS_1
"besok berangkat bareng gue aja "
"kayaknya nggak bisa rud,gue udah janji sama Billy pergi bareng sama dia"
"batalin, pokoknya lo besok pergi bareng gue"
" gue nggak enak lah sama Billy main batal-batalin aja"
"jadi lo lebih milih Billy dari pada gue"
*'astaga...jadi sena nganggap omongan gue tadi bercanda,jadi cewek kok nggak peka banget,masa ia gue harus ngulang kata-kata gue,yang tadi aja udah buat gue gugup setengah mati,'*(gumam rudi dalam hati karena tak percaya semua yang ia katakan hanya di anggap candaan oleh candaan)
"ya udah terserah lo aja"
"tapi lo nggak marah kan"
"ya nggak lah, ngapain gue marah bukan urusan gue"
__ADS_1
"ya udah nggak usah ngegas juga ngomongnya"
****
Hari mulai gelap rudi sudah berbaring di kamarnya, melepas lelah yang ada di hatinya ia masih tak menyangka jika sena merespon perasaannya sebagai candaan,ya mungkin karena rudi sering menjahili sena jadi sena tak mengganggap perkataan rudi sebagai sesuatu yang serius.
**
Hari ini hari yang bersejarah bagi semua siswa dan para guru, kursi-kursi sudah tersusun rapi,pentas sudah di hias dengan sangat menarik oleh panitia dan makanan-makanan sudah tertata di atas meja prasmanan,tanda acara sudah siap di mulai
para siswa dan siswi bergantian masuk ke dalam aula sekolah yang cukup besar, para siswa datang memakai setelan jas sementara para siswi memakai dres, mereka tak lagi memakai seragam seperti biasanya.
Rudi sudah datang,ia berjalan menuju aula dan bergabung dengan teman-teman yang lain,saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba para siswa heboh melihat kedatangan sena yang berpenampilan sangat cantik karena selama ini sena terkenal tomboy jadi mereka melihat sena menjadi pangling.
"eh bro lihat tu sena cantik banget sumpah, nggak kayak biasanya (ucap salah satu murid laki-laki Kepada rudi)
seketika rudi langsung menoleh ia langsung terpana melihat ciptaan tuhan yang sangat indah,tapi ia merasa terganggu melihat Billy yang ada di samping sena, Billy selalu berusaha merangkul sena walau selalu di tepis oleh sena ,rudi mengepalkan tangannya ia merasa kesal dengan pemandangan yang ada di depannya saat ini.
__ADS_1