
Siang hari sepulang sekolah,sena sedang duduk di halte bus, tiba-tiba Billy datang menghampiri Sena..
"na ayo gue anter pulang"
"nggak usah bil,gue naik bus aja"
"udah ayo naik,"
"lain kali aja bil,tu busnya udah datang"
"ya udah lo hati-hati "
"iya lo juga hati-hati di jalan ya,,,bye"
"bye"
*'gue nggak akan nyerah sena,gue harus dapetin cinta lo,gue memang bodoh baru menyadari perasaan gue sekarang (gumam Billy dalam hati)"
****
sesampainya di rumah, sena langsung mengganti pakaian sekolah nya dengan baju kaos dan celana di atas lutut lalu membaringkan tubuhnya dan tak sadar dia pun tertidur,
tak lama ibu Sena pun mengetuk pintu kamar sena
"sena bangun"
sena yang mendengar ibunya mengetuk pintu,ia langsung terbangun dan membuka pintu,
"kenapa sih bu"
"itu di luar ada nak rudi,mau ketemu kamu"
"hah rudi, bu sena ke kamar mandi sebentar"
Sena langsung berlari menuju kamar mandi mencuci mukanya dan merapikan rambutnya,lalu dia keluar dan menemui Rudi,
"lo ngapain ke sini"
__ADS_1
"idih ada tamu bukan nya di jamu dengan baik malah di tanya gitu"
"iya-iya maaf, habisnya lo nggak biasa nya ke sini"
"lo lupa udah janji sama gue"
"janji apaan?"
"janji ini"(menunjukkan bola basket di tangannya)
"owh itu, tapi gue udah lupa, udah lama nggak pernah main basket"
"nggak usah banyak alesan, nanti gue ajarin biar lo inget"
Rudi pun melangkah kan kaki nya menuju lapangan di samping rumah sena,
rudi dan sena memulai permainan,walau agak kaku karena sudah lama tak pernah bermain basket tapi sena bisa mengimbangi rudi,
setelah cukup lama bermain basket,sena dan rudi pun istirahat di bawah pohon yang ada di dekat lapangan itu
"ini pujian atau lo lagi ngeledek gue"
"dua-duanya haha"
"dasar loh ya"(sambil mencubit lengan rudi)"
"ih beraninya main cubit-cubitan,sini gue cubit juga"
"apaan sih lo, beraninya sama perempuan"
"iya-iya maaf, nih minum dulu dan makan ini juga
"wahh lo yang beli ini semua, banyak banget cemilan nya"
"iya sebelum kesini,gue pergi belanja cemilan dulu, karena gue tau lo doyan makan"
"ih biarin,btw makasih lo"
__ADS_1
"iya sama-sama"
"Sena gue boleh nanya nggak?"
"nanya apaan,?"
"tapi lo harus jujur sama gue,janji? "
" iya iya janji, emang mau nanya apaan sih"
"lo suka sama Billy?"
"bhaha jadi lo mau nanya ini lagi,tadi kan di kantin gue udah bilang gue sama Billy nggak ada hubungan apa-apa,"
"tapi kayaknya dia suka tu sama lo, seandainya dia nembak lo,lo terima apa nggak?"
"pertanyaan lo makin aneh aja"
"jawab aja sih,gue kan sahabat lo sekarang lo bisa cerita apa aja ke gue temaksud hal kayak gini"
sena pun terdiam sejenak,ia menarik nafas dengan kasar dan mulai menjelaskan ke rudi
"gini ya rud,gue memang jomblo tapi kalau pun Billy nembak gue,gue nggak akan segampang itu Nerima dia semua butuh proses, karena ini menyangkut perasaan dan cinta,gue bukan tipe cewek yang gampang luluh cuma karena tampang keren,tajir dan semacamnya,gue mau nantinya punya punya pasangan yang gue cintai dan dia juga mencintai gue, kalau cuma salah satu pihak aja yang cinta tapi pihak yg lain enggak itu malah akan menyiksa.
"lo ada benernya juga na"
"maksudnya,?"
", sebenernya gue masih ragu sama perasaan gue ke nisya"
"lo gila yaa,,terus kenapa lo nembak dia,?"
"gue nggak tega sama dia,apa lagi setelah dia mengakui perasaannya ke gue secara langsung,gue nggak mau dia kecewa"
"mulai sekarang lo harus belajar mencintai nisya rud,dia cewek baik,gue nggak bisa bayangin kalau dia tau semua ini"
"iya na,ini gue juga lagi belajar mencintai dia"
__ADS_1