CINTA RAHASIA

CINTA RAHASIA
bab 47(kepergian Rudi)


__ADS_3

Sekalipun sakit hati, seseorang tidak bisa membohongi bahwa dia tetap membutuhkan orang yang dicintai berada di sisinya.


Begitu pula yang di rasakan rudi saat ini,ia kecewa terhadap Sena tapi tidak ingin kehilanganya, karena rudi sangat mencintai Sena.


Hari sudah mulai siang Rudi masih setia memeluk bantal gulingnya,ia tak ingin pergi kuliah hari ini.


Bu mala Masuk kedalam kamar rudi,ia kaget melihat anak semata wayangnya masih tertidur pulas.


"Rudi kok kamu belum bagun,ini udah jam berapa, kamu nggak kuliah,ayo bangun"


"Nggak ma, hari ini Rudi Nggak mau ke kampus"ucap rudi yang sudah mengubah posisinya menjadi duduk bersandar


"Kenapa?"


"Lagi males aja,Mama mau kemana,rapi banget?"


"itu dia, hari ini mama harus berangkat ke Bandung,Pabrik kita yang ada di sana lagi ada sedikit masalah"


"Kalau gitu rudi ikut ya,"


"Terus kuliah kamu gimana,Mama 1 Minggu lo disana,"


"Nggak papa ma, lagian rudi mau ziarah ke makam papa, masalah kuliah nanti rudi telpon dosen rudi"

__ADS_1


"Ya udah, kamu mandi terus siap-siap,satu jam lagi kita berangkat"


~


Di taman kampus Sena duduk termenung, sesekali ia memandangi layar ponselnya, berharap ada pesan masuk dari rudi.


Pagi ini Rudi tidak datang menjemput sena, membuat sena semakin Khawatir,sena berfikir kalau rudi sedang marah dan menghindarinya,ia terus menunggu kedatangan rudi tapi tidak ada tanda-tanda kedatangannya.


Tak lama Riski,toni,nita dan putri datang menghampiri sena


"Hey na, ngapain sendirian di sini?"tanya nita


"iya, biasanya lo langsung masuk ke kelas", Sambung putri


"gue lagi nungguin Rudi"


"Apa, Kenapa dia nggak masuk" tanya sena merasa kaget


"dia nemenin Mamanya ke Bandung"jawab Riski


"Ya ampun kok rudi tega banget sih, nggak ngasih kabar ke sena, bahkan dia belum dengerin penjelasan dari Sena, bukanya mehadapi masalah, dia malah menghidar"ucap putri merasa kesal


"Huss, udah jangan ngomong lagi liat tuh Mata sena udah berkaca-kaca gitu"bisik nita Kepada putri

__ADS_1


"Udah sena, jangan sedih,rudi cuma butuh waktu buat nenangin dirinya aja,"ucap Riski berusaha menenangkan Sena


Sena Hanya terdiam,ia tak tahu harus berkata apa lagi,jika memang itu keputusan rudi dia pun hanya bisa pasrah.


~


Di dalam perjalanan,Rudi tak henti-hentinya memikirkan Sena, baru satu hari ia tidak melihat pujaan hatinya itu dia sudah sangat merindukannya,Tapi kembali lagi pada tujuan awal kepergiannya,ia ingin menata hatinya,Membuang Rasa kecewa yang ada di hatinya sampai ia siap untuk bertemu Sena lagi Tanpa ada Amarah ataupun emosi yang bisa membuatnya kehilangan Sena.


Rudi tau Pasti sekarang sena sedang merasa sedih dan Khawatir karena Rudi belum memberinya kabar,Tapi Rudi berharap Sena Tetap sabar menunggunya,ia Tau betul jika sena sangat Mencintainya.


~


Di dalam kamar yang hanya di terangi lampu tidur,Sena duduk tertunduk menangis di atas tempat tidurnya,ia menyesal dari awal dia tidak jujur kepada rudi, kalau ia bertemu Billy malam itu.


"Apa yang sedang Rudi lakukan sekarang,apa dia juga rindu sama gue, Kenapa dia nggak ngasih gue kesempatan untuk menjelaskan semuanya,Apa dia nggak mikirin perasaan gue sekarang"Ucap sena yang masih terisak.


.


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2