CINTA RAHASIA

CINTA RAHASIA
bab.55 (Menutupi semua)


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit,sena dan Rudi bergegas Naik ke lantai atas tempat Nisya di Rawat.


Sena membuka pintu ruangan tempat Nisya di Rawat,Mata sena yang langsung tertuju kepada Nisya yang sedang duduk bersandar


sena dan Rudi menghampiri Nisya


Nisya tampak sangat senang melihat kedatangan Sena dan rudi


"Hey,kalian dateng"ucap Nisya


"jelas lah nis,lo buat gue Khawatir tau nggak"ucap sena


"Hehe,maaf ya na, udah buat lo Khawatir"ucap Nisya


"Owh iya mama lo mana?tanya Sena


"Lagi keluar bentar,hey rud kok bengong aja"ucap nisya melihat rudi yang hanya diam


"Owh,Maaf gimana keadaan lo Sekarang?"Tanya Rudi


"gue udah lebih baik,"ucap Nisya


"Loh nis,kok buburnya nggak di makan, gue suapin ya"ucap sena

__ADS_1


"Gimana kalau rudi aja,"ucap Nisya


"Apa,gue... nggak ah sena aja"ucap rudi menolak permintaan Nisya


Nisya menundukkan kepalanya merasa kecewa dengan ucapan rudi,Sena yang melihat Nisya bersedih seperti itu menjadi ridak tega,ia melihat kearah Rudi dan memberi kode agar rudi menututi permintaan Nisya, dengan sangat terpaksa rudi menuruti permintaan Nisya tadi.


"Oke,sini gue Suapin"ucap Rudi sambil mengambil semangkuk bubur yang ada di nakas


Nisya mengangkat kepalanya dan mulai tersenyum,Nisya membuka mulutnya dan mulai menerima suapan dari Rudi,Ada rasa nyeri di hati sena melihat pemandangan di depannya itu,ia memundurkan badannya lalu pergi meninggalkan Nisya dan Rudi.


"Loh na,lo mau kemana" Tanya Nisya


"Gue mau ke Depan,beli minuman bentar"ucap sena tanpa berbalik melihat Nisya dan rudi,ia Tak ingin jika Nisya dan Rudi melihat air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Rudi lo mau kemana, jangan tinggalin gue,gue butuh lo disini"ucap Nisya


Karena merasa kasihan, Rudi kembali duduk dan menyuapi Nisya.


Setelah membeli minuman,Sena duduk di sebuah kursi yang ada di halaman rumah sakit itu,Air matanya tumpah begitu saja,


"Ternyata rasanya sesakit ini,saat melihat orang yang kita cintai bersama orang lain"ucap sena lirih


setelah beberapa saat,Sena segera menghapus air matanya dan melangkah kembali ke ruang rawat Nisya,iya menarik Nafas panjang lalu membuka pintu.

__ADS_1


"lo dari mana aja na,kok lama"Ucap Nisya


"itu tadi di minimarket ngantri bayarnya lama"ucap sena


"owh gitu"ucap Nisya


"Kalau gitu gue pulang duluan ya, Rudi lo temenin Nisya aja sampai mamanya Dateng"ucap Sena


"Aku antar pulang"ucap Rudi lalu menarik tangan sena pergi dari ruangan itu


Nisya nampak bingung dengan tingkah Sena dan Rudi, Seperti ada yang mereka sembunyikan pikir Nisya.


Rudi terus menarik tangan sena,sena berusaha melepaskan tangannya,Tapi rudi tak bergeming,Rudi melepaskan genggaman tangannya setelah sampai di parkiran.


"Rudi kamu kenapa sih, liat tangan aku sampai merah gini"ucap sena


"Harusnya aku yang nanya kamu kenapa, Sampai kapan kamu akan menutupi hubungan kita dari Nisya?"Tanya Reyhan


"Maafin aku rud, setidaknya sampai Nisya sembuh tetaplah seperti ini,oke"ucap Sena berusaha membujuk rudi


"Aku nggak mau, sekarang juga ayo kita kasih tau Nisya yang sebenarnya"ucap Rudi lalu menarik Tangan sena


Sena melepaskan tangannya dan memeluk rudi erat "please rud,bantu aku kali ini aja,Hanya sampai Nisya sembuh, Aku janji sama kamu"ucap Sena yang sudah terisak

__ADS_1


"Sena, Kenapa kamu selalu memikirkan kebahagiaan orang lain....baiklah,Aku setuju, tapi hanya sampai Nisya sembuh"ucap Rudi sambil mengelus punggung Sena.


__ADS_2