
sesampainya di dalam kamar Rudi langsung menjatuhkan tubuhnya di Atas kasur, ingin Rasanya ia memeluk Sena sekarang,ia sudah Sangat merindukan kekasihnya itu.
"Aku rindu kamu Na, Kapan semua ini akan berakhir,"Ucap rudi
Tak lama Rudi pun mulai tertidur.
~
Malam harinya bayu dan Rudi mempersiapkan panggangan untuk pesta barbeque, sedangkan Sena dan Nisya sedang memotong-motong sosis dan beberapa bahan lainnya.
Setelah selesai sena dan Nisya pergi menghapiri Rudi dan bayu.
"Gimana panggangannya sudah siap" Tanya Nisya Kepada Rudi
"sudah Nih"
Sena Mulai membakar sosis, jagung dan juga daging, Saat akan membalik sosis tiba-tiba saja jari Sena terkena pinggiran panggangan yang panas.
"Aduh..Panas"Ucap Sena
Rudi yang melihat Sena terluka , spontan langsung berlari menghampiri sena.
"Tangan Kamu kenapa?"tanya Rudi khwatir sambil memegang tangan sena
"nggak papa,Cuma kesenggol panggangan tadi"Ucap sena sambil menarik tangannya dari genggaman Rudi
"Lo kenapa Na?" Tanya Nisya
"Nggak papa kok Nis,cuma kesenggol panggangan tadi"
"Beneran nggak papa?"Tanya Rudi merasa khwatir
__ADS_1
"Iya gue nggak papa"Ucap Sena
Nisya Melihat ekspresi wajah Rudi yang nampak sangat khwatir Kepada Sena,ia merasa jika Rudi sangat perhatian Kepada sena.
"Rudi kok perhatian banget sama sena,Apa mungkin..ah nggak mungkin, Semenjak gue Pergi ke Jogja mereka kan Memang sahabatan dan rumah mereka juga deketan,Wajar kalau Rudi Khawatir,pasti rudi khwatir karena sena sahabatnya"ucap Nisya dalam hati
"Nis kok bengong?" Tanya Sena
"Nggak papa,sini biar gue yang manggang,lo duduk aja"Ucap Nisya
"Udah gue nggak papa,Kalau lo yang manggang nanti gosong lagi .. hahaha"Ucap sena sambil tertawa
"Enak aja,,Sini gue aja"ucap Nisya lalu menggeser sena dari posisinya
"ya udah, kalau gitu gue Mau ke dalam Bentar.. Jangan sampai angus"Ucap sena sambil beranjak pergi
"Iya bawel"ucap Nisya
Sena berjalan masuk ke dalam Villa, Sementara Rudi mencari cara agar bisa menyusul sena.
"Owh ya udah sana", ucap Nisya
~
"untung aja aku bawa P3K dari rumah"Ucap sena sambil mengobati luka bakar di tangannya
Tiba-tiba saja Rudi masuk dan langsung mengunci pintu kamar sena.
"Ngapain kesini?"tanya Sena kaget
Rudi tidak menjawab,ia mendekati sena dan langsung meraih tangan sena yang sudah melepuh, spontan sena langsung menarik tangannya.
__ADS_1
"Aku bilang aku nggak papa,ini cuma luka kecil"ucap sena
"memang lukanya kecil tapi melepuh, Sini aku lihat"ucap Rudi lalu menarik tangan sena kembali
Akhirnya sena pasrah,ia membiarkan Rudi mengobati Tanganya.
"Kenapa kamu kesini?"ucap sena
"Aku nggak bisa nahan diri aku, kalau liat kamu terluka kayak gini, tolong biarin aku ngobatin luka kamu"ucap Rudi sambil mengobati tangan Sena
*Andai aja kamu tahu, gimana aku rindu kamu rud, Sekarang rasanya aku ingin memeluk Kamu dan menangis di pelukan kamu"Ucap Sena dalam hati
Sena terus menatap Rudi yang sedang mengobati lukanya.
Setelah selesai mengobati tangan Sena,Rudi Melihat ke arah sena yang sedang menatapnya, Sekarang mereka saling menatap dengan jarak yang cukup dekat.
Rudi semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Sena jarak mereka sekarang hanya beberapa centimeter,Dan Tiba-tiba saja terdengar Suara dari Balik pintu.
"Sena kamu nggak papa"
Bayu mengetuk pintu kamar sena,Sena yang merasa panik menarik tangan Rudi untuk bersembunyi di bawah ranjang.
"Kamu sembunyi di sini Dulu,aku akan keluar duluan, Setelah itu baru kamu keluar "ucap Sena berbisik
Rudi mengangguk tanda mengerti,Sena membuka pintu dan sudah ada Bayu di depan pintu kamar .
"Kata Nisya tangan kamu kena panggangan"tanya bayu
"Iya kak,Tapi cuma luka kecil, sudah aku obatin kok,ayo kita kedepan "Ajak sena
"bener nggak papa?"
__ADS_1
"iya kak,Nih liat udah aku obatin, besok juga sembuh"ucap Sena sambil menunjukkan tangannya kepada Bayu
"Ya udah ayo"