CINTA RAHASIA

CINTA RAHASIA
bab 22


__ADS_3

Pagi hari begitu cerah,jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi tapi rudi masih belum beranjak dari tempat tidurnya, akan tetapi tiba-tiba tidurnya terganggu oleh suara seseorang yang memanggil-manggil namanya,ia pun mencoba membuka matanya perlahan,rudi melihat seseorang duduk di sofa yang ada di dekat jendela kamarnya, rudi merasa ia sedang berhalusinasi,,ia pun mengucek-ngucek matanya dan benar saja ada seorang wanita duduk di sofa,,,


"ehh,,, ngapain lo di kamar gue"(ucap rudi terperanjat kaget karena melihat sena ada di kamarnya)


"biasa aja kali,gue cuma mau jengukin lo"


"lo tau dari mana gue sakit"


"tadi gue ketemu tante mala di jalan, katanya lo lagi sakit jadi gue mampir, ternyata lo bisa sakit juga haha"


" jengukin orang sakit itu di doain biar cepat sembuh ini malah di ketawain"


"iya iya maaf,,,habis lo juga sih


sok-sok ngasih jaket lo ke gue biar gue nggak sakit karena kedinginan,eh sekarang malah lo yang sakit, "


Sena beranjak dari tempat duduknya,ia mendekati Rudi dan duduk di tepian kasur,rudi hanya terdiam karena merasa agak gugup, sementara sena meletakkan telapak tangannya di atas jidat rudi untuk memeriksa apakah suhu tubuh Rudi sudah normal atau belum,


"masih agak aget, sekarang lo makan bubur ini dulu habis itu minum obat,,,(ucap sena sembari mengambil nampan yg ada di atas meja) ayo di makan,kok malah bengong?"


"lo suapin gue"


"hah,,,makan aja sendiri"


"sahabat sendiri lagi sakit nggak ada perhatian-perhatiannya,gue sakit juga gara-gara lo"


"tuh kan nyalahin gue,ya udah sini(mengambil nampan yang ada di depan rudi) buka mulut yang lebar"

__ADS_1


Sena menyuapi rudi sampai buburnya habis setelah selesai makan sena memberikan obat ke Rudi,,


"gue mau pulang dulu ya"


"eh tunggu"


"kenapa?"


"malam tadi lo pergi kemana sama billy"


"owh,,dia ngajak gue makan"


"itu doang?"


"iya,, emang kenapa ?"


"owh,,,"


"makasih ya udah jengukin gue"


"sama-sama,lo cepetan sehat, minum obat teratur, jangan telat makan"


"iya-iya bawel (ucap rudi sambil mengacak-acak rambut sena)


"apaan sih rambut gue jadi berantakan tau'(ucap sena gugup,ia merasakan jantungnya berdetak kencang, karena tak mau berlama-lama dengan perasaan yang tak karuan seperti ini sena beranjak dari duduknya) ya udah gue pulang dulu"


"iya,(ucap rudi sembari tersenyum membuat sena semakin salah tingkah)

__ADS_1


Sena berjalan menuruni tangga lalu berpamitan ke bu mala, sesampainya di rumah ia langsung menuju kamar mandi untuk mandi,ia membasi tubuhnya dengan shower,*'kenapa sih susah banget ngehapus persaan gue ke dia padahal gue udah berusaha bersikap biasa aja, tapi hati gue malah merespon sebaliknya,(gumam sena dalam hati)"


Selesai mandi sena keluar dari kamar mandi menuju kamarnya sesampainya di kamar sena langsung mengeringkan rambutnya dengan handuk ,tak lama ponselnya berdering tanda pesan masuk,sena melihat layar ponselnya dan pesan masuk itu dari nisya,sena membuka pesan tersebut.. matanya langsung terbelalak karena kaget dengan isi pesan tersebut,sena buru-buru memakai pakaiannya dan keluar dari rumah menuju halte bus.


***


Sena telah sampai di depan rumah nisya,ia memencet bell dan tak lama pintu terbuka


"eh ada Sena,,ayo masuk nak"


"iya Tante,nisyanya ada"


"ada,kamu langsung ke kamarnya aja,dia lagi beres-beresin barang,"


"iya Tante makasih,"(sena berjalan cepat menaiki anak tangga menuju kamar nisya)


sesampainya di kamar ia mendapati nisya yang sedang memasukkan barang-barangnya ke dalam koper..


"nisya lo serius mau ke Jogja?"


" serius lah sena"


"kok cepet banget, pengumuman kelulusan aja belum keluar"


"mama gue udah ngurus semua,dan tadi mama gue juga udah nelpon kepala sekolah,dan kepala sekolah ngijinin"


"terus gue gimana nis,lo kan satu-satunya sahabat gue (air mata sena mulai mengalir,nisya yang melihat sahabatnya menangis langsung memeluk sena dan ikut menangis)

__ADS_1


__ADS_2