Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Hari Terakhir di Kampung Halaman


__ADS_3

Selamat membaca๐Ÿ˜Š


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Malam ini mamah Lisa berencana untuk mengajak Renata dan ibunya jalan-jalan. Sekalian membeli semua perlengkapan yang akan dibawa Renata dan Lisa untuk merantau nanti.


"Nah, berhubung malam ini adalah malam minggu, tante berencana untuk mengajak Lisa jalan-jalan Ren. Kamu dan ibumu juga harus ikut. Sekalian nanti kita beli perlengkapan yang harus dipakai kalian untuk kuliah nanti," ucap mamah Lisa.


"Besok kan kalian harus berangkat ke jakarta, maka dari itu mamah ingin kamu dan Renata menikmati hari terakhir di kota ini. Soalnya kan mama tau, kalau udah mulai kuliah nanti pasti kalian bakal jarang pulang. Karena sibuk dengan urusan kampus. Kalau mau pulang pun harus menunggu sela-sela ga ada jadwal matkul atau bahkan libur semesteran. Jadi mama ingin kalian benar-benar menikmati hari terakhir disini," lanjut mamah Lisa.


"Mamah, Lisa jadi terharu...," ucapnya.


"Aku juga Lis. Tante Nessa baik banget sama Renata dan juga ibu. Sebelumnya Renata sangat berterimakasih pada tante Nessa. Karena sudah sangat perhatian dengan keluarga Renata," ucapnya terharu.


"Sama-sama Renata. Tante Nessa sudah menganggap kalian seperti keluarga sendiri," ucapnya penuh kasih sayang.


"Mama benar Ren, jadi kamu tidak usah sungkan yah sama kita," timpal Lisa


"Ya sudah tante..., Renata pamit pulang dulu. Untuk memberitahukan ini sama ibu," ucap Renata senang.


"Ya sudah, nanti jangan lupa habis maghrib yah Ren. Nanti tante jemput kalian," ucap mamah Lisa.


"Siap tante. Mari tante, lisa, saya pulang duluan," ucap Renata sembari menyalimi mamah Lisa.


"Iya Ren, hati-hati sampe jumpa nanti malam...," ucap Lisa sembari melambaikan tangan.


Mentari kini jauh berada. Warna jingga kemerahan terpancar di cakrawala. Netra menangkap indahnya alam semesta menuju malam yang sunyi. Maghrib pun datang menyambut.


Setelah menjalankan kewajiban kepada sang pencipta. Renata dan ibunya pun segera bersiap-siap karena takut Lisa dan mamahnya sebentar lagi akan datang.


Beberapa menit kemudian terdengar suara mesin mobil yang tak jauh dari indra pendengaran mereka. Ternyata benar, mobil fortuner warna putih sudah terparkir di depan rumahnya.


Renata dan ibunya yang telah siap pun, bergegas untuk keluar dan menghampiri suara tersebut. Dilihatnya Lisa dan mamahnya yang sudah siap di dalam mobil itu. Renata segera menutup rapat pintu rumahnya dan berjalan menuju mobil tersebut.


"Malam tante Nessa..., Lisa...," Sapa Renata dengan lembut.


"Malam..., mari silahkan masuk bu. Ayo Ren kamu juga masuk," ajak Lisa sembari membukakan pintu mobilnya.


"Terimakasih nak Lisa," ucap ibu Renata penuh senyum.


Mobil yang disetiri oleh mamah Lisa, kini telah melaju menuju tempat tujuan. Sepanjang perjalanan, mereka saling mengobrol dan bergurau sembari menikmati indahnya malam ini.


Mamah Lisa rencanannya akan mengajak mereka jalan-jalan ke tiga tempat sekaligus. Supermarket, restaurant dan juga taman kota.


Sampailah mereka di tempat tujuan pertama. Yakni supermarket yang menjual berbagai jenis pakaian, tas, sepatu dsb. Mama Lisa pun membelikan baju-baju bagus dan celana untuk Lisa dan Renata. Serta tak ketinggalan juga tas dan sepatu untuk mereka kuliah nanti.


"Tante Nessa, bukankah ini terlalu berlebihan?" tanya Renata merasa tidak enak.


"Apanya yang berlebihan Ren..., ini sudah sepantasnya kamu dapatkan. Biar kamu bisa memakainya saat kuliah nanti.

__ADS_1


"Tapi, tante...," ucap Renata terpotong.


"Sudahlah, kalau kamu merasa tidak enak..., aggap saja ini hadiah untukmu karena menjadi yang terbaik di kelulusan kemarin," ucap mama Lisa penuh senyum dengan memegang pundak Renata.


"Baiklah tante," ucap Renata mengangguk.


Setelah lama berkeliling supermarket. Perut pun sudah mulai tak bersahabat. Mama Lisa mengajak mereka ke salah satu restaurant seafood yang letaknya tidak begitu jauh dari supermarket ini.


Semua menu laut dihidangkan di restaurant ini. Ada udang, kepiting, kerang, ikan, lobster, cumi-cumi, gurita dan menu laut lainnya. Gaya restaurant ini sejenis fishmarket. Akan tetapi, tetap saja bukan kelasnya Renata. Harganya bisa dibilang, untuk kalangan kelas menengah ke atas.


Mereka yang telah sampai di restaurant itu, mencari tempat duduk dan selanjutnya memilih makanan yang tersedia di buku menu. Awalnya Renata sempat senang melihat ada menu paket yang ditawarkan oleh restaurant itu. Akan tetapi, mamahnya Lisa sama sekali tidak melirik ke bagian itu.


Renata dan ibunya pun hanya bisa berdiam diri sambil menggelengkan kepalanya. Mereka bingung harus memesan apa.


"Tante, Renata sama ibu pesan yang menu paket saja yah," ucapnya dengan pelan.


Mamah Lisa pun tidak membalas perkataan dari Renata. Dia hanya membalasnya dengan senyuman. Bahkan langsung memanggil pelayan restaurant untuk memesan makanan.


"Mas, saya mau pesan semua menu seefood paling enak yang ada di restaurant ini," ucap mama Lisa kepada salah satu pelayan restaurant itu.


"Oh, baik Bu. Saya akan segera membuatkannya. Ditunggu sebentar yah bu," ucap pelayan restaurant dengan ramah.


"Baik mas, terimakasih yah," ucap mamah Lisa.


"Sama-sama Bu," jawab pelayan itu.


"Tante..., ini ga salah? Tante pesan semua makanan ini? Trus kalau Renata lihat dari bentuknya, pasti hargannya mahal. Maaf tante, Renata takut ga bisa membayarnya," tanya Renata khawatir.


"Hahaha, Renata..., Renata..., kamu lucu banget sih. Semua menu ini memang sengaja tante pesanku khusus untuk kamu dan juga ibu kamu. Tante yang akan membayar semua makanan ini. Jadi kamu ga perlu khawatir Renata," jawab mamah Lisa.


"Mamah benar Ren, ayo makan yang banyak Ren, bu. Tidak usah sungkan dengan kita," timpal Lisa.


"Pokoknya semua makanan ini harus habis, jangan sampai masih ada yang tersisa ya," ucap mamah Lisa.


"Makasih banyak bu Nessa, kami jadi tidak enak ngrepotin bu Nessa terus," ucap ibu Renata.


"Tidak apa-apa bu, jangan sungkan. Ayo mari makan, semuannya...," ajak mamah Lisa.


"Tante, setelah ini kita pulang kan?" tanya Renata yang telah menyelesaikan makanannya.


"Enggak dong, tante masih mau mengajak kalian ke suatu tempat," ucap mamah Lisa.


"Kemana lagi mah?," tanya Lisa penasaran.


"Nanti kamu juga tahu Lis," jawab mamah Lisa.


"Yaudah yuk kita segera kesana mumpung masih jam 21.00," ajaknya lanjut.


Mereka pun bergegas ke tempat tujuan terakhir. Meninggalkan semua piring kosong bekas makanan yang telah disantap oleh mereka. Yang nantinya juga akan dibereskan oleh pelayan.

__ADS_1


#Taman Kota#


"Wah, ternyata mamah mengajak kita kesini," ucap Lisa terkejut.


"Entah kunjunganku yang keberapa kali ke taman ini. Akan tetapi, aku tidak pernah bosan untuk mengunjunginya lagi dan lagi. Aku selalu nyaman berada disini mah. Karena bagiku taman ini memiliki keindahan tersendiri," ucapnya lanjut.


"Bu, Renata baru tahu kalau di kota kita ada taman sebagus ini," timpal Renata.


"Ibu juga Ren. Maklumlah kita kan tidak pernah kemana-mana Ren," ucapnya.


"Kalau gitu ayo ikut aku Ren," ajak Lisa sembari menarik tangan Renata.


"Mah..., Lisa kesana dulu yah...," lanjutnya


Diajaklah Renata duduk di salah satu tempat duduk yang ada di taman sembari memberikan sedikit penjelasan.


"Duduk Ren. Jadi disini kita bisa duduk santai bersama keluarga, teman, pacar, gebetan, pacarnya teman, mantan gebetan atau bahkan suami orang wkwk. Kita juga bisa berswafoto karena taman ini sangat instagramabble," ucap Lisa menjelaskan.


"Ditaman ini juga banyak yang jual jajanan loh Ren. Jadi kita bisa membelinya kalau tiba-tiba lapar ketika asyik mengobrol. Tapi harus langsung bayar yah..., karena tidak menerima kasbon. Hehe...," lanjutnya.


"Hahaha...., kamu bisa ajah Lis," ucap Renata.


Renata dan Lisa pun berfoto-foto di semua spot pemandangan yang ada di taman. Mereka sangat senang karena bisa bersama-sama terus seperti ini.


"Oh ya Ren, nanti foto ini bakalan aku cetak. Supaya menambah koleksi kenang-kenangan kita," ucap Lisa.


"Baguslah kalau gitu. Nanti kamu kasih ke aku juga yah Lis, hasil cetakannya," ucap Renata.


Malam pun semakin larut. Tak terasa jam telah menunjukkan pukul 23.00. Mamah Lisa mengajak semuannya untuk segera pulang.


#Rumah Renata#


"Terimakasih bu Nessa sudah mengantar kami pulang. Terimakasih juga atas semuannya malam ini. Sudah membelikan Renata pakaian, menatraktir kita makan dan mengajak jalan-jalan ke taman," ucap ibu Renata.


"Sama-sama bu. Ini memang tujuan saya mengajak anak-anak jalan bersama. Supaya mereka juga bisa merasakan kebersamaan dengan keluarga di detik-detik keberangkatannya ke kota orang. Mungkin kalau mereka sudah disana kita pasti akan sangat merindukan momen-momen kebersamaan ini. Dan kita tidak tahu kapan bisa mengulangnya lagi," jawab mamah Lisa.


"Emmm, tante aku terharu banget. Makasih banyak tante, makasih ibu, makasih juga Lisa. Kalian selalu mewarnai hariku," ucap Renata.


Mereka pun saling berpelukan. Dan setelah itu Lisa dan mamahnya meninggalkan rumah Renata.


Renata dan ibunya juga segera masuk ke rumah untuk membersihkan diri dan bergegas tidur. Karena badan sudah sangat lelah dan mengantuk. Ditambah besok harus persiapan untuk berangkat merantau.


bersambung...


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2