Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Persiapan Ujian


__ADS_3

Selamat membaca😊


🌺🍃🌺🍃🌺


Hari ini tepatnya hari selasa, Renata dan Lisa pun sudah berada di sekolah sedari pagi. Para siswa juga sudah mulai untuk bergotong royong membersihkan kelasnya masing-masing. Ada yang menyapu lantai, menyapu halaman, membersihkan kaca, mencabuti rumput dan masih banyak lagi.


Setelah semua pekerjaan selesai, para siswa menata kursi dan meja yang akan digunakan untuk ujian besok. Dan tak lupa, ditempelnya nomer kursi dan ruang pada masing-masing kelas.


Semua persiapan untuk ujian besok telah selesai dilakukan. Pagi pun telah berganti siang. Semua wali kelas memasuki kelas masing-masing untuk memberikan wejangan kepada para siswanya.


"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, selamat siang anak-anak?" ucapan salam Bu Sarah yang merupakan wali kelas Renata.


"Waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh, selamat pagi Bu Sarah," jawab serentak para siswanya.


"Bagaimana kabar kalian semua? Sehat kan?" tanya Bu Sarah kepada para siswanya.


"Sehat Bu," jawab lagi para siswanya serentak.


"Ibu ke sini untuk membagikan kartu ujian kepada kalian dan memberikan beberapa wejangan," ucap Bu Sarah.


"Jadi, besok adalah waktunya kalian untuk bertempur. Penentuan nasib kalian selama 3 tahun lamanya belajar di SMK ini. Ibu berharap kalian tetap jaga kondisi kesehatan. Jangan main dulu, fokus pada ujian kalian besok."


(Wejangan 1)


"Jangan lupa belajar yang sungguh-sungguh. Pelajari semua materi dan soal-soal try out yang sudah pernah kalian dapatkan. Pelajari juga kisi-kisi ujiannya. Insyaallah pasti keluar di soal ujian nanti."


(Wejangan 2)


"Sebelum mengerjakan berdoa terlebih dahulu, supaya lancar. Dalam mengerjakan juga jangan terburu-buru. Tetap tenang, harus teliti dan periksa kembali jawabannya. Jangan terpengaruh oleh teman yang sudah keluar duluan."


(Wejangan 3)


"Terakhir yang paling penting adalah jangan lupa minta restu orang tua. Minta maaf juga sama orang tua. Hayo pasti kesalahan kalian banyak kan sama orang tua?" ledek Bu Sarah.


Sepulang sekolah, langsung yah..., minta maaf dan minta restu kepada kedua orangtua. Perintah Bu Sarah.

__ADS_1


(Wejangan 4)


"Baik Bu," jawab para siswa serentak.


Bu Sarah pun lanjut memangil satu persatu siswanya untuk dibagikan kartu ujian.


"Kalau Begitu ibu pamit dulu yah, selamat berjuang dan sukses selalu untuk kalian,"


ucap bu Sarah yang telah selesai memberikan wejangan dan membagikan semua kartu kepada para siswanya.


"Wassalamualaikum watohmatullahi wabarokatuh," salam Bu Sarah.


"Iya Bu, waalaikumsalam warohmatullahi wabarokatuh," jawab salam para siswanya serentak.


Para siswa pun mulai berhamburan keluar kelas. Dan kembali ke rumah masing-masing.


Begitu juga dengan Renata. Seperti biasa Renata pulang bersama Lisa.


Sesampainya di rumah, Renata langsung ganti baju dan menemui ibunya untuk meminta maaf dan restu, sesuai perintah wali kelasnya. Renata pun menangis tersedu-sedu dihadapan ibunya.


"Bu, besok Renata akan menghadapi ujian di sekolah. Ini merupakan penentuan masa depan Renata akan dibawa kemana. Tiga tahun lamanya Renata menempuh pendidikan di SMK. Renata tidak mau apa yang Renata perjuangkan selama ini sia-sia. Renata ingin memberikan yang terbaik untuk ibu," ucapnya lanjut sembari meneteskan air matanya.


"Hapus air matamu Nak," perintah ibunya yang sudah melepaskan pelukan.


"Kamu itu anak yang baik nak, selama ini kamu selalu nurut sama ibu. Jadi jangan pernah merasa bersalah sama ibu. Karena bagi ibu, kamu anak yang sangat berbakti dan membanggakan. ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu," ucap ibunya penuh kasih sayang kepada Renata.


"Tersenyumlah selalu dan semangat untuk besok pagi. Ibu yakin kamu pasti bisa melewati semuanya. Semoga kamu mendapatkan hasil yang memuaskan Nak," lanjut ibunya.


"Terimakasih banyak Bu. Renata janji sama ibu, akan menjadi yang terbaik dari semua yang paling baik," ucap Renata kepada ibunya dengan penuh semangat dan keyakinan.


"Aamiin...," ucap ibunya mendoakan.


Renata pun meninggalkan ibunya dan masuk ke dalam kamar untuk ganti baju. Setelah itu, sholat duhur, makan siang dan belajar.


Renata belajar dengan sangat sungguh-sungguh, tidak mengenal lelah. Dia mengulas kembali setiap materi penting yang sudah gurunya berikan dan juga soal-soal try out yang sudah pernah dia kerjakan. Tidak ketinggalan juga kisi-kisi ujian.

__ADS_1


Sebenarnya tanpa harus mengulas kembali pun, Renata sudah mengusai semua materi yang pernah gurunya berikan. Logikanya, tanpa belajar pun Renata pasti bisa. Karena dia merupakan siswa yang sangat cerdas. Akan tetapi, Renata tidak mau meremehkan dan menganggap enteng semua itu.


Karena baginnya, di atas langit masih ada langit. Itulah prinsip Renata. Menurutnya belajar merupakan sebuah kewajiban. Mau IQ nya rendah, sedang bahkan paling tinggi sekalipun tetap harus belajar. Jangan merasa paling hebat. Ataupun cepat puas dengan apa yang kita miliki.


Waktu asar pun telah tiba. Suara Azan menggetarkan hati dan langkah Renata untuk segera memenuhi panggilan sang pencipta.


Setelah sholat Asar, Renata pun meninggalkan urusan sekolahnya sejenak. Dan melakukan aktivitas seperti biasannya.


Kemudian saat malam kembali datang. Renata membuka bukunya lagi. Melanjutkan belajarnya di kamar. Dia mempelajari yang sekirannya masih perlu dia pahami. Renata mempersiapkan ujian dengan sangat baik. Dia tidak ingin ada satupun materi penting yang terlewat atau bahkan tidak dia pelajari.


Renata melakukan semua itu, karena hanya dirinya sendiri yang bisa dia andalkan. Dia tidak ingin bergantung pada orang lain. Dia anak yang selalu mengerjakan segala sesuatu dengan jujur. Atau bisa dibilang hasil karya sendiri. Tidak seperti teman sekolahnya yang lain, yang terkadang mereka menggunakan cara curang dalam mengerjakan. Entah itu nyontek ataupun membeli kunci jawaban.


"Tok, tok, tok...," suara ketukan pintu di kamar Renata.


"Ibu...," sahut Renata yang telah membuka pintu kamarnya.


"Ren, ini ibu bawakan segelas susu coklat untuk kamu. Biar belajarnya semangat dan tidak lelah," ucap ibunya dengan penuh perhatian.


"Makasih banyak yah bu, sudah repot-repot membuatkan susu untukku," ucap Renata dengan senyum manisnya.


"Sama-sama Nak. Tapi ibu tidak repot kok, kan kamu anak kesayangan ibu," ucap ibunya lagi.


"Ya sudah dilanjut belajarnya. Tapi jangan sampai kemalaman yah, kalau sudah selesai segera istirahat dan tidur. Biar otakknya juga tidak panas. Nanti meledak lagi, kaya bom. Ya sudah ibu ke kamar dulu. Semangat sayang...," ucap ibunya sambil meledek dan menyemangati Renata.


"Hehe..., iya Bu. Ibu bisa saja," ucap Renata.


Sambil meminum susu coklat buatan ibunya, Renata pun melanjutkan belajarnya yang tinggal satu bab lagi. Setelah itu dia membereskan bukunya dan mempersiapkan semua keperluan ujian yang perlu dibawannya besok. Kemudian Renata langsung tidur, supaya besoknya tidak kesiangan dan fresh kembali.


bersambung...


🌺🍃🌺🍃🌺


NB: Jangan terlalu fokus terhadap hasil dan melupakan betapa pentingnya sebuah proses, karena memuaskan dan tidaknya sebuah hasil tergantung seberapa keras proses belajar yang anda kerjakan.


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih😊🙏

__ADS_1


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih😊🙏


__ADS_2