Cinta Sang Desainer

Cinta Sang Desainer
Pesta Ulang Tahun Part. 1


__ADS_3

Selamat membaca๐Ÿ˜Š


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Semua undangan sudah disebar untuk kolega dan kerabat dekatnya. Tinggal undangan untuk teman-teman Sandra yang belum. Dan itu menjadi urusan Sandra.


"Nih San," ucap mamahnya memberikan undangan kepada Sandra.


"Wah, makasih mamah, papah. Kalian tidak pernah mengecewakan Sandra. Sandra benar-benar tidak menyangka dengan semua ini. Bahkan acara ulang tahunku kali ini, akan dirayakan dengan sangat mewah," ucap Sandra terharu membaca undangan tersebut.


"Sama-sama sayang. Pokoknya tugas kamu cuma menyebarkan undangan untuk teman-temanmu. Kelengkapan lainnya menjadi urusan mamah dan papah," ucap papah Sandra.


Mereka pun bangkit dari sofa dan melangkahkan kakinya ke kamar. Meninggalkan anaknya sendiri, untuk istirahat. Karena sudah sangat lelah baru pulang dari luar kota.


Disusul oleh Sandra yang juga masuk ke kamar untuk tidur. Dia sudah tidak sabar ingin menyambut hari esok.


Malam menjelma menjadi pagi. Sekarang adalah hari jumat. Pukul 09.00 ada kuliah proses desain fashion bersama bu Nia. Seperti biasa Renata berangkat kuliah bersama dengan Sandra. Yang dijemput menggunakan mobilnya.


Saat berada di perjalanan menuju kampus, Sandra memberikan undangannya kepada Renata. Dia memberikan sedikit penjelasan tentang undangan itu. Dia juga memberikan undangan untuk Lisa, yang dititipkan pada Renata. Karena tadi tidak sempat bertemu langsung dengannya. Lisa sudah berada di kampus sedari pagi.


Khusus Yudha, undangan akan difoto dan dikirim melalui WA. Sandra malas jika harus mengantar ke fakultas ekonomi, yang letaknya paling jauh atau paling ujung dari area kampus. Apalagi ke kosnya, dia takut kalau dikira mau ngapelin Yudha.


๐ŸŒบ Kampus ๐ŸŒบ


Sampailah mereka di jurusanya. Sandra mengajak Renata mempercepat langkahnya menuju ke kelas. Dia ingin memberikan undangan itu kepada teman-temannya sebelum dosen masuk.


Semua teman-teman Sandra bersorak gembira mendapatkan undangan itu. Keriuhan pun tercipta. Akan tetapi, segera berhenti ketika bu Nia memasuki ruangan.


Perkuliahan hari ini telah selesai. Bu Nia kembali ke ruangannya. Dan para mahasiswa kembali ke kos atau rumah masing-masing untuk melakukan persiapan ke acara ulang tahun Sandra.


๐ŸŒบ Kos Arimbi ๐ŸŒบ

__ADS_1


Renata memberikan undangan itu kepada Lisa yang juga baru saja pulang dari kampus. Lisa pun menerimanya dengan senang hati. Dia segera membongkar lemarinya, untuk mencari baju bagus yang akan di pakai ke pesta.


Lisa menemukan sebuah gaun warna pink yang bawahnya ada motif bulu angsa. Membuat dia terlihat elegant saat mencoba memakainya. Disisi lain, Renata bingung karena tidak memiliki gaun yang bisa dia pakai.


Renata semakin panik. Hari sudah mulai sore. Nanti malam adalah acara ulang tahun Sandra. Disaat Lisa ingin meminjamkan salah satu gaunnya untuk Renata, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamar kos mereka.


Saat Renata membuka pintu, terlihat didepannya seorang laki-laki berjaket hijau.Dia adalah seorang abang grab. Dia datang mengantarkan sebuah paper bag warna putih atas nama Renata.


Renata pun menerimanya dengan bingung. Setelah abang grab itu pergi, dia segera membuka paper bag itu. Ternyata di dalamnya ada sebuah surat dari pengirimnya. Dia adalah Yudha.


Renata segera membuka isi kotak yang ada didalam paper bag itu. Isinya adalah sebuah gaun pesta yang terlihat sangat anggun. Yudha menginginkan Renata mengenakan gaun itu di ulang tahun Sandra. Dan berangkat bersamanya nanti malam.


Renata masih tidak percaya dengan semua itu. Lagi-lagi Yudha sangat peduli dengannya. Dia selalu ada disaat Renata butuh. Hal ini juga yang membuat Lisa cemburu. Lantas dia batal meminjamkan gaunnya untuk Renata.


๐ŸŒบ Hotel Bintang Lima ๐ŸŒบ


Malam datang meninggalkan senja. Satu persatu, para tamu undangan mulai berdatangan ke pesta ulang tahun Sandra. Renata, Lisa dan Yudha datang bersamaan. Suasana sudah mulai ramai. Canda, tawa dan alunan musik terdengar menggema di gedung.


Sandra mengenakan gaun panjang berwarna pink yang bertaburan kristal swarosvki. Kue ulang tahunya bertingkat empat. Sama seperti tema pesta, kue ini juga bernuansa pink dan dipercantik dengan bunga-bunga berwarna putih.


Renata merasa iri dengan Sandra. Karena dari kecil sampai sekarang, tidak pernah ada perayaan di pesta ulang tahunnya. Dia berharap suatu hari nanti ada seseorang yang akan mengadakan pesta semewah itu untuknya. Karena dia tidak mampu membiayai sendiri pesta seperti itu.


Pesta akhirnya dimulai dengan permainan piano oleh Gery yang kontan membuat orang tergakum-kagum. Gery adalah anak rekan bisnis orangtua Sandra yang dijodohkan dengannya. Meski dijodohkan, namun keduannya sudah sangat dekat dan saling menyukai.


Sandra memang tidak pernah mengenalkan Gery kepada siapapun. Bahkan hubungannya terkesan tertutup. Sudah lama mereka menjalin long distance relationship. Karena Gery harus menjalankan bisnisnya di luar negeri.


Kali ini dia sengaja pulang ke Indonesia, untuk memberikan kejutan di hari ulang tahun Sandra. Karena selama ini, Gery tidak pernah bisa menghadiri pesta di ulang tahun sebelumnya. Maklumlah dia sangat sibuk.


Sandra meghadap kearah laki-laki yang sedang memainkan piano itu. Dia terkejut ternyata dia adalah Gery. Sandra tidak menyangka kalau Gery hadir ditengah-tengah pesta ulang tahunnya. Kehadirannya merupakan sebuah kado yang sangat luar biasa untuk Sandra.


Seketika permainan piano terhenti. Gery meminta pemain musik yang ada di panggung untuk memainkan musik yang sangat romantis. Dia mendekat ke arah Sandra. Melebarkan senyumnya dan mengulurkan tangan mengajaknya berdansa.

__ADS_1


Dansa pun diikuti oleh semua tamu yang hadir, secara berpasang-pasangan. Dengan pedenya, Yudha mengulurkan tangannya, meminta Renata untuk berdansa dengannya.


Awalnya Renata menolak. Akan tetapi, saat Yudha tanya, apakah dia tidak bisa berdansa. Renata tersinggung dan akhirnya malah dia sendiri yang menyeret Yudha ke lantai dansa. Meski sebenarnya Renata sangat gugup dan bingung harus ngomong apa. Serta dia juga sedikit ragu, jika dirinya bisa berdansa atau tidak.


Tangan kiri Yudha, memegang tangan kiri Renata dan tangan kanannya memegang punggung Renata. Mereka saling berpandangan. Sepertinya alunan musik romantis itu benar-benar mendukung hati mereka masing-masing.


Lisa hanya bisa mematung. Berdiri sendirian, karena tidak ada yang mengajaknya berdansa. Semua orang seakan mengabaikannya. Pandangannya seketika tertuju kearah Renata dan Yudha.


Renata dan Yudha sangat menikmati pesta dansa itu. Seperti sudah tidak ada lagi rasa canggung diantara keduannya. Mereka terlalu fokus, seperti lupa dengan kehadiran Lisa.


Lisa meninggalkan area dansa dan mengambil minuman yang tersedia. Kemudian duduk di kursi tamu. Kepalanya tertunduk dan sesekali menghela nafas untuk menghilangkan emosinya yang mulai memuncak.


Pesta dansa telah selesai. Semua undangan terlihat lelah setelah berdansa. Mereka mengambil minuman dan mencari tempat duduk kosong. Termasuk Renata dan juga Yudha.


Sebenarnya masih banyak tempat duduk yang kosong. Akan tetapi, karena mereka melihat Lisa sedang duduk sendirian, sehingga mereka menghampirinya.


"Lis, kita duduk disini yah...," ucap Renata dengan wajah yang masih sedikit berkeringat.


"Iya, iya, duduk ajah Ren," jawab Lisa menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman agar terlihat sedang tidak kesal.


"Kamu kok ga ikut dansa sih Lis?" tanya Renata pada Lisa yang belum sempat terjawab karena mendengar pengumuman dari MC.


MC mengatakan bahwasannya semua undangan untuk berkumpul di acara inti karena sebentar lagi akan dilakukan tiup lilin dan pemotongan kue.


bersambung...


๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ๐Ÿƒ๐ŸŒบ


Jangan lupa berikan kritik dan sarannya untuk author yah reader..., supaya author dapat memperbaiki dan menyajikan karya yang terbaik untuk kalian. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™


Dukung terus author dengan like dan vote. Terimakasih๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2