
Langit bertabur bintang menambah keindahan malam ini, setelah selesai makan malam bersama,sena dan rudi duduk di kursi taman yang ada di halaman belakang rumah rudi,
sena memandangi langit malam dengan tatapan yang susah untuk di artikan,
"terkadang gue iri dengan bintang di langit"
"kenapa?"(rudi menoleh ke arah sena yang masih melihat ke atas)
", mereka mewarnai gelapnya malam,menerangi satu sama lain dan saling berdampingan"(ucap sena yang masih menatap langit)"
"kenapa lo harus iri, emang lo ngerasa sendiri?"
"sekarang Nisya udah memilih jalan hidupnya dan ninggalin gue di sini,lo tau kan dia satu-satunya sahabat gue dari gue masih kecil,,"
"iya gue tau',doain aja impiannya tercapai"
__ADS_1
"ya gue selalu doain dia dan segala yang ia impikan,,,tapi guee sendiri malah belum menata impian gue,...haha tenyata hidup gue selucu ini"
"emang sekarang impian lo apa?"(tanya rudi
"hmm banyak sih,,, menemukan partner hidup, masuk universitas negeri, lulus dengan nilai memuaskan, mendapatkan pekerjaan dengan gaji Tinggi,menikah,punya anak,menua bersama partner hidup gue"
"bhahaha banyak banget,,udah kayak daftar belanjaan,"(ucap rudi meledek)
"haha iya sih... semuanya cuma rencana tapi belum terealisasi,gue tipe orang yang nggak bisa ngerjain apa-apa sendiri, biasanya nisya yang selalu memberi masukan dan ngarahin apa yang harus gue lakuin,tapi sekarang... (Sena menghembuskan nafasnya kasar karena sekarang ia merasa sendiri )"
"kenapa harus ngerasa sendiri kan masih ada gue"(ucap rudi sembari tersenyum kepada sena)
"lo mau ngapain (ucap sena terbata-bata karena merasakan jantungnya semakin berdebar kencang)
"itu....(ucap Rudi menggantung)
__ADS_1
"itu apa?"
"itu...ada belek di mata lo bhahaha"
"ihh rudi,,,lo ngerjain gue ya"(ucap sena kesal sembari mengusap ujung matanya)
"hehe maaf-maaf,tapi gue serius.. mulai sekarang gue akan selalu ada buat lo dan selalu ada di samping lo sebagai...(ucapan rudi menggantung)"
"sebagai apa...?"(jantung sena bedetak kencang karena ucapan rudi yang menggantung,ia menerka-nerka, jangan-jangan rudi ingin bilang kalau ia mau menjadi partner hidupnya"
"se sebagai sahabat lo lah,,jadi lo jangan sedih lagi (ucap rudi terbata-bata)"
"owh gitu, makasih karena lo udah mau jadi sahabat gue"(ada perasaan kecewa di hati sena mendengar ucapan rudi,ia merasa ia terlalu berharap lebih hingga lupa kalau rudi hanya menganggap ia sahabat)"
****
__ADS_1
Sena sudah berbaring di kasurnya,ia masih merasakan sesak di dadanya, ia merasa terlalu bodoh karena tak juga bisa menghapus perasaannya,air matanya mengalir tanpa ia sadari,sena menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ternyata sangat sulit menyimpan perasaan cinta sendiri tanpa bisa mengungkapkannya.
di sisi lain rudi masih belum meninggalkan tempatnya, setelah sena pamit pulang,ia masih menggerutuki dirinya sendiri karena ada perasaan yang aneh yang ia rasakan saat bersama sena,saat hatinya ingin mengatakan sesuatu, tapi mulutnya dengan cepat mencegah kata-kata itu keluar,rudi masih belum mengerti rasa apa yang ia miliki untuk sena apa itu benar cinta atau hanya rasa peduli kepada seorang sahabat.