
Suasana terasa sangat canggung tak ada obrolan seperti dulu,rudi menatap sena dalam, sedangkan sena memilih memalingkan wajahnya,rudi menggerakkan tangannya lalu menggenggam tangan sena,sontak sena terkejut dan berusaha menarik tangannya
"lepasin tangan gue"
"10 menit"
"maksud lo apa, lepasin tangan gue"
"10 menit aja biarin gue menggenggam tangan lo, kalau lo masih marah ,gue terima, gue sadar gue salah,gue cuma rindu saat-saat kita duduk bareng di sini, nggak ada jarak di antara kita, tertawa bareng, bahkan gue kangen lo ngejek gue badut ancol,
sena,apa gue salah kalau gue kangen masa-masa itu?(melirik Sena)lo nggak perlu jawab kalau lo nggak mau,gue minta maaf atas kejadian kemarin, itu semua di luar kendali gue, karena gue benar-benar cinta sama lo sena, sekali lagi gue minta maaf"(ucap rudi penuh penyesalan)
"sudah 10 menit,gue pulang dulu"(sambung sena melihat jam yang ada di tangannya,)"
"gue akan nunggu, sampai lo siap"
Sena tidak menanggapi perkataan rudi,ia beranjak dari tempat duduknya, melangkah kan kakinya menjauh dari rudi, mereka tidak sadar kalau sedari tadi sudah ada sepasang bola mata yang mengawasi mereka,
~
"Tante,sena pulang dulu ya,sena banyak tugas yang belum sena kerjain,,"(ucap sena kepada bu mala)
"kamu nggak sekalian makan malem di sini?"
"lain kali aja tante"
__ADS_1
"ya udah, ayo tante anter ke depan"(sambung bu Mala)
"iya Tante"
Sena melangkah kan kaki keluar dari rumah mewah itu,ia kembali berbalik melambaikan tangan ke arah bu mala yang ada di teras,tak lama rudi muncul dan berdiri di samping ibunya,,
"mama kagum deh rud sama sena, udah cantik,baik,sopan,pinter masak lagi,menantu idaman mama banget"(ucap bu mala dengan antusias)
"apaan sih ma, ada-ada aja (ucap rudi sambil tersenyum tipis)
"udah nggak usah ngelak, kamu suka kan sama sena,mama udah denger semuanya tadi"
"apa, jadi tadi mama nguping?
"kalau ia kenapa, owh iya kok sena nggak jawab apa-apa, emang kamu habis ngapain kok sena sampai marah sama kamu..?"
"kok malah pergi,jawab mama dulu,"
"Tau' ah,,,,"
****
Hari ini kembali seperti biasa sena sudah siap berangkat menuju kampus nya, karena ia masih di rumah orangtuanya,ia pun memutuskan untuk naik bus, tapi baru saja ia keluar dari pintu depan rumahnya,sudah ada rudi yang sedang mengobrol dengan ibunya,
"Sena,ini nak rudi udah nungguin kamu dari tadi, katanya mau berangkat bareng kamu ke kampus"
__ADS_1
"tapi sena ,mau naik bus aja bu"
"udah sama gue aja, nanti telat lo (bujuk rudi)
"iya nanti kamu telat,udah sama nak Rudi aja ya (sambung bu asni)
"ayo kita berangkat, nanti telat (ajak rudi)
"hmm,ayo"(jawab sena dengan nada datar)
~
dalam perjalanan,tak ada suara sama sekali,rudi dan sena sama-sama diam, sesekali rudi Melirik ke arah sena, namun rudi tak tau harus bicara apa,ia pun kembali fokus menyetir,
belum sampai ke tempat tujuan,sena meminta rudi menghentikan mobilnya ke pinggir jalan tak jauh dari kampusnya,
"gue, turun di sini aja"
"loh, kenapa?"
"Nggak papa, makasih tumpangannya"
Sena beranjak pergi, sementara rudi masih diam mematung di dalam mobil melihat sena sedang berjalan menuju kampus.
*'sampai kapan lo akan ngehindarin gue na (gumam rudi)*
__ADS_1
setelah beberapa saat rudi melajukan mobilnya melewati sena yang sedang berjalan..