Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Asik Dapat Lampu Hijau


__ADS_3

Selamat membaca๐Ÿ˜Š


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


"Sini nak Yudha makan bareng sama teman-temannya juga" ajak ibu Renata.


"Eh, ada Yudha," timpal mamah Lisa.


Yudha, Anton dan Ricko menyalimi ibu Renata dan mamah Lisa dengan sangat sopan. Mereka juga menyapa semua yang ada disitu. Namun mereka tidak mau ikut makan, karena barusan sebelum ke kos Arimbi, mereka sudah makan di warung burjo. Dan niat awal mereka hanya ingin main ke kos Renata. Mereka tidak tahu kalau Renata dan Lisa dijenguk oleh orang tuannya.


Ada Yudha juga nih, asik pasti nanti bakalan ada yang seru-seru nih.


Selesai makan mereka semua melanjutkan obrolannya sembari ditemani cemilan sebagai pencuci mulut. Kali ini diluar pembahasan kuliah, lebih tepatnya obrolan santai yang dapat membawa senyuman dan kebahagiaan tersendiri untuk yang bersangkutan.


"Hayo, disini siapa yang udah punya pacar? tanya mamah Lisa.


"Sandra dong, udah matang malah tuh. Siap dihalalin, hehe...," jawab Renata meledeknya.


"Aamiin...," ucapnya dengan seru, lalu menutup mulutnya, dengan telapak tangan kanannya.


"Kalau nak Yudha bagaimana, sudah ada yang diincar belum nih?" tanya ibu Renata penasaran. Dari awal bertemu, dia memang sudah sangat menyukai Yudha.


"Kalau Yudha mah, ga perlu nyari kemana-mana lagi bu, sudah ada di depan...," jawab Anton terpotong, karena Yudha menyubit lengannya sebagai tanda agar dia menyudahi ucapannya.


"Di depan mana maksudnya nak Anton?" lanjutnya heran, karena Anton tidak meneruskan ucapannya.


"Warung padang maksudnya bu, hehe," jawab Anton dengan menahan tawa. Rasanya dia ingin sekali tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Rendang kali ah, masa Yudha mau pacaran sama rendang, haha. Ada-ada saja," timpal Sandra.


Sudah ada di depan mata? Siapa yang Anton maksud, Renata, Sandra atau Lisa. Rasanya ga mungkin kalau Sandra, dia kan udah punya tunangan. Berarti antara Renata atau Lisa.


Caca pun memancing ibu Renata dengan menanyakan tipikal laki-laki idaman untuk putrinya. Dengan lantang ibu Renata menyebutkan laki-laki yang dia inginkan untuk mendampingi putrinya suatu saat nanti. Caca merasa bahwa semua kriteria yang disebutkan olehnya sangat melekat pada Yudha.


Dia juga melihat ibu Renata yang terus menatap ke arah Yudha dengan penuh senyuman. Begitu pula dengan Yudha yang menanggapi semua perkataan ibu Renata dengan senyumnya yang sedikit tersipu malu. Dengan sangat percaya diri, kalau yang dimaksud oleh ibu Renata adalah Yudha.


"Emmm, bu semisal Renata sama Yudha bagimana bu? Apakah ibu setuju?" lanjut Caca.


"Setuju banget dong nak Caca," jawabnya tanpa ragu.


"Mantap...," ucap Ricko seakan mendukung jawaban ibu Renata. Dia juga mengacungkan kedua jempolnya yang ditujukan pada ibu Renata.


"Tuh dengerin Yud, langsung dapat lampu hijau dari camer," ucap Ricko pelan.


"Kamu pikir lalu lintas, pake rambu-rambu," ucap Yudha.


"Ea, ea, ea, asikkk, masuk pak eko," timpal Anton pelan. Dimana-mana Anton dan Ricko memang selalu receh wkwk.


Mamah Sandra juga tak melupakan putrinya begitu saja, dia menanyakan hal yang sama pada putrinya. Apakah Lisa sudah punya pacar atau belum. Namun saat ditanya, Lisa tak memberikan jawaban dia sedikit menunduk dengan mulutnya yang terbata-bata seperti ingin mengucapkan sesuatu, namun ditahan olehnya.


Tatapannya pada Yudha juga seakan memberikan jawaban, bahwa Yudha lah yang dia sukai. Tapi semua orang yang ada disitu tidak ada yang peka, mereka hanya menganggap biasa saja.


"Ya sudah kalau Lisa ga mau jawab, mungkin putri cantik mamah belum ada seseorang yang ditaksirnya," ledek mamahnya dengan senyum manis yang dilontarkan pada putrinya.


Ada kok mah, tapi cukup Lisa saja yang tahu. Lisa akan menyimpannya dalam hati. Sampai suatu saat nanti, ada keajaiban. Yudha bisa membuka hatinya untukku.

__ADS_1


Ketebak, sepertinya gue udah mulai tahu. Dari sorot mata Lisa, mengisyaratkan kalau Yudha adalah orang yang dia taksir. Tapi kok Yudha kayaknya sebaliknya yah, dia lebih fokus ke Renata. Itu berarti..., ada cinta segitiga dong. Antara Renata, Lisa dan Yudha.


Ibu Renata menyuruh semuannya untuk menunaikan sholat maghrib terlebih dahulu, karena adzan telah datang memanggil. Mereka semua pun segera bangkit dan menghadap sang pencipta secara berjamaah. Terkecuali Caca, yang lain pada sholat dia malah mainan HP. Dengan alasan sedang ada tamu. Padahal sih dia malas, dan alasan saja. Karena selama ini dia juga ga pernah sholat.


Beberapa menit kemudian, setelah semuannya selesai sholat, Caca pamit pulang duluan karena dia telah dijemput oleh supir pribadinya. Caca memang sengaja menghubungi supir pribadinya untuk segera datang menjemputnya, karena dia sudah tidak betah ada di kos Arimbi.


"Loh, nak Caca kok mau pulang, yang lain kan masih disini. Ayo lanjut ngobrol lagi. Jarang-jarang loh kita ngumpul bersama," ucap ibu Renata mengajaknya.


Ngapain gue lama-lama disini. Yang ada enek lihat wajah mereka semua. Bukan gue banget. Mending gue pulang, nyantai dirumah atau cabut sama geng gue. Lagian gue kesini juga cuma mau nyari info doang kok.


"Maaf banget sebelumnya bu, tapi Caca masih ada urusan lain," ucapnya pura-pura sopan, sembari langsung menyalimi ibu Renata dan mamah Lisa. Kemudian pergi meninggalkan mereka semua.


Dan mereka melanjutkan obrolannya sampai habis isya tanpa Caca lagi. Akhirnya kebersamaan malam ini di kos Arimbi telah selesai. Sandra, Yudha, Anton dan Ricko berpamitan untuk pulang ke rumah dan kos masing-masing.


"Terimakasih banyak yah, kalian sudah menyempatkan waktunya untuk mampir kesini, semoga lain waktu kita bisa berkumpul lagi," ucap mamah Lisa dibarengi oleh Yudha, Sandra, Anton dan Ricko yang menyaliminya dan ibu Renata.


"Nak Yudha, ibu titip Renata yah. Jaga dia baik-baik, jangan sampai dia terluka atau tersakiti oleh siapapun," ucapnya mempercayakan Renata pada Yudha. Sepertinya dia sudah sangat yakin, kalau Yudha adalah laki-laki yang tepat untuk putrinya.


"Ibu...," ucap Renata sembari menatap ibunya dengan wajah sedikit cemberut karena merasa tidak enak pada Yudha.


Ibu ini apa-apaan sih..., dikira barang main dititip-titipin segala. Tapi, melihat ibu yang menyukai Yudha, aku jadi semakin ingin lebih membuka hatiku untuk Yudha. Yudha sepertinya sangat memperjuangkanku. Ga ada salahnya juga aku ngasih kesempatan untuknya. Ah, apaan sih kamu Ren, kok jadi ikut-ikutan kaya ibu.


Yudha yang telah selesai menyalimi ibu Renata, segera meninggalkan kos Arimbi bersama Anton dan Ricko yang sudah lebih dulu menunggunya di mobil. Kebetulan tadi Yudha urutan terakhir menyalimi ibu Renata, dan dia juga diberi beberapa pesan olehnya. Jadi sedikit agak lama.


bersambung...


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ

__ADS_1


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


__ADS_2