
Acara sudah di mulai,kepala sekolah memberikan kata sambutan kepada seluruh siswa dan siswi, di lanjutkan dengan acara hiburan, terlihat sena sedang menikmati acara, sesekali ia melirik kearah rudi yang duduk di antara siswa yang lain akan tetapi sena sedikit heran karena rudi seperti tidak menikmati acara.
Acara perpisahan telah selesai,para murid sedang asyik ber-selfie bersama teman dan guru mereka terkecuali sena,ia sedang sibuk mencari rudi yang tiba-tiba menghilang setelah acara selesai,
"rudi kemana sih,apa dia sudah pulang (ucap sena yang merasa bingung)"
Sena meneruskan pencariannya, seketika matanya langsung tertuju kepada seseorang yang sedari tadi ia cari, terlihat Rudi sedang duduk di kursi taman,sena pun bergegas menghampiri,
"rud,gue nyariin lo kemana-mana, ternyata lo di sini"
Rudi melihat sena dengan tatapan datar "kenapa lo nyariin gue"(tanya rudi)
"dari tadi pagi gue nggak ketemu lo,ayo kita balik ke aula, temen-temen yang lain lagi foto-foto buat kenang-kenangan (ajak sena sembari menarik tangan rudi)"
"nggak mau,lo aja (Rudi melepaskan tangannya )
__ADS_1
"lo kenapa sih,gue perhatiin lo kayak nggak semangat gitu"
"lebih baik sekarang lo pergi dari sini,gue nggak mau liat lo sekarang,gue mau sendiri
"apaan sih, apa gue udah buat salah, sampai lo marah kayak gini,jawab rud!!(ucap sena yang sedang menahan tangisnya")
Rudi mencengkeram tangannya, bayang-bayang saat sena bersama Billy membuat hatinya semakin panas,"iya lo salah, Kenapa lo harus jadi sahabat gue dan kenapa lo harus pergi sama Billy padahal lo bilang lo nggak suka sama dia"
saat ini rudi benar-benar mengeluarkan keluh kesahnya, sampai-sampai ia tak memperhatikan jika air mata telah membasahi pipi wanita cantik yang ada sampingnya
"owh, jadi maksudnya lo nyesel jadi sahabat gue, ternyata janji-janji lo untuk selalu ada di samping gue itu semuanya bohong"(sena tak lagi bisa membendung kesedihannya ia terisak karena kecewa dengan sikap rudi)
"udah rud cukup, lebih baik sekarang kita nggak usah ketemu lagi, anggap aja kita nggak pernah kenal (ucap sena memotong kata-kata rudi)
Sena beranjak meninggalkan sahabatnya itu, Rudi berusaha menahan namun selalu di repis oleh sena, apa ini akhir dari semuanya pikir Rudi yang terus memandangi Sena yang terus berjalan menjauh.
__ADS_1
***
Sena kini terbaring di atas kasurnya, matanya terlihat sembab karena terus menangis,ia masih memikirkan perkataan rudi yang sangat melukai perasaannya,sena berfikir apa ini saatnya ia pergi menjauh dari rudi, karena selama ini ia cukup tersiksa menahan perasaannya,di tengah lamunannya bu asni masuk dan menghampiri sena..
"sena kamu kenapa nak,kok mata kamu sembab gini?"(ucap bu asni khawatir)
"nggak papa bu sena cuma masih sedih harus pisah sama temen-temen di sekolah"(jawab sena berbohong karena tak ingin membuat ibunya khawatir)
"udah nggak usah nangis lagi, nanti kalau kamu kuliah pasti banyak teman-teman baru"
"iya bu,,,owh iya bu, sena mau ngekost aja yah biar deket ke kampusnya"
"kamu yakin?bisa hidup mandiri?"
"ihh ibu,,ya bisa lah"
__ADS_1
"hehe iya iya,,, nanti ibu bilang ke ayah kamu dulu"
"oke bu, makasih ya bu (ucap sena sembari memeluk ibunya)