
Selamat membaca๐
๐บ๐๐บ๐๐บ
Sayup-sayup sepi terdengar suara berkumandang. Renata terbangun dari keindahan mimpinya. Mendengar qasidah alam melantun sendu mengingat asma-Nya kuasai waktu. Renata juga membangunkan Lisa yang masih berada di alam bawah sadarnya. Kemudian membasuh muka yang bersucikan bilasan wudhu. Dan berseru sujud dengan hati yang khusyuk untuk sholat subuh.
Setelah itu, ditatapnya langit dari balik hordeng bercorak polos yg menutupi jendela kaca kamar kosnya. Terlihatlah cakrawala yang belum memancarkan pagi.
Mereka pun menyibukkan diri untuk merenggangkan otot yang masih kaku agar tidak malas dan mager. Kemudian membersihkan kamar kos. Setelah waktu menunjukkan pukul 07.10 langsung mandi, ganti baju dan sarapan. Dilanjut berangkat ke kampus. Karena hari ini ada tes kesehatan dan pemberkasan.
Letak kos dari kampus tidak jauh. Sehingga apabila dijangkau dengan berjalan kaki, hanya sepuluh menit dari tempat mereka tinggal.
Dirasakannya lingkungan kampus yang hijau, asri dan sejuk dipandang mata. Serta dapat banyak menghirup udara segar saat mereka berjalan menyusuri kampus menuju klinik yang ada di area kampus. Untuk melaksanakan tes kesehatan terlebih dahulu.
Sebenarnya, di auditorium agenda pemberkasan akan dimulai pukul 08.00. Yang dilaksanakan serentak untuk semua fakultas. Akan tetapi, di waktu yang sama Renata dan Lisa, juga harus melaksanakan tes kesehatan terlebih dahulu. Karena tes kesehatan juga dilaksanakan mulai hari ini. Dengan jadwal yang berbeda untuk masing-masing fakultas.
Sehari akan ada satu fakultas yang melaksanakan tes kesehatan. Kebetulan jadwal tes kesehatan fakultas mereka juga hari ini. Jadi berbarengan dengan jadwal pemberkasan.
Dengan cepat mereka menuju ke klinik terlebih dahulu, karena tes kesehatan akan dimulai pukul 08.00. Duduklah mereka diruang tunggu dengan membawa sebuah kartu yang merupakan nomer antrian.
Tes kesehatan ini dilakukan untuk mengetahui denyut jantung, paru-paru dan validasi semua rangkaian pemeriksaan diantarannya berat badan, tinggi badan, buta warna, visus atau ketajaman penglihatan guna memberi catatan tersendiri jika ada kelainan-kelainan.
Ini untuk antisipasi nanti pada waktu mahasiswa melakukan program pengenalan akademik dan tidak berpengaruh pada pemilihan jurusan. Jika dalam pemeriksaan ternyata calon mahasiswa tersebut buta warna, maka calon mahasiswa itu ada catatan tersendiri untuk pindah jurusan.
Masuklah Renata ke dalam ruangan dokter. Karena namanya telah dipanggil. Dia menjalani serangkaian pemeriksaan yang ada. Hasilnya pun langsung keluar. Renata dinyatakan sehat dan tidak ada masalah kesehatan pada dirinya. Dengan begitu, berarti Renata telah lolos pemeriksaan tes kesehatan.
Sekarang giliran Lisa yang masuk ke dalam ruang dokter untuk melakukan serangkaian pemeriksaan yang sama seperti Renata.
"Gimana hasilnya Lis?" tanya Renata kepada Lisa yang telah keluar dari ruang pemeriksaan.
"Alhamdulillah sama kaya kamu Ren, lolos. Aku dinyatakan sehat," ucap Lisa dengan wajah bahagiannya.
"Alhamdulillah...," ucap Renata penuh syukur merasa senang dengan hasil yang mereka dapatkan.
__ADS_1
"Kalau begitu, ayo kita segera ke auditorium Lis. Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 nih," ajak Renata sembari melihat HP yang digenggamnya.
"Ayok Ren," jawab Lisa menggandeng tangan Renata dengan jalan terburu-buru.
"Astagfirullah..., gila Ren. Antriannya panjang banget. Mau selesai jam berapa ini Ren? tanya Lisa syok melihat antrian pemberkasan yang sepanjang rel kereta.
"Entahlah Lis, yaudah kita ikut antri ajah," ajak Renata.
Jam istirahat pun telah tiba. Pukul 12.00 pemberkasaan dihentikan terlebih dahulu. Dan akan dibuka lagi pukul 13.00 setelah ISHOMA.
"Ya Allah Ren, udah capek-capek ngantri malah ditutup dulu," ucap Lisa kesal dengan wajah lelahnya.
"Ya iya dong Lis..., ini kan memang sudah waktunya ISHOMA. Lagian juga nanti dilanjut lagi kok. Tetap semangat Lis," ucap Renata.
Selesai ISHOMA, pemberkasan pun dibuka kembali. Renata dan Lisa segera merapat ke tempat antrian semula.
"Haduh kapan ini majunya. Perasaan daritadi disini mulu, ga maju-maju," ucap Lisa yang sudah tidak sabar ingin segera keluar dari barisan antrian.
"Sabar Lis..., bentar lagi kok. Lagian disana juga pemberkasaannya kan tidak cuma satu. Harus melalui beberapa tahapan. Jadi lumayan lama," ucap Renata menoleh ke arah Lisa yang mengantri dibelakangnya.
Akhirnya tibalah saat yang dinantikan. Kini mereka telah maju ke bagian pemberkasan. Dalam pemberkasan ini, calon maba harus melakukan beberapa tahapan. Diantaranya verifikasi data untuk mencocokkan calon mahasiswa ketika mengisi pada waktu mendaftar, pemotretan kartu mahasiswa, pengembalian berkas, pencetakkan kartu tanda mahasiswa (KTM), ukur jaket almamater, pemesanan buku paket dan pembukaan rekening bank.
Calon maba yang telah selesai registrasi saat itu, resmi menjadi maba dan mendapatkan KTM sebagai identitas mahasiswa.
Finish sudah. Kini Renata dan Lisa telah resmi menjadi mahasiswa di kampus itu. Lelah mereka sudah terbayar hari ini. Akan tetapi, ternyata masih ada satu tahapan lagi yang harus mereka lalui.
"Habis ini ke samping yah. Ada banyak stand untuk mahasiswa baru," ucap salah seorang petugas pemberkasan.
"Baik bu," jawab Renata sopan.
"Hah, stand..., apalagi itu. Ku pikir sudah selesai sampai disini," ucap Lisa pada dirinya.
"Yaudah yuk, segera kesana. Jangan lama-lama biar cepat selesai," ajak Renata sembari merangkul Lisa.
__ADS_1
Didatangilah stand yang dimaksud oleh petugas itu sesuai dengan arahannya. Ternyata memang benar, disitu banyak sekali stand kemahasiswaan seperti organisasi, pkm, perkumpulan antar daerah dan masih banyak lagi.
Setiap mahasiswa, mendapatkan satu lembar kertas yang berisi perintah untuk mendapatkan tanda tangan dan cap stempel dari semua stand yang ada. Sifatnya tentu saja wajib. Karena nanti harus dibawa dan dikumpulkan pada saat orientasi studi mahasiswa baru. Sebagai tiket masuk kegiatan tersebut.
"Ihhh, mana banyak banget lagi standnya," ucap Lisa mengeluh.
"Udah dong Lis. Jangan mengeluh terus. Aku pusing dengernya. Kalau dijalani nanti juga selesai kok," ucap Renata tegas.
"Males ah..., aku udah pengin pulang ke kos," ucap Lisa semakin kesal.
"Udah ayo. Emangnya kamu mau dihukum sama kakak tingkat, gara-gara ga bawa tiket masuk pas orientasi," ucap Renata sembari menarik tangan Lisa yang sedari tadi menggerutu terus.
"Iya-iya," jawab Lisa dengan wajah malasnya.
Jalanlah mereka menuju satu persatu stand yang ada. Perlahan tapi pasti, satu persatu tanda tangan dan cap sudah mereka dapatkan semuannya.
"Yeah..., selesai. Udah ga ada lagi setelah ini kan Ren?" tanya Lisa senang.
"Iya udah selesai kok. Udah ga ada apa-apa lagi," jawab Renata.
"Yaudah, ayok pulang ke kos. Aku pengin cepat-cepat mandi dan keramas. Udah lepek banget nih rambut. Udah ga betah seharian ngantri kesana kemari lama banget. Pusing dan capek juga," ajak Lisa.
"Sama, aka juga Lis. Habis ini palingan aku langsung tepar," ucap Renata.
"Yaelah Ren..., aku pikir kamu strong woman. Soalnya daritadi terlalu sabar dan ga marah-marah kaya aku," ledek Lisa.
"Yeh..., aku kan juga manusia sama kaya kamu Lis. Ada saatnya aku juga lelah. Daritadi aku juga nahan-nahan kok. Hehe...," ucap Renata tersipu malu.
"Iya-iya, ayo pulang," ajak Lisa.
bersambung...
๐บ๐๐บ๐๐บ
__ADS_1
Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐๐
Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐๐