CINTA RAHASIA

CINTA RAHASIA
bab.50(menunggu mu)


__ADS_3

Hari menjelang Sore,sena, putri dan Nita sudah keluar dari mall itu,Putri berpamitan pulang ke pada sena dan Nita, dengan cepat Sena mencegah agar Putri tidak pulang.


"Gimana kalau kita karaokean dulu,"bujuk Sena


"Tapi ini udah sore na"ucap putri


"ayolah,Gue yang bayar,gimana, kalian mau nggak"ucap Sena


"Gue sih Ngikut aja"ucap nita


"Ya udah boleh deh"ucap putri


Sena mengajak Nita dan putri ke tempat karaoke yang Rudi katakan, sesampainya di sana sena Langsung menuju ke ruang karaoke yang sudah Rudi katakan sebelumnya, sesampainya di depan pintu, pelan-pelan Sena membuka pintu itu,dan di dalam ruangan itu Sangat gelap.


"Na,lo nggak salah ruangan,ini kok gelap baget"ucap putri


"Iya ma,gelap banget"sambung nita


"nggak kok ,bener yang ini"ucap Sena meyakinkan


Tiba-tiba saja terdengar suara seseorang di iringi musik, menyanyikan sebuah lagu yang sangat Romantis,Putri dan Nita merasa sangat kaget, Sementara sena Sudah Tau pasti itu suara Riski.


Setelah beberapa bait lirik,Musik pun berhenti dan lampu menyala, Betapa kagetnya putri melihat ruang karaoke yang di sulap menjadi Ruangan yang penuh dengan balon berbentuk LOVE dan Riski yang sudah berdiri di sana dengan membawa satu buket bunga Mawar.


Riski berjalan menghampiri putri yang masih nampak syok,ia menggapai satu tangan putri dan mulai berlutut

__ADS_1


"Putri, Maaf atas kebodohan gue Malam itu,gue terlalu gugup untuk nyatain perasaan gue ke lo,gue nggak bisa menjanjikan kebahagiaan tapi gue akan terus berusaha menjadi yang terbaik,percaya lah gue serius dengan perasaan gue,Putri..apa lo mau Jadi pacar gue?"


Putri Masih nampak kaget dengan pernyataan Riski,ia melihat ke arah Sena,Nita, Toni dan Rudi yang sudah berdiri di belakang Riski, mereka memberikan dukungan kepada Riski, Putri menatap Riski yang masih berlutut di hadapannya, dengan Ragu-ragu tapi pasti Putri pun Memberikan jawabannya.


"iya,gue mau mau"


Riski pun sontak langsung memeluk Putri, membuat Sena,Nita,toni dan Rudi bersorak gembira.


~


Setelah semua berakhir bahagia antara Riski dan putri,Rudi memutuskan untuk mengantar Sena pulang ke tempat kostnya,di dalam perjalanan nampak Sena terus tersenyum, membuat Rudi merasa Heran.


"Kamu kenapa?"Tanya Rudi


"nggak kenapa-napa,cuma masih nggak nyangka aja, Riski yang selama ini aku liat Pecicilan ternyata bisa seromantis itu pas nembak cewek"ucap Sena


"kamu kenapa kesal begitu,Kamu Nggak perlu ngasih aku surprise,aku lebih suka caramu sendiri Waktu nembak aku di pantai waktu itu, semua orang punya caranya masing-masing bukan"ucap Sena


"ehmm, Benarkah, kalau begitu apa perlu ku ulangi"ucap Rudi Sambil tersenyum penuh arti


Sena langsung menyadari maksud perkataan rudi, Reflek ia memegang bibirnya


"Apaan sih, jangan terus melihat ku seperti itu, fokus menyetir saja "ucap sena merasa sedikit gugup


Rudi langsung terkekeh melihat tingkah kekasihnya itu.

__ADS_1


Tak lama Rudi dan sena sudah berada di depan tempat kost Sena,Sena yang hendak turun langsung di tahan oleh Rudi yang sudah menggenggam tangannya.


Seketika Jantung sena berdegup kencang,ia menerka-nerka Apa Rudi benar-benar ingin mengulangi Ciuman mereka Waktu itu.


Rudi Semakin mendekatkan wajahnya, reflek Sena memejamkan kedua matanya, membuat Rudi terseyum tipis,Dan satu kecupan mendarat di kening Sena.


Sena membuka matanya, karena merasakan kecupan itu bukan di bibirnya melainkan di keningnya.


"Baik lah,kamu boleh turun sekarang"ucap rudi yang masih dengan posisi yang sama, Wajahnya hanya berjarak beberapa centimeter saja dari wajah Sena


"Apa,,?,Maaf..Maksud ku iya,aku akan turun sekarang,Sampai jumpa besok"ucap Sena


Sena membalikkan badannya untuk membuka pintu mobil ,tapi lagi-lagi Rudi menarik tangannya sampai ia bersandar di dada bidang milik rudi, Rudi memeluk kekasihnya itu sambil berkata


"Aku sangat mencintaimu sena,aku berjanji akan terus Berusaha menjadi Partner hidup yang kamu impikan, terus lah berada di sampingku,Sampai nanti tiba waktunya akan ku jadikan kamu milikku seutuhnya"ucap rudi sambil mengelus pucuk kepala Sena


"Aku akan menunggu saat itu tiba"Ucap sena


.


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2