
sekitar 20 menit perjalanan,mereka pun sampai di sebuah minimarket,sena dan rudi pun bergegas masuk untuk membeli semua yang ada di kertas catatan tersebut,, setelah selesai rudi memasukkan belanjaan mereka ke bagasi mobil,
"ini minum dulu"
"thanks rud"
"ayo masuk, waktunya pulang"
"oke"
Saat di perjalanan pulang ke perkemahan,mata sena menatap ke jendela ia pun terpesona dengan pemandangan danau yang sangat indah,,,
"wah danaunya bagus banget"
"kenapa?,,, mau mampir?"
"emang boleh?"
"boleh aja ,kita masih punya banyak waktu sebelum makan siang"
Rudi pun memarkirkan mobilnya di pinggir jalan,sena yang terlalu senang reflek menarik tangan rudi mengajaknya untuk mendekati danau itu, Rudi yang melihat tingkah sena Hanya tertawa kecil dan mengikuti langkah sena, sesampainya di pinggir danau sena belum juga melepaskan genggaman nya
__ADS_1
"seneng banget lo ya, sampai nggak mau ngelepasin tangan gue"
"ehh maaf,gue terlalu fokus sama danaunya"
Sena dan rudi duduk di pinggir danau,Rudi yang masih penasaran dengan sosok pria yang sena cintai mencoba untuk menanyakan kembali kepada sena,,
"sena gue masih penasaran,siapa sih orang yang lo suka itu,apa dia satu sekolah sama kita"
"udah gue bilang lo nggak perlu tau"
"gue kan sahabat lo Sena,lo bisa cerita apapun ke gue"
Sena menatap lekat rudi yang berada di sampingnya,ia berfikir apa ia harus jujur tentang perasaannya,tapi sena mengurungkan niatnya,ia pun menundukkan wajahnya ada rasa sesak di dadanya karena menahan perasaannya yang tak bisa ia ungkapkan,dan tak sadar ia pun mulai menangis..
"gu gue nggak papa"
"eh lo nangis"
"nggak,,ayo kita pulang"
Sena pun beranjak dari duduknya langsung menuju mobil, Rudi yang khawatir langsung mengejar sena
__ADS_1
"sena lo kenapa sih"(tanya rudi sembari menarik tangan sena)
"gue bilang gue nggak papa"
Sena melanjutkan langkahnya, tiba-tiba rudi menarik lagi tangan sena dan memeluknya
"sena, maafin gue...gue janji gue nggak akan nanyain hal ini lagi,"
Sena membalas pelukan rudi dia menangis di pelukan Rudi,ia ingin sejenak melupakan kalau rudi adalah pacar nisya,
*'sebentar saja, biarkan aku lupa kalau dia bukan milikku, (gumam sena dalam hati)
Setelah beberapa saat, Sena melepaskan pelukannya,ia beranjak memasuki mobil tanpa berbicara apapun, Rudi mengikuti langkah Sena dan ikut masuk ke dalam mobil
"sena lo nggak papa,lo masih marah sama gue,maaf karena gue udah meluk lo tadi "
Sena menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan ia melihat ke arah rudi dan mulai tersenyum
"gue nggak papa kok,dan gue nggak marah sama lo, anggap saja kejadian tadi tidak pernah terjadi"
Sena mengalihkan pandangannya ke jendela mobil, karena bingung harus berkata apa rudi pun melajukan mobil kembali ke perkemahan,di perjalanan pulang Rudi sesekali melirik ke arah sena yang hanya terdiam,
__ADS_1
*'gue nggak tau kalau pertanyaan gue akan buat sena sesedih ini, ternyata dia serapuh ini jika menyangkut perasaan,tapi kenapa tadi gue malah meluk dia dan dia juga membalas pelukan gue bahkan dia memeluk gue dengan erat,apa orang yang dia sukai itu adalah gue, tapi nggak mungkin dia suka sama gue kalau ketemu gue aja bawaannya mau berantem mulu"