
Selamat membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
#Dua minggu kemudian#
Cicit keluarga pipit di dedahan jambu biji membangunkan tidurnya. Cahaya mentari menyilaukan mata, membuatnya tergopoh bangkit. Menyibak tirai tak bermotif itu. Seketika Renata terpana.
Ah! Kenapa aku tidak pernah melihat pagi seindah ini.
Udara masih terasa segar, menyejukkan pikiran. Menumbuhkan harapan baru. Tidak hanya itu, semangat pun mulai menggebu-gebu. Membuat Renata tidak sabar ingin berlari dengan segenap asa dalam genggaman.
Diambilnya sebuah pena dan selembar kertas di meja belajar kamarnya. Renata menggoreskan tinta hitam diatas kertas putih nan kosong. Mengikuti suara hati dan melodi cinta yang mengalun di dalamnya. Membuat untaian kata yang berujuk cerita.
Seketika dering ponsel mengagetkan Renata yang sedari tadi sedang asyik menulis. Dilihatnya nomer yang meneleponnya. Ternyata tak lain beliau adalah gurunya.
Hari ini, Renata mendapatkan panggilan via WA dari bu Siska, guru BK sekolahnya. Panggilan datang secara mendadak dan tiba-tiba. Beliau menyuruh Renata untuk menemuinya sekarang, pukul 07.00. Sedangkan jam dinding kamarnya, sudah menunjukkan pukul 06.45. Hanya ada waktu lima belas menit untuk bersiap-siap ke sekolah. Padahal jarak tempuh ke sekolahnya, memakan waktu dua puluh menit.
Renata terlihat sangat panik. Wajahnya seperti cacing kepanasan. Mondar-mandir kesana kemari. "Haduh..., belum juga mandi, pake seragam, sarapan dsb," ucap Renata panik.
#Sepuluh menit kemudian#
Kini Renata telah siap untuk berangkat ke sekolah. Akan tetapi, waktu pun terus berputar. Sekarang jarum jam panjang tepat berada diangka sebelas. Atau lebih tepatnya pukul 06.55. Dia langsung berpamitan kepada ibunya. Dan berlari ke depan gerbang desanya, untuk mencari angkutan umum. Tidak perlu menunggu lama, kebetulan langsung ada angkutan umum yang melintas di depannya.
#Pukul 07. 20#
Akhirnya, sampailah Renata di sekolahnya. Dengan nafas yang masih terengah-engah karena harus berlari seturunya dari angkutan umum. Renata langsung menuju ke ruangan bu Siska. Dia datang terlambat. Akan tetapi, untungnya bu Siska masih berada di ruangannya.
"Tok, tok, permisi...," ucap Renata.
"Masuk saja pintunya tidak dikunci!" Perintah bu Siska.
"Maaf bu..., sudah membuat ibu menunggu terlalu lama," ucap Renata dengan gugup sembari menyalimi bu Siska.
"Tidak apa-apa Renata, ayo silahkan duduk!" Perintah bu Siska dengan wajah penuh senyum kegembiraan, seakan ada kabar baik yang ingin diungkapkannya.
"Terimakasih bu," ucap Renata dengan penuh sopan santun.
__ADS_1
"Kamu tahu ga Ren, kenapa ibu memanggilmu kesini?" tanya bu Siska.
"Emmm, tidak bu. Hehe...," jawab Renata semakin penasaran.
"Ibu langsung saja yah Ren. Jadi kamu dipanggil keisini, karena ada berita bahagia untukmu. Berdasarkan pemberitahuan dari kepala sekolah, untuk siswa yang kemarin menjadi lulusan terbaik, dan didaftrakan di beberapa kampus, alhamdulillah semuannya lolos dengan beasiswa prestasi. Termasuk kamu Ren. Kamu diterima di salah satu sekolah tinggi fashion ternama yang ada di Jakarta," ucap bu Siska dengan bangga.
"Alhamdulillah..., tapi benarkah itu bu?" tanya Renata dengan ekspresi wajah yang masih tidak percaya, dia merasa seperti mimpi.
"Benar dong Ren. Tadi kedua temanmu, yang kemarin peringkat dua dan tiga juga sudah kesini. Akan tetapi, mereka sudah pulang duluan. Karena kamu datangnya terlambat, jadi tidak bisa bertemu dengan mereka berdua.
"Oh, begitu bu. Mereka dekat sih..., rumahnya bu. Jadi sudah sampai duluan di sekolah," ucap Renata.
"Ya sudah tidak apa-apa. Kalau begitu, kamu jangan lupa siapkan semua dokumen yang akan dikumpulkan untuk pemberkasan di kampus nanti. Bawa juga desain-desain busana yang sudah pernah kamu buat," tegas bu Siska.
"Itu saja yang mau ibu sampaikan. Sukses selalu yah Ren..., maaf ibu memanggilmu dadakan kesini. Tidak lewat WA langsung, soalnya biar lebih jelas," lanjut Bu Siska.
"Tidak apa-apa Bu Siska. Terimakasih banyak bu. Kalau begitu saya pamit dulu," ucap Renata sembari menyaliminya.
Renata pun meninggalkan ruangan gurunya itu, dengan mata yang berkaca-kaca. Renata melangkahkan kakinya untuk pulang ke rumahnya. Dia ingin segera memberitahukan kabar gembira ini kepada ibunya. Saat ini, perasaan Renata campur aduk kaya nasi lengko. Ada senang, sedih maupun haru. Yang pada intinya tidak dapat diungkapkan lewat kata-kata.
Renata pun langsung memberitahukan kabar gembira ini kepada ibunya. Dengan berlinang air mata, dia memeluk erat tubuh ibunya yang sedang membuat secangkir teh di dapur.
Ibunya tentu saja merasa sangat senang dan bangga mendengar kabar dari putrinya itu. Sampai-sampai rasa hausnya pun hilang seketika dan mengabaikan teh yang telah dibuat olehnya.
Ungkapan syukur yang tiada tara terus diucapkan oleh Renata dan ibunya kepada Allah SWT. Hal ini tentunya hadiah yang sangat luar biasa dari Allah SWT, untuk Renata dan ibunya. Karena kesabaran, doa dan usaha kerasnya selama ini membuahkan hasil. Allah SWT, memberikan kesempatan kepada Renata untuk bisa mengenyam bangku kuliah.
Apalagi sekolah yang akan Renata masuki ini, bukan sekolah sembarangan. Renata akan masuk di sekolah bergengsi. Tepatnya sekolah tinggi desain kelas internasional. Jurusan fashion desain.
Renata tidak ingin merasakan kebahagiaan ini hanya untuk dirinya sendiri dan ibunya. Akan tetapi, dia juga berniat untuk memberitahukan kabar ini kepada sahabatnya.
"Bu, sepertinya Lisa dan tante Nessa juga harus tahu kabar ini. Mereka pasti ikut senang," ucap Renata bangga.
"Kamu benar, sebaiknya kamu segera ke rumah Lisa untuk mengabari dia dan ibunya," perintah ibu Renata dengan penuh semangat.
Datanglah Renata ke rumah Lisa. Kebetulan hari ini mamahnya Lisa juga libur kerja. Jadi sesampainya di rumah Lisa, dia tidak perlu harus memencet bel ataupun mengetuk pintu rumah Lisa. Karena kalau mamahnya libur kerja, biasanya Lisa dan mamahnya duduk santai di depan rumah.
"Assalamualaikum, tante Nessa, Lisa," ucap Renata dengan ramah dan santun.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, eh..., Renata. Ayo sini duduk nak!" perintah mamah Lisa.
"Hmmm, kayaknya ada yang lagi bahagia banget hari ini. Bentar tante tebak, kamu habis menang give away yah atau habis dapat undian berhadiah?" tanya mamah Lisa dengan bergurau.
"Enggak tante, semuannya salah. Hehe...,
tante Nessa..., Lisa..., aku kesini mau ngasih tahu, kalau aku dapat beasiswa kuliah di salah satu sekolah tinggi bergengsi yg ada di jakarta.
"Wahhh, bagus dong. Tante benar-benar ikut senang dan bangga sama kamu Ren," ucap mamah Lisa.
"Eitsss tunggu dulu, aku juga punya kabar gembira buat kamu Ren," timpal Lisa
"Apa itu Lis?" tanya Renata penasaran.
"Kamu tahu ngga? Kita bakalan kuliah dikampus yang sama lohh," ucap Lisa senang.
"Serius Lis?" lanjut Renata.
"Serius dong Ren. Ya meskipun aku masuknya lewat jalur reguler, bukan prestasi. Kan kamu tahu sendiri, aku ga secerdas kamu," jawab Lisa.
"Enggak papa Lis apapun jalurnya yang penting kita selalu bersama," ucap Renata menenangkan.
Lisa dan Renata pun saling bersorak bahagia dan memeluk satu sama lain. Karena mereka akan kuliah di tempat yang sama. Begitu pula dengan mamahnya Lisa, yang ikut merasakan kebahagian mereka. Cuma bedanya, Lisa akan masuk dijurusan fashion bisnis.
Terimakasih ya Allah, nikmatmu masih terus kurasakan. Aku juga sangat bersyukur dengan segala yang engkau berikan hari ini.
Semoga aku bisa terus berlari bersama mentari, di pagi hingga sore hari. Tertawa bersama bintang dan bermimpi bersama rembulan di malam hari. Hingga suatu saat nanti aku sampai pada puncak perjuanganku. Dimana aku akan selalu tersenyum entah itu pagi, siang, sore ataupun malam, ucap Renata dalam hati sembari memeluk sahabatnya itu.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
NB: Jalan tak selalu lurus, ada saja kelokan di kanan kiri. Jalan tak selalu mulus, ada saja lubang disana sini. Tak ada jalan tol untuk mencapai mimpi itu. Tak ada jalan alternatif untuk cepat sampai ke tujuan itu. Semua butuh proses yang tak sebentar, tapi proses yang tak terlalu lama pula.
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐
__ADS_1