Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Warung Pecel


__ADS_3

Selamat membaca๐Ÿ˜Š


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Waktu terasa panjang, jarum detik jam terasa meledek enggan berputar. Akhirnya perkuliahan siang ini telah selesai. Renata dan Sandra bergerak cepat meninggalkan ruangan melewati teman-teman yang masih berkutat dengan kesibukannya.


"Aku ingin segera sampai ditempat, rasanya sudah tak tahan, perut juga sulit diajak kompromi lagi. Hehe...," ucap Sandra pada Renata.


Renata membuka aplikasi whatsappnya. Mengirim pesan kepada Yudha untuk memberitahunya bahwa perkuliahan mereka telah selesai.


"Ok, dia katanya mau kesini San," ucap Renata pada Sandra sembari melihat balasan pesan dari Yudha.


"Yaudah kita tunggu disini, paling bentar lagi dia nyampe," ucap Sandra.


Renata dan Sandra menunggu Yudha di tempat parkir fakultas mereka. Beberapa menit kemudian, Yudha pun telah sampai di depan pintu parkiran bersama dengan mobil yang dikendarainya.


"Yuk San, Yudha udah sampai tuh," ajak Renata sembari menunjuk kearah Yudha berada.


Renata dan Sandra pun langsung masuk ke dalam mobil. Sandra melajukan mobilnya menuju ke arah Yudha. Sandra mengikuti mobil Yudha dari belakang. Karena Yudha lah yang akan merekomendasikan tempat dimana mereka akan makan siang.


Sampailah mereka di sebuah warung kaki lima pinggir jalan.


Meski hanya warung tenda sederhana, akan tetapi warung kaki lima ini punya sajian yang lezat pada menu pecel ayamnya. Mau digoreng atau dibakar semua lezat dengan tambahan lalapan dan sambal yang pedas.


Sesuai namanya, warung pecel ayam ini dioperasikan oleh pemiliknya yang bernama Bu Hesti. Kabarnya warung ini sudah sangat populer di kalangan pecinta masakan pecel ayam. Warungnya berupa warung tenda sederhana dengan meja panjang dan beberapa bangku plastik. Etalase tempat menyimpan ayam-ayam juga diletakkan di meja berbarengan dengan meja untuk pengunjung.


Menu yang ditawarkan ada pecel ayam, seperti ayam goreng dan ayam bakar. Selain itu juga ada menu pecel lele serta tambahan lainnya yaitu tahu dan tempe. Menu-menu tersebut disajikan dengan lalapan segar dan sambal khasnya. Harga yang ditawarkan sekitar Rp.15.000 sudah dengan teh tawar hangat ataupun dingin.


Mereka pun segera turun dari mobil. Memasuki warung tersebut dan duduk di kursi yang telah tersedia.

__ADS_1


"Ayo duduk," ucap Yudha mempersilahkan Renata dan Sandra.


"Eh, Lisa mana kok aku daritadi ga liat?" tanya Yudha pada Renata dan Sandra.


"Nanti dia nyusul, tadi pas jam kuliah dia sempat WA aku, katanya habis kuliah ada yang mau diurus bentar," jawab Sandra.


"Lah nanti dia kesini sama siapa Ren?" tanyanya lagi.


"Katanya sih diantar sama temennya, sekalian temennya pulang ke kos. Tadi juga udah aku WA lagi ke dia kok, kalau kita makan siang disini," jawab Renata menjelaskan.


"Oh yaudah kalau gitu," ucap Yudha sedikit lega.


Mereka pun tidak langsung memesan makanan, karena menunggu kedatangan Lisa. Beberapa menit kemudian, Lisa pun datang. Diantar oleh seorang wanita cantik berbadan mungil dengan motor scoopynya yang berwarna hitam. Dia langsung meninggalkan Lisa dan Lisa pun segera masuk ke warung bergabung dengan Renata, Yudha dan Sandra.


"Maaf yah, aku telat. Udah pada pesan makan belum?" tanya Lisa merasa tidak enak dengan Renata, Yudha dan Sandra.


"Santai-santai Lis, kita setia kok nungguin kamu, ya walaupun sebenernya perutku sudah tak bersahabat, hihi...," ucap Sandra.


Lisa segera menuju ke bu Hesti untuk memberikan kertas yang sudah berisi tulisan menu yang dipesan dirinya dan teman-temannya.


Beberapa menit kemudian, pesanan mereka pun datang.


"Makan siang memang paling enak yah dengan nasi putih hangat danย pecel ayam. Mari makan semuannya," ucap Sandra yang sudah tidak sabar ingin segera menyantap makanannya. Karena memang sedari tadi dia menahan lapar.


Disela-sela makan, Renata melontarkan sebuah pertanyaan pada Sandra, Lisa dan Yudha. Karena dia masih heran, melihat ketiga temannya itu yang mau makan di warung kaki lima. Karena menurutnya orang sekelas mereka, rasanya kurang cocok apabila makan di pinggir jalan.


"Tanya dong, kok kalian mau sih makan di pinggir jalan kaya gini?" tanya Renata.


"Makan enak, ga selalu harus di restoran besar dan terkenal Ren. Banyak kok warung biasa, bahkan warung tenda yang racikan masakannya ngangenin lidah, hingga terus nagih untuk mencicipinya. Contonhya ya seperti sekarang ini. Meski baru pertama kali, tapi aku langsung jatuh hati loh," jawab Sandra merasa senang.

__ADS_1


"Sandra benar, semenjak aku jadi anak rantau, aku juga jadi lebih sering makan di kaki lima bareng temen-temenku Ren. Waktu itu pas kita joging kan kita juga sarapan di angkringan. Jadi ya udah biasa aku seperti ini," jawab Yudha melanjutkan.


"Dan tentunya ini semua juga berkat kamu Ren. Dari kamu aku bisa merasakan hidup dalam kesederhanaan," timpal Lisa.


Renata pun salut mendengar jawaban dari teman-temannya itu. Meski mereka sudah kaya dari lahir. Tapi mereka sangat merakyat dan tentunya juga mau bergaul dengan orang biasa seperti dirinya.


๐ŸŒบ Rumah Caca ๐ŸŒบ


"Ada apa bu?" tanya Caca pada Laras assisten rumah tangganya yang telah berdiri di depan kamarnya membawa sapu dan kemoceng.


Dari kecil Caca memang sudah terbiasa memanggilnya dengan sebutan bu. Karena Caca sudah menganggap dia seperti orangtuannya sendiri.


"Loh, non Caca ini pake nanya. Orang jelas-jelas ibu bawa beginian. Dari pagi ibu nungguin non Caca mau beresin kamar, eh pintunya malah dikunci. Ibu ga bisa masuk, soalnya non Caca juga ga ninggalin pintu cadangan," jawab Laras.


"Oh iya aku lupa bu, soalnya tadi pagi aku buru-buru," ucapnya.


"Yaudah kalau bu Laras mau beresin masuk ajah," lanjutnya sembari membuka pintu kamarnya.


"Ya Allah non Caca, ini kamar kok sudah kaya kapal pecah. Ibu bingung mau mulai beresin darimana," ucap Laras yang terkejut melihat kamar majikannya yang sangat berantakan.


"Non Caca ini kenapa sih, selalu ajah seperti ini," tanya Laras pada Caca yang sedang duduk di meja rias sembari memainkan ponselnya.


"Udahlah bu Laras ga usah tanya, ibu juga udah tau sendiri kok," jawabnya cuek.


bersambung...


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


__ADS_2