CINTA RAHASIA

CINTA RAHASIA
bab 38 (merasa kalah)


__ADS_3

Hari sudah mulai sore, Nita dan putri pamit pulang, setelah kedua temannya itu pulang,sena mencuci piring dan peralatan masaknya, setelah selesai ia menyapu dan mencuci baju,sena seperti sedang mencari kesibukan agar bisa melupakan kejadian tadi siang, bayangan rudi bersama wanita itu masih melayang-layang di pikirannya.


Setelah selesai mengerjakan semuanya,sena mandi lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur, memandangi langit-langit kamarnya, tak lama ia tertidur pulas karena merasa lelah,


~


Pagi hari di kampus,sena,nita dan putri sedang asyik mengobrol di taman kampus tiba-tiba ponsel sena berdering tanda telpon masuk,


#hallo bil, kenapa?


#bisa keluar sebentar nggak,gue depan kampus lo nih


#owh oke tunggu bentar,gue kesana (menutup telepon)


"eh gue ke depan bentar ya,ada Billy "(ucap sena)


"Billy temen SMA yang naksir lo itu, ngapain dia kesini?"(tanya putri)


"nggak tau,ya udah gue cabut bentar"(sena beranjak pergi)"


"ngapain ya tu cowok nyamperin sena ke Sini, nggak biasanya (tanya Nita)


"ya ampun nit, jangan-jangan, hari ini tanggal berapa"(tanya putri sedikit panik)

__ADS_1


" tanggal 13, kenapa?"(jawab nita bingung)


"gue baru inget hari ini sena ulang tahun"


~


Sena berjalan menghampiri Billy di depan kampusnya, terlihat Billy melambaikan tangan,


"hey sena"(sapa Billy)


"hey bil, tumben lo ke sini?" (ucap sena)


"emang kenapa nggak boleh?"(tanya Billy)


"bukan gitu, maksud gue nggak biasanya lo nyamperin gue ke sini biasanya ketemuan di cafe, emang ada perlu apa, kayaknya penting banget(jawab sena)


"owh iya,gue lupa kalau hari ini ulang tahun gue"(ucap sena sambil menepuk jidatnya)


"tunggu bentar,gue ada sesuatu buat lo,(ucap Billy sembari mengambil sesuatu dari dalam mobilnya)taraa.. happy birthday ya sena"


"ya ampun bil,lo nggak perlu repot-repot pake bawa kue sama kado segala,gue jadi nggak enak ni sama lo"(ucap sena )


"nggak papa na,kita kan teman, walaupun gue berharap kita bisa lebih dari itu"

__ADS_1


"bil jangan ngomong gitu donk,gue kan udah pernah bilang perasaan gue ke lo itu cuma sebagai temen"(ucap sena dengan ragu-ragu karena merasa kasihan pada Billy)


"iya..iya gue ngerti, siapa tau lo berubah pikiran hehe"(ucap Billy sambil tersenyum tipis)


"btw, makasih ya untuk kado sama kuenya, makasih juga buat semua perhatian lo, kalau lo butuh gue,gue akan usahain selalu ada buat lo sebagai teman"(ucap sena yang masih merasa tidak enak)


"hmm, makasih na,ya udah lo masuk gih, nanti telat lagi"(ucap Billy sambil tersenyum, walau di hatinya ia masih mengharapkan sena)"


"ya udah gue masuk dulu (ucap sena sambil melangkahkan kakinya)


Sena berlalu pergi sementara di tempat yang tidak jauh dari mobil Billy nampak rudi sudah menahan rasa cemburunya karena melihat Billy dan sena,rudi beranjak menghampiri Billy yang hendak masuk ke dalam mobilnya,


"ngapain lo nyamperin sena ke sini (tanya rudi)


"bukan urusan lo(jawab Billy ketus, karena ia tau cowok yang sena sukai adalah rudi)


"jelas urusan gue, semua yang menyangkut sena itu urusan gue, karena gue cinta sama dia"


"lo bilang cinta sama dia, kalau gitu apa lo tau hari ini dia ulang tahun,(tanya Billy penuh selidik,)


Sementara rudi hanya diam, karena selama hampir satu tahun mengenal sena,ia memang tidak pernah menanyakan apalagi mencari tahu tentang hari ulang tahun Sena,ia pun sangat menyesalinya sekarang"


"tuh kan lo nggak bisa jawab, jadi lo jangan songong, kalau hal-hal kecil kayak gini aja lo nggak tau (ucap Billy lalu masuk kedalam mobilnya dan pergi)

__ADS_1


Sementara rudi masih mematung di tempatnya berdiri ia mengepalkan tangannya, ia merasa kalah dengan Billy.


*'pantas aja sena nggak percaya sama perasaan gue ke dia, hal-hal seperti ulang tahun dia aja gue nggak tau, selama ini gue memang belum mengenal sena lebih dalam, bagaimana bisa gue sebut diri gue ini sahabat dia dulu, gimana lo mau jadi pacar dia kalau sebagai sahabat aja lo gagal rudi*'(gumam rudi dalam hati)


__ADS_2